• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Kriminal

Polisi Bekuk Jaringan Sabu Kemasan Teh China di Jatim

Februari 20, 2026
in Kriminal, News
A A
Polisi Bekuk Jaringan Sabu Kemasan Teh China di Jatim

Petugas Ditresnarkoba Polda Jatim menunjukkan barang bukti sabu kemasan teh China saat konferensi pers pengungkapan jaringan narkoba antar pulau, pada Kamis (19/2/2026). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Perjalanan sabu itu dimulai dari Sumatera, menyeberang laut, lalu meluncur lewat jalan tol Jawa Timur. Namun, polisi menghentikan langkahnya di sebuah rest area.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur membongkar jaringan peredaran sabu antar pulau yang menyamarkan narkoba dalam kemasan teh China. Polisi menangkap seorang kurir, tetapi aktor utama yang mengendalikan operasi masih buron.

Kasus ini bukan sekadar penangkapan kurir. Polisi menemukan pola distribusi besar yang menghubungkan Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan jalur yang selama ini menjadi “urat nadi” peredaran narkoba lintas wilayah.

Kurir Dibayar Rp 120 Juta, Ditangkap di Rest Area

Polisi menangkap RG (25), warga Bandung, di rest area KM 726B Tol Surabaya-Mojokerto, Kabupaten Gresik, pada 13 Februari 2026. Saat itu, RG baru saja menurunkan kardus berisi sabu yang ia bawa ribuan kilometer dari Dumai, Riau.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, RG berperan sebagai kurir. Ia menerima iming-iming bayaran fantastis.

“Pelaku tergiur upah sekitar Rp 120 juta untuk mengirimkan barang,” jelas Jules.

RG membawa sabu dalam 10 bungkus kemasan teh China dengan berat total 10 kilogram. Ia mengambil barang dari Dumai, lalu menyelundupkannya lewat bus travel dan kapal laut menuju Jawa.

Namun polisi sudah mengendus pergerakannya. Begitu RG tiba di Jawa Timur dan mencoba menaruh paket di lokasi “ranjau”, petugas langsung menyergapnya.

RelatedPosts

MotoGP Brasil 2026: Semua Nol Lagi, Tapi Marquez Punya Satu Keunggulan

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

Satu nama lain, Mamang, yang diduga sebagai pengendali, kini masuk daftar pencarian orang.

Gudang Surabaya Simpan 24 Kilogram Sabu Siap Kirim

Penangkapan RG membuka pintu ke temuan yang lebih besar.

Tim Ditresnarkoba kemudian menggerebek gudang di Surabaya Utara pada 17 Februari 2026. Di lokasi itu, polisi menemukan 22 bungkus sabu kemasan teh China warna kuning dengan berat hampir 24 kilogram.

Pelaku yang menguasai gudang berhasil kabur. Polisi menduga ia juga kurir atau bagian dari jaringan distribusi.

Direktur Ditresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Iwan Kurniawan mengatakan, kedua kasus memiliki pola identik.

“Bungkusnya sama. Kemungkinan besar jaringan yang sama,” ujar Iwan.

Polisi menduga jaringan ini akan mengirim sabu dari Surabaya ke Kalimantan, memperluas jangkauan pasar narkoba.

Jawa Timur Jadi Titik Transit, Masyarakat Jadi Target Akhir

Jaringan ini memanfaatkan Indonesia sebagai jalur transit sekaligus pasar.

Para bandar menggerakkan kurir dengan iming-iming uang besar. Mereka menyamarkan sabu dalam kemasan teh untuk mengelabui petugas.

Namun dampaknya jauh lebih luas dari sekadar transaksi ilegal.

Bagi masyarakat, sabu bukan sekadar barang bukti. Ia merusak generasi muda, memicu kriminalitas, dan menghancurkan keluarga.

Setiap kilogram yang lolos berarti ribuan orang berpotensi menjadi korban baru.

Ancaman Hukuman Mati Menanti

Polisi menjerat para pelaku dengan Pasal 114 Ayat (2) UU Narkotika.

Hukumannya tidak main-main: pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara, serta denda hingga Rp 2 miliar.

Namun, satu fakta tetap mengganggu kurir bisa ditangkap, gudang bisa digerebek, tetapi otak utama sering kali masih bebas.

Dan selama keuntungan narkoba tetap lebih besar dari rasa takut, selalu ada orang baru yang siap mengambil risiko meski taruhannya nyawa, masa depan, dan akal sehat bangsa. @dimas

Tags: hukumIndonesiaJaringan NarkobaKriminalnarkobaperangPeredaranPolda JatimPolisisabuTeh China
Next Post
Jelang Ramadan, Pemerintah Jamin Stok Pangan dan Harga Stabil

Lonjakan Harga Pangan Tekan Rakyat, Dari Cabai hingga Minyak Goreng

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.