Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Motif Sakit Hati, Mahasiswi Dibacok di Lantai Dua UIN Suska Riau

by dimas
Februari 27, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Farradhila Ayu Pramesti (23), menjadi korban pembacokan di lingkungan kampus, Kamis pagi. Korban, asal Kecamatan Bintan Timur, Kepulauan Riau, duduk sendirian di ruang ujian akhir ketika pelaku menyerangnya.

Kapolsek Bina Widya, Kompol Nusirwan, mengatakan, “Pelaku berangkat dari Bangkinang membawa parang dan kampak. Dugaan awal, ia ingin membunuh korban karena korban hendak memutuskan hubungan, dan sudah punya pacar lain.” ujarnya.

Pelaku dan Motif

Pelaku, Rehan Mujafar (21), mahasiswa semester VIII jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum, merupakan warga asal Bangkinang, Kabupaten Kampar. Polisi menangkap dan menahan Rehan di Mapolsek Bina Widya. Menurut Nusirwan, motif pembacokan berkaitan dengan persoalan asmara. Rehan merasa sakit hati karena korban hendak memutuskan hubungan.

Kronologi Pembacokan

Sekitar pukul 07.30 WIB, Rehan memasuki kampus dan langsung naik ke lantai dua gedung Fakultas Syariah dan Hukum. Ia menemui Farradhila dan sempat menyampaikan rasa sakit hatinya sebelum menyerang korban dengan kampak. Farradhila mengalami luka di tangan kiri dan kepala, kemudian berlari ke luar ruangan sambil bersimbah darah.

“Pelaku mengejar korban, tapi berhenti setelah banyak mahasiswa meneriaki dan memintanya menghentikan aksinya,” ujar Nusirwan.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Petugas keamanan kampus segera menolong korban dan membawanya ke rumah sakit. Sementara itu, pelaku berhasil diamankan sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian. Polisi menyita satu bilah kampak dan satu bilah parang sebagai barang bukti.

Dampak dan Refleksi

Tragedi ini mengejutkan seluruh civitas akademika. Kejadian di ruang ujian akhir, yang seharusnya menjadi tempat belajar dan pengembangan diri, berubah menjadi lokasi kekerasan yang mengancam keselamatan mahasiswa. Selain itu, insiden ini menimbulkan ketakutan bagi mahasiswa lain, terutama mahasiswi, karena ancaman kekerasan bisa datang dari orang yang mereka kenal.

Kasus ini menegaskan bahwa persoalan asmara tidak bisa dijadikan alasan kekerasan. Aparat kampus dan polisi harus memastikan lingkungan akademik aman, sementara masyarakat harus sadar bahwa keselamatan publik tidak boleh tergadai oleh emosi pribadi.

Pada akhirnya, tragedi ini meninggalkan pertanyaan serius Apakah kampus benar-benar menjadi tempat belajar yang aman, atau hanya ruang di mana konflik pribadi bisa berubah menjadi kekerasan nyata? @dimas

Tags: AmanKampusKeadilanKeamanan NegarakekerasanKriminal & HukumMahasiswaMahasiswi

Kamu Melewatkan Ini

Reformasi Jilid 2: Gerakan Moral atau Sekadar Label Politik?

Reformasi Jilid 2: Gerakan Moral atau Sekadar Label Politik?

by teguh
Juni 12, 2026

Aksi mahasiswa kembali memenuhi jalanan. Spanduk kritik bermunculan. Tagar perlawanan beredar luas di media sosial. Di tengah suasana itu, satu...

Melawan Simplifikasi Sejarah: Indonesia Sedang Menuju Reformasi Jilid 2?

Melawan Simplifikasi Sejarah: Indonesia Sedang Menuju Reformasi Jilid 2?

by teguh
Juni 12, 2026

Di bawah terik siang yang membakar aspal ibu kota, mahasiswa kembali berdiri di jalanan. Mereka membawa poster, pengeras suara, dan...

Reformasi Jilid 2: Alarm Demokrasi atau Kepanikan Politik?

Reformasi Jilid 2: Alarm Demokrasi atau Kepanikan Politik?

by teguh
Juni 12, 2026

"Gerakan mahasiswa tidak bisa disederhanakan hanya sebagai fenomena FOMO. Secara teoritis, mahasiswa bertindak sebagai moral force dan agent of change."...

Next Post
Viral Video Bantuan Lansia Atas Nama Purbaya, Ini Faktanya

Viral Video Bantuan Lansia Atas Nama Purbaya, Ini Faktanya

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id