Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PHK Massal di Cimahi, Industri Garmen Kian Rapuh

by dimas
Agustus 5, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter
PHK massal menimpa 178 buruh PT Namnam Fashion Industries di Cimahi. Krisis industri garmen Jawa Barat kian menguat di tengah serbuan produk impor dan turunnya pesanan.

Tabooo.id – Tangis itu pecah di lantai pabrik. Bukan karena mesin jahit yang macet atau target produksi yang gagal tercapai, melainkan karena satu kalimat yang mengakhiri rutinitas bertahun-tahun hubungan kerja diputus.

Para buruh PT Namnam Fashion Industries di Kota Cimahi saling berpelukan. Sebagian menangis, sebagian lagi hanya terdiam menatap kosong. Video momen itu viral di media sosial pada 31 Juli 2026. Namun, yang sebenarnya sedang viral bukan sekadar air mata 178 pekerja. Yang muncul ke permukaan adalah babak baru dari krisis industri padat karya di Jawa Barat.

Ini bukan sekadar PHK. Ini sinyal bahwa fondasi industri tekstil nasional sedang kehilangan daya tahannya.

Sebanyak 178 pekerja PT Namnam Fashion Industries kehilangan pekerjaan sejak awal Agustus 2026. Data tersebut telah diterima Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi. Menurut informasi yang beredar, perusahaan mengalami penurunan pesanan secara signifikan sejak 2019 hingga akhirnya mengambil langkah efisiensi melalui PHK massal.

Namun, penurunan pesanan hanyalah gejala. Penyakitnya jauh lebih kompleks.

Ini Belum Selesai

Karhutla Kalimantan Meluas, Mengapa Negara Kembali Terlambat?

OTT KPK Rektor Unsoed, Dugaan Suap Buka Celah Korupsi Kampus

Industri yang Semakin Sulit Bernapas

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengakui industri garmen memang menjadi sektor yang paling rentan menghadapi badai PHK. Menurutnya, margin keuntungan industri terus menyusut sehingga banyak pemilik usaha memilih memindahkan investasi ke wilayah dengan biaya tenaga kerja yang lebih rendah.

Karena itu, Dedi menawarkan solusi agar para pekerja beralih ke sektor lain yang sedang berkembang, seperti industri sepatu di Indramayu, Garut, dan Majalengka.

“Solusinya adalah para pekerja ini pindah ke sektor industri lain,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Pernyataan itu terdengar realistis. Namun bagi buruh yang baru kehilangan pekerjaan, berpindah kota berarti memulai hidup dari nol. Tidak semua memiliki tabungan, kendaraan, atau keluarga yang siap ditinggalkan.

Masalahnya bukan sekadar mencari pekerjaan baru. Masalahnya adalah siapa yang menanggung biaya perubahan itu.

Produk Impor dan Industri yang Kehilangan Napas

Ketua KSPI Jawa Barat, Dadan Sudiana, melihat persoalan dari sisi yang berbeda.

Menurutnya, gelombang PHK di sektor tekstil dipicu oleh kombinasi berbagai faktor. Salah satunya adalah membanjirnya produk murah dari luar negeri setelah terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 Tahun 2024, yang dinilai melonggarkan arus masuk barang impor.

Produk tekstil murah dari luar negeri membuat pabrik domestik kehilangan daya saing. Akibatnya, pesanan berkurang, kapasitas produksi turun, lalu efisiensi dilakukan dengan cara yang paling menyakitkan: mengurangi tenaga kerja.

Dadan juga menyoroti tekanan lain, mulai dari persaingan global hingga kualitas sumber daya manusia yang masih menjadi pekerjaan rumah industri nasional.

Akibatnya, kawasan industri seperti Bandung Raya, Bogor, Purwakarta, hingga Karawang menjadi episentrum gelombang PHK yang terus meluas.

Angka yang Terus Bertambah

Kasus di Cimahi bukan peristiwa yang berdiri sendiri.

Data Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan sepanjang 2025 sebanyak 18.815 pekerja di Jawa Barat terkena PHK. Memasuki Januari hingga Juni 2026, jumlah itu bertambah lagi menjadi 6.727 pekerja.

Artinya, dalam satu setengah tahun terakhir, lebih dari 25 ribu pekerja kehilangan mata pencaharian di provinsi yang selama ini menjadi jantung industri manufaktur nasional.

Angka tersebut bukan sekadar statistik.

Di baliknya ada cicilan rumah yang berhenti dibayar. Ada anak yang terancam putus sekolah. Ada keluarga yang kehilangan jaminan kesehatan. Bahkan ada risiko meningkatnya konflik rumah tangga.

Ketika PHK Menjadi Persoalan Sosial

Pengamat ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, mengingatkan bahwa dampak PHK jauh melampaui urusan perusahaan.

Menurutnya, kehilangan pekerjaan dapat memicu meningkatnya kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, hingga perceraian. Sebagian besar pekerja yang terkena PHK akhirnya beralih ke sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu dan perlindungan sosial yang jauh lebih lemah.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat penciptaan lapangan kerja melalui penguatan sektor perdagangan dan industri agar gelombang PHK tidak terus berulang.

Ini Bukan Sekadar PHK, Ini Alarm Industri

Kasus PT Namnam Fashion Industries memperlihatkan satu pola yang semakin jelas.

Ketika biaya produksi meningkat, pasar domestik dibanjiri produk impor murah, dan investasi berpindah ke wilayah dengan ongkos tenaga kerja lebih rendah, buruh menjadi pihak pertama yang menanggung risikonya.

Pertanyaannya bukan lagi mengapa satu pabrik tutup.

Pertanyaannya, berapa banyak pabrik lain yang sedang berjalan menuju nasib serupa?

Selama kebijakan perdagangan, daya saing industri, dan perlindungan pekerja belum bergerak dalam satu arah, gelombang PHK kemungkinan hanya akan berganti lokasi.

Hari ini Cimahi. Besok bisa kota industri lain.

Karena bagi ribuan buruh, kehilangan pekerjaan bukan sekadar kehilangan penghasilan. Itu berarti kehilangan kepastian hidup di tengah ekonomi yang belum benar-benar pulih. @dimas

Tags: BuruhCimahiEkonomiIndustri Garmenjawa baratPHK Massal

Kamu Melewatkan Ini

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

by dimas
Agustus 21, 2026

Listyo Sigit mengaku siap memimpin demo setelah pensiun jika Desk Ketenagakerjaan Polri tak optimal. Ia meminta komitmen perlindungan buruh tetap...

15 PLTU Emisi Tinggi Mau Pensiun, Listrik Jangan Ikut Pensiun Dulu

15 PLTU Emisi Tinggi Mau Pensiun, Listrik Jangan Ikut Pensiun Dulu

by teguh
Agustus 20, 2026

Indonesia sedang menyiapkan satu adegan transisi energi yang cukup absurd. Pemerintah ingin mengurangi 15 PLTU emisi tinggi, tetapi listrik tetap...

Pensiunkan PLTU atau Jaga Industri Tetap Menyala?

Pensiunkan PLTU atau Jaga Industri Tetap Menyala?

by teguh
Agustus 19, 2026

Bayangkan sebuah kawasan industri saat produksi sedang berada di titik tertinggi. Mesin terus bergerak. Pekerja mengejar target. Pesanan harus keluar...

Next Post
Mewarnai Bisa Bikin Rileks Otak, Kok Bisa?

Mewarnai Bisa Bikin Rileks Otak, Kok Bisa?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id