Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemerintah Gelar Sidang Isbat Besok, Awal Ramadhan Berpotensi Berbeda

by dimas
Februari 16, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Langit senja Indonesia kembali menjadi penentu. Pada Selasa, (17/2/2026), Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Forum ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan. Pemerintah melalui sidang ini menentukan kapan lebih dari 230 juta umat Islam di Indonesia memulai ibadah puasa.

Pemerintah menggunakan sidang isbat sebagai rujukan resmi nasional. Melalui forum ini, negara berusaha menyatukan langkah umat Islam dalam memasuki bulan suci yang dampaknya meluas, tidak hanya pada kehidupan spiritual, tetapi juga pada aktivitas sosial dan ekonomi.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan pemerintah akan menggabungkan dua pendekatan utama, yaitu hisab dan rukyat. Hisab memberikan dasar perhitungan astronomi, sementara rukyat memberikan konfirmasi melalui pengamatan langsung hilal.

“Kami akan membahas hasil hisab dan rukyat bersama-sama. Setelah itu, kami menyampaikan keputusan akhir kepada masyarakat sebagai pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” ujarnya.

Kementerian Agama akan menggelar sidang tersebut di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta. Pemerintah juga mengundang berbagai lembaga penting, mulai dari DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia, BMKG, hingga perwakilan organisasi Islam, pesantren, dan lembaga astronomi.

Ini Belum Selesai

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Beras Sulit Laku, Mentan Bicara Produksi Melimpah, Pedagang Soroti Daya Beli

Langkah ini menunjukkan satu kenyataan penting. Penetapan awal Ramadhan tidak hanya menyangkut ibadah, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial masyarakat.

Muhammadiyah Lebih Dulu Menentukan Awal Puasa

Sementara pemerintah masih menunggu sidang isbat, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadhan.

Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, organisasi ini memutuskan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki dengan pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal.

Metode ini mengandalkan kepastian perhitungan astronomi. Muhammadiyah tidak menunggu pengamatan hilal secara langsung di lapangan.

Pendekatan ini memberikan kepastian lebih awal bagi pengikutnya. Namun, perbedaan metode tersebut membuka kemungkinan perbedaan awal puasa dengan pemerintah.

Masyarakat Indonesia sebenarnya sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Dalam beberapa tahun terakhir, perbedaan awal Ramadhan dan Idul Fitri sering terjadi.

Meski demikian, masyarakat tetap menjaga suasana kondusif. Mereka justru melihat perbedaan tersebut sebagai bagian dari dinamika tradisi keagamaan di Indonesia.

Pemerintah Menghitung, tapi Belum Memutuskan

Pemerintah sebenarnya sudah memiliki gambaran awal.

Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 menetapkan Idul Fitri pada 21–22 Maret 2026. Jika menghitung mundur selama 30 hari, awal Ramadhan kemungkinan jatuh pada 19 Februari 2026.

Namun, pemerintah belum mengambil keputusan final.

Pemerintah tetap menunggu hasil sidang isbat. Negara ingin memastikan keputusan lahir dari data astronomi yang akurat dan pengamatan langsung, bukan sekadar perhitungan administratif.

Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan publik. Pemerintah memahami bahwa keputusan ini menyangkut keyakinan jutaan orang.

Keputusan Agama yang Menggerakkan Ekonomi

Penetapan awal Ramadhan juga langsung memengaruhi aktivitas ekonomi nasional.

Pedagang makanan menggunakan tanggal awal puasa untuk menentukan waktu mulai berdagang. Perusahaan menyesuaikan jadwal kerja, pembayaran tunjangan hari raya, dan perencanaan produksi.

Maskapai penerbangan dan operator transportasi juga menunggu kepastian tersebut. Mereka harus menyesuaikan jadwal mudik dan mengantisipasi lonjakan penumpang.

Di tingkat rumah tangga, keluarga mulai merencanakan belanja kebutuhan pokok, mengatur keuangan, dan mempersiapkan perjalanan pulang kampung.

Dengan satu keputusan, negara dapat menggerakkan aktivitas ekonomi dalam skala nasional.

Sidang Isbat di Persimpangan Sains dan Keyakinan

Sidang isbat berdiri di antara sains dan iman.

Ilmu astronomi mampu menghitung posisi bulan secara presisi. Namun, tradisi rukyat tetap dipertahankan karena memiliki akar kuat dalam praktik keagamaan.

Pada saat yang sama, negara juga memikul tanggung jawab menjaga persatuan masyarakat.

Pemerintah tidak hanya menetapkan tanggal puasa. Pemerintah juga menjaga harmoni sosial di tengah perbedaan metode yang terus berlangsung.

Menunggu Kalimat yang Mengubah Ritme Negeri

Pada akhirnya, sidang isbat bukan sekadar tentang melihat bulan. Sidang ini menentukan kapan ritme Indonesia berubah.

Warung makan akan menutup tirainya di siang hari. Masjid akan dipenuhi jamaah tarawih. Jalanan akan ramai menjelang waktu berbuka.

Ramadhan selalu mengubah wajah negeri ini. Dan seperti setiap tahun, semuanya akan dimulai dengan satu pengumuman sederhana.

Pemerintah akan mengatakan bahwa umat Islam Indonesia mulai berpuasa. Karena di negeri ini, pergerakan bulan tidak hanya mengubah langit tetapi juga mengubah kehidupan seluruh bangsa. @dimas

Tags: 1447 HHilalHisabIslamKementerian AgamaMuhammadiyahNasionalPuasaRamadhanRukyatSidang

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Komunisme, Islam, dan Luka Madiun

Komunisme, Islam, dan Luka Madiun

by Tabooo
Mei 31, 2026

Komunisme, Islam, dan Luka Madiun bukan hanya cerita tentang Musso, Soekarno, Hatta, atau elite politik yang berebut arah revolusi. Tragedi...

Next Post
Jokowi Effect: Mantan Presiden, Jabatan Selesai tapi Pengaruh Belum Usai

Jokowi Effect: Mantan Presiden, Jabatan Selesai tapi Pengaruh Belum Usai

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id