Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polisi Bekuk Jaringan Sabu Kemasan Teh China di Jatim

by dimas
Februari 20, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Perjalanan sabu itu dimulai dari Sumatera, menyeberang laut, lalu meluncur lewat jalan tol Jawa Timur. Namun, polisi menghentikan langkahnya di sebuah rest area.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur membongkar jaringan peredaran sabu antar pulau yang menyamarkan narkoba dalam kemasan teh China. Polisi menangkap seorang kurir, tetapi aktor utama yang mengendalikan operasi masih buron.

Kasus ini bukan sekadar penangkapan kurir. Polisi menemukan pola distribusi besar yang menghubungkan Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan jalur yang selama ini menjadi “urat nadi” peredaran narkoba lintas wilayah.

Kurir Dibayar Rp 120 Juta, Ditangkap di Rest Area

Polisi menangkap RG (25), warga Bandung, di rest area KM 726B Tol Surabaya-Mojokerto, Kabupaten Gresik, pada 13 Februari 2026. Saat itu, RG baru saja menurunkan kardus berisi sabu yang ia bawa ribuan kilometer dari Dumai, Riau.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, RG berperan sebagai kurir. Ia menerima iming-iming bayaran fantastis.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

“Pelaku tergiur upah sekitar Rp 120 juta untuk mengirimkan barang,” jelas Jules.

RG membawa sabu dalam 10 bungkus kemasan teh China dengan berat total 10 kilogram. Ia mengambil barang dari Dumai, lalu menyelundupkannya lewat bus travel dan kapal laut menuju Jawa.

Namun polisi sudah mengendus pergerakannya. Begitu RG tiba di Jawa Timur dan mencoba menaruh paket di lokasi “ranjau”, petugas langsung menyergapnya.

Satu nama lain, Mamang, yang diduga sebagai pengendali, kini masuk daftar pencarian orang.

Gudang Surabaya Simpan 24 Kilogram Sabu Siap Kirim

Penangkapan RG membuka pintu ke temuan yang lebih besar.

Tim Ditresnarkoba kemudian menggerebek gudang di Surabaya Utara pada 17 Februari 2026. Di lokasi itu, polisi menemukan 22 bungkus sabu kemasan teh China warna kuning dengan berat hampir 24 kilogram.

Pelaku yang menguasai gudang berhasil kabur. Polisi menduga ia juga kurir atau bagian dari jaringan distribusi.

Direktur Ditresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Iwan Kurniawan mengatakan, kedua kasus memiliki pola identik.

“Bungkusnya sama. Kemungkinan besar jaringan yang sama,” ujar Iwan.

Polisi menduga jaringan ini akan mengirim sabu dari Surabaya ke Kalimantan, memperluas jangkauan pasar narkoba.

Jawa Timur Jadi Titik Transit, Masyarakat Jadi Target Akhir

Jaringan ini memanfaatkan Indonesia sebagai jalur transit sekaligus pasar.

Para bandar menggerakkan kurir dengan iming-iming uang besar. Mereka menyamarkan sabu dalam kemasan teh untuk mengelabui petugas.

Namun dampaknya jauh lebih luas dari sekadar transaksi ilegal.

Bagi masyarakat, sabu bukan sekadar barang bukti. Ia merusak generasi muda, memicu kriminalitas, dan menghancurkan keluarga.

Setiap kilogram yang lolos berarti ribuan orang berpotensi menjadi korban baru.

Ancaman Hukuman Mati Menanti

Polisi menjerat para pelaku dengan Pasal 114 Ayat (2) UU Narkotika.

Hukumannya tidak main-main: pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara, serta denda hingga Rp 2 miliar.

Namun, satu fakta tetap mengganggu kurir bisa ditangkap, gudang bisa digerebek, tetapi otak utama sering kali masih bebas.

Dan selama keuntungan narkoba tetap lebih besar dari rasa takut, selalu ada orang baru yang siap mengambil risiko meski taruhannya nyawa, masa depan, dan akal sehat bangsa. @dimas

Tags: KriminalKriminal & HukumnarkobaNasionalperangPeredaranPolda JatimPolisisabu

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Next Post
Jelang Ramadan, Pemerintah Jamin Stok Pangan dan Harga Stabil

Lonjakan Harga Pangan Tekan Rakyat, Dari Cabai hingga Minyak Goreng

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id