Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Penentuan Idulfitri 1447 H Menanti Rukyat, 117 Lokasi Disiagakan

by dimas
Maret 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mulai menyiapkan penentuan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kementerian Agama menetapkan 117 titik pemantauan hilal yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai dasar sidang isbat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa pemerintah akan menunggu laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah sebelum menetapkan 1 Syawal.

“Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatulhilal yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

117 Titik, dari Sabang sampai Papua

Kemenag menyebar titik pemantauan hilal dari ujung barat hingga timur Indonesia. Tim pengamat akan memantau posisi bulan di berbagai lokasi strategis, mulai dari observatorium, pantai, hingga gedung tinggi.

Di wilayah timur, pemerintah bahkan menetapkan titik pemantauan di kawasan Ibu Kota Nusantara, tepatnya di Rusun ASN Tower D. Penambahan titik ini menunjukkan upaya pemerintah memperluas cakupan pengamatan sekaligus meningkatkan akurasi data.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Sebaran titik ini juga mencerminkan pendekatan nasional dalam menentukan hari besar keagamaan—tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi berbasis laporan kolektif dari seluruh Indonesia.

Rukyat Jadi Penentu Akhir, Hisab Tetap Jadi Acuan

Pemerintah tetap menggabungkan dua metode: hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung). Namun, hasil rukyat menjadi penentu akhir dalam sidang isbat.

Artinya, meskipun perhitungan astronomi sudah memberi gambaran awal, keputusan resmi tetap bergantung pada apakah hilal benar-benar terlihat di lapangan.

Pendekatan ini kerap memunculkan dinamika, terutama ketika hasil hisab dan rukyat tidak sepenuhnya sejalan. Di titik inilah pemerintah berperan sebagai penentu keputusan nasional.

Dampak Langsung ke Masyarakat: Antara Kepastian dan Perbedaan

Keputusan sidang isbat tidak hanya bersifat administratif. Hasilnya langsung memengaruhi jutaan masyarakat mulai dari jadwal mudik, arus balik, hingga aktivitas ekonomi menjelang Lebaran.

Bagi pelaku usaha, kepastian tanggal Lebaran menentukan strategi penjualan. Sementara bagi masyarakat umum, keputusan ini menyangkut momen ibadah sekaligus tradisi berkumpul bersama keluarga.

Namun, potensi perbedaan penetapan Lebaran tetap terbuka. Sejumlah kelompok masyarakat terkadang menggunakan metode perhitungan sendiri, sehingga bisa menetapkan hari raya lebih awal atau berbeda.

Pada akhirnya, sidang isbat bukan sekadar forum penentuan tanggal. Ia menjadi titik temu antara sains, keyakinan, dan kebijakan negara. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, publik kembali menunggu apakah Lebaran kali ini akan seragam, atau kembali berjalan dengan cara masing-masing. @dimas

Tags: 1447 HEkonomi IndonesiaHilalIdul FitriKemenaglebaranMudikNasionalRamadanSidang Isbat

Kamu Melewatkan Ini

Mundurnya Perry Warjiyo, Alarm bagi Independensi Bank Indonesia

Mundurnya Perry Warjiyo, Alarm bagi Independensi Bank Indonesia

by dimas
Juli 28, 2026

Mundurnya Perry Warjiyo memicu pertanyaan tentang independensi Bank Indonesia. Di tengah tekanan rupiah, kepercayaan pasar menjadi ujian terbesar bagi bank...

Perry Warjiyo Mundur: Mampukah BI Menjaga Rupiah?

Perry Warjiyo Mundur: Mampukah BI Menjaga Rupiah?

by dimas
Juli 27, 2026

Pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi ujian baru bagi Bank Indonesia. Mampukah BI menjaga stabilitas rupiah, mempertahankan kepercayaan pasar, dan tetap...

Rp514 Triliun untuk Bunga Utang: Ketika Masa Depan APBN Mulai Dibayar Hari Ini

Rp514 Triliun untuk Bunga Utang: Ketika Masa Depan APBN Mulai Dibayar Hari Ini

by teguh
Juli 24, 2026

Negara terus membangun melalui utang. Namun setiap obligasi yang terbit membawa tagihan bunga utang. Ketika tagihan itu membesar, ruang APBN...

Next Post
Empat Prajurit TNI Terseret Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis

Empat Prajurit TNI Terseret Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id