Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Penentuan Idulfitri 1447 H Menanti Rukyat, 117 Lokasi Disiagakan

by dimas
Maret 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mulai menyiapkan penentuan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kementerian Agama menetapkan 117 titik pemantauan hilal yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai dasar sidang isbat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa pemerintah akan menunggu laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah sebelum menetapkan 1 Syawal.

“Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatulhilal yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

117 Titik, dari Sabang sampai Papua

Kemenag menyebar titik pemantauan hilal dari ujung barat hingga timur Indonesia. Tim pengamat akan memantau posisi bulan di berbagai lokasi strategis, mulai dari observatorium, pantai, hingga gedung tinggi.

Di wilayah timur, pemerintah bahkan menetapkan titik pemantauan di kawasan Ibu Kota Nusantara, tepatnya di Rusun ASN Tower D. Penambahan titik ini menunjukkan upaya pemerintah memperluas cakupan pengamatan sekaligus meningkatkan akurasi data.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Sebaran titik ini juga mencerminkan pendekatan nasional dalam menentukan hari besar keagamaan—tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi berbasis laporan kolektif dari seluruh Indonesia.

Rukyat Jadi Penentu Akhir, Hisab Tetap Jadi Acuan

Pemerintah tetap menggabungkan dua metode: hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung). Namun, hasil rukyat menjadi penentu akhir dalam sidang isbat.

Artinya, meskipun perhitungan astronomi sudah memberi gambaran awal, keputusan resmi tetap bergantung pada apakah hilal benar-benar terlihat di lapangan.

Pendekatan ini kerap memunculkan dinamika, terutama ketika hasil hisab dan rukyat tidak sepenuhnya sejalan. Di titik inilah pemerintah berperan sebagai penentu keputusan nasional.

Dampak Langsung ke Masyarakat: Antara Kepastian dan Perbedaan

Keputusan sidang isbat tidak hanya bersifat administratif. Hasilnya langsung memengaruhi jutaan masyarakat mulai dari jadwal mudik, arus balik, hingga aktivitas ekonomi menjelang Lebaran.

Bagi pelaku usaha, kepastian tanggal Lebaran menentukan strategi penjualan. Sementara bagi masyarakat umum, keputusan ini menyangkut momen ibadah sekaligus tradisi berkumpul bersama keluarga.

Namun, potensi perbedaan penetapan Lebaran tetap terbuka. Sejumlah kelompok masyarakat terkadang menggunakan metode perhitungan sendiri, sehingga bisa menetapkan hari raya lebih awal atau berbeda.

Pada akhirnya, sidang isbat bukan sekadar forum penentuan tanggal. Ia menjadi titik temu antara sains, keyakinan, dan kebijakan negara. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, publik kembali menunggu apakah Lebaran kali ini akan seragam, atau kembali berjalan dengan cara masing-masing. @dimas

Tags: 1447 HEkonomi IndonesiaHilalIdul FitriKemenaglebaranMudikNasionalRamadanSidang Isbat

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Menteri Agama Dikabarkan Mundur, Benarkah?

Menteri Agama Dikabarkan Mundur, Benarkah?

by eko
Agustus 29, 2026

Klaim Menteri Agama Nasaruddin Umar mengundurkan diri pada 26 Agustus 2026 beredar di Facebook. Kementerian Agama membantah kabar tersebut. Tabooo.id...

Next Post
Empat Prajurit TNI Terseret Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis

Empat Prajurit TNI Terseret Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id