Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Rencanakan Aksi Sejak November 2025

by dimas
Februari 28, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kejadian mengerikan terjadi di kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Seorang mahasiswa, Rehan Mujafar (21), menyerang teman dekatnya, Farradhila Ayu Pramesti (23), menggunakan kapak hingga mengalami delapan luka bacok di kening, leher, punggung, dan tangan kiri.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengungkap bahwa pelaku sudah merencanakan penganiayaan sejak November 2025.

“Rehan mengaku berniat melukai korban sejak awal November, namun baru melaksanakan aksinya Kamis pagi,” ujar Anggi, Jumat (27/2/2026).

Persiapan yang Matang

Pelaku tidak bertindak spontan. Ia membawa kapak dan parang dari rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar, senjata milik orangtuanya, dan sempat mengasahnya sebelum berangkat ke kampus.

“Pelaku menyiapkan senjatanya dengan niat membunuh korban,” kata Anggi.

Ini Belum Selesai

Starbucks Global Pangkas Gerai, Lalu Indonesia?

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

Kekerasan ini menunjukkan perencanaan matang, bukan kemarahan sesaat. Ia tiba di kampus dengan tujuan jelas, membawa alat untuk mengeksekusi niatnya.

Pertemuan di Kampus yang Mematikan

Pada Kamis (26/2/2026) pagi, Farradhila berada di ruang ujian Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum untuk seminar proposal semester delapan. Ruangan itu masih sepi ketika Rehan datang membawa senjata. Mereka sempat cekcok mulut sebelum Rehan mengayunkan kapak ke korban.

Korban terluka parah, dan rekan-rekan mahasiswa yang melihat kejadian segera melarikan Farradhila ke rumah sakit. Saksi menggambarkan suasana panik, mahasiswa berlari keluar dari lantai dua kampus saat darah bercucuran.

Motif: Asmara Berujung Kekerasan

Motif penganiayaan ini berakar dari persoalan asmara. Rehan sakit hati karena Farradhila menolak kedekatan mereka, memilih tetap dengan pacarnya. Kapolsek Bina Widya, Kompol Nusirwan, menegaskan bahwa pelaku merencanakan aksinya dengan niat membunuh korban karena rasa sakit hati itu.

“Pelaku sudah menyiapkan senjata dan niatnya jelas untuk menghabisi korban,” ujar Nusirwan.

Fakta ini menunjukkan bahwa tragedi itu bukan insiden spontan, melainkan akibat emosi pribadi yang dipupuk selama berbulan-bulan.

Status Tersangka dan Ancaman Hukum

Penyidik Unit Reskrim Polsek Bina Widya telah menetapkan Rehan Mujafar sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 469 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang mengancam hukuman hingga 12 tahun penjara. Aparat kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan tanpa pandang bulu.

Kasus ini memunculkan kekhawatiran masyarakat kampus dan publik luas tentang keamanan mahasiswa di lingkungan pendidikan. Bukan hanya korban yang terdampak, tetapi seluruh mahasiswa kini harus menghadapi rasa was-was dan trauma atas kekerasan di tempat seharusnya aman.

Kasus ini mengingatkan bahwa konflik pribadi bisa berujung tragedi ketika kontrol emosi dan akses terhadap senjata tajam tidak dibatasi. Di kampus, tempat mencari ilmu dan kedamaian, nyawa bisa terancam oleh dendam dan cinta tak terbalas. @dimas

Tags: KampusKasusKeamanan NegarakekerasanMahasiswaRiauSiswa

Kamu Melewatkan Ini

Munir, Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Impunitas

Munir, Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Impunitas

by dimas
September 23, 2026

Munir, Andrie Yunus dan bayang-bayang impunitas kembali membuka pertanyaan tentang kekerasan terhadap pembela HAM dan ruang sipil. Tabooo.id - Malam...

Menanti Keamanan di Papua, Warga Sipil Terus Dibayangi Kekerasan

Menanti Keamanan di Papua, Warga Sipil Terus Dibayangi Kekerasan

by dimas
September 20, 2026

Menanti keamanan di Papua setelah penembakan Aris Sanda. TNI memburu pelaku, sementara DPR menyoroti perlindungan warga sipil. Tabooo.id - Jalan...

Bukan Cuma Soal Asmara: Mahasiswa Jatuh, Sistem Kampus Ikut Dipertanyakan

Bukan Cuma Soal Asmara: Mahasiswa Jatuh, Sistem Kampus Ikut Dipertanyakan

by teguh
September 15, 2026

Soal asmara seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), RR (19), menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang setelah...

Next Post
KPK Geledah Rumah Eks Pj Sekda Pati, Skema Pemerasan Jabatan Terungkap

KPK Geledah Rumah Eks Pj Sekda Pati, Skema Pemerasan Jabatan Terungkap

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id