Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nvidia hingga AWS, Indonesia Bidik Investasi Teknologi Kelas Dunia

by teguh
Januari 24, 2026
in Global
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Indonesia kembali memainkan kartu diplomasi ekonomi di panggung global. Kali ini bukan lewat pidato panjang, melainkan lewat meja pertemuan dan nama-nama besar industri digital dunia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambangi para raksasa teknologi Amerika Serikat di sela World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.

Langkah ini menjadi tindak lanjut dari perundingan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pesannya jelas Indonesia tidak hanya ingin jadi pasar, tapi juga tujuan investasi strategis.

Davos, Digital, dan Diplomasi Ekonomi

Pertemuan berlangsung di Indonesia Pavilion, ruang yang sengaja disiapkan untuk memamerkan peluang dan kesiapan Indonesia di mata investor global. Di sana, Airlangga berdialog langsung dengan pimpinan sejumlah perusahaan teknologi asal AS.

Nama-namanya bukan pemain kecil. Nvidia, Amazon Web Service (AWS), Docusign, Crowdstrike, hingga Cloudflare masuk dalam daftar perusahaan yang menunjukkan ketertarikan. Dari dalam negeri, Nongsa Digital Park turut hadir sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam, kawasan yang sejak awal diproyeksikan sebagai hub ekonomi digital.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut dialog ini membahas potensi investasi konkret, mulai dari data center, keamanan siber, hingga infrastruktur digital. Semua sektor itu kini menjadi tulang punggung ekonomi digital global.

Ini Belum Selesai

Prancis Membara, Penjarahan Massal Pecah di Tengah Demo Biaya Hidup

Pilot WNI Bikin Pesawat Kargo Putar Balik: Ada yang Salah di Prosedur Israel?

Siapa Diuntungkan?

Bagi pemerintah, pertemuan ini membuka peluang masuknya modal besar, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja baru. Indonesia berpotensi mempercepat transformasi digital tanpa harus memulai dari nol.

Bagi perusahaan global, Indonesia menawarkan kombinasi menarik pasar besar, bonus demografi, serta posisi strategis di Asia Tenggara. KEK seperti Batam memberi insentif fiskal dan kemudahan regulasi yang sulit diabaikan.

Namun, di sisi lain, pelaku industri lokal juga menghadapi tantangan. Masuknya raksasa global bisa memperketat persaingan. Tanpa kesiapan SDM dan ekosistem yang kuat, pemain lokal berisiko hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

Digital Jadi Bahasa Baru Investasi

Pertemuan di Davos ini menegaskan arah kebijakan ekonomi Indonesia yang makin condong ke sektor digital. Data center dan keamanan siber bukan lagi isu teknis, melainkan aset geopolitik. Negara yang menguasai data dan infrastrukturnya punya posisi tawar lebih kuat di ekonomi global.

Airlangga tampak ingin memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam peta ini. Dengan menggandeng pemain global, pemerintah berharap percepatan bisa terjadi tanpa mengorbankan kepentingan nasional.

Tak Hanya Amerika, Yordania Ikut Masuk Agenda

Di Davos yang sama, Airlangga juga bertemu Menteri Investasi Yordania Tareq Abu Ghazaleh. Pertemuan ini melibatkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani serta CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir.

Mereka membahas tindak lanjut Nota Kesepahaman antara Danantara dan Jordan Investment Fund. Fokusnya pada peluang investasi strategis di Kerajaan Hashemite Yordania. Artinya, Indonesia tidak hanya menarik investasi masuk, tetapi juga mulai aktif menanamkan modal ke luar negeri.

Antara Peluang dan Pekerjaan Rumah

Diplomasi ekonomi di Davos menunjukkan Indonesia makin percaya diri tampil sebagai pemain, bukan sekadar tamu. Namun, investasi besar selalu datang bersama pekerjaan rumah: regulasi yang konsisten, perlindungan data, dan kesiapan tenaga kerja.

Jika semua itu berjalan seimbang, investasi digital bisa menjadi mesin pertumbuhan baru. Jika tidak, kita hanya akan kebagian server, sementara nilai tambahnya terbang ke luar negeri. Di era ekonomi digital, yang paling mahal bukan teknologinya, tapi kedaulatan dalam mengelolanya. @teguh

Tags: ASDavosDigitalGlobalInfrastrukturInvestasiNasionalNvidiaPerusahaanServerSiber

Kamu Melewatkan Ini

Gotong Royong, Modal Pembangunan yang Sering Dilupakan

Gotong Royong, Modal Pembangunan yang Sering Dilupakan

by dimas
September 11, 2026

Gotong royong bukan sekadar kerja bakti, tetapi modal sosial untuk membangun dan merawat infrastruktur. Saatnya menghitung potensi selain uang. Tabooo.id...

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Next Post
Sempat Tertinggal Jauh, Sabar/Reza Bangkit dan Tekuk Malaysia di Istora

Sempat Tertinggal Jauh, Sabar/Reza Bangkit dan Tekuk Malaysia di Istora

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id