Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nvidia hingga AWS, Indonesia Bidik Investasi Teknologi Kelas Dunia

by teguh
Januari 24, 2026
in Global
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Indonesia kembali memainkan kartu diplomasi ekonomi di panggung global. Kali ini bukan lewat pidato panjang, melainkan lewat meja pertemuan dan nama-nama besar industri digital dunia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambangi para raksasa teknologi Amerika Serikat di sela World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.

Langkah ini menjadi tindak lanjut dari perundingan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pesannya jelas Indonesia tidak hanya ingin jadi pasar, tapi juga tujuan investasi strategis.

Davos, Digital, dan Diplomasi Ekonomi

Pertemuan berlangsung di Indonesia Pavilion, ruang yang sengaja disiapkan untuk memamerkan peluang dan kesiapan Indonesia di mata investor global. Di sana, Airlangga berdialog langsung dengan pimpinan sejumlah perusahaan teknologi asal AS.

Nama-namanya bukan pemain kecil. Nvidia, Amazon Web Service (AWS), Docusign, Crowdstrike, hingga Cloudflare masuk dalam daftar perusahaan yang menunjukkan ketertarikan. Dari dalam negeri, Nongsa Digital Park turut hadir sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam, kawasan yang sejak awal diproyeksikan sebagai hub ekonomi digital.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut dialog ini membahas potensi investasi konkret, mulai dari data center, keamanan siber, hingga infrastruktur digital. Semua sektor itu kini menjadi tulang punggung ekonomi digital global.

Ini Belum Selesai

Bahasa Prancis Wajib di Sekolah? Saat Diplomasi Masuk ke Ruang Kelas

Amerika Serikat Serang Iran Lagi: Perdamaian Tinggal Formalitas?

Siapa Diuntungkan?

Bagi pemerintah, pertemuan ini membuka peluang masuknya modal besar, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja baru. Indonesia berpotensi mempercepat transformasi digital tanpa harus memulai dari nol.

Bagi perusahaan global, Indonesia menawarkan kombinasi menarik pasar besar, bonus demografi, serta posisi strategis di Asia Tenggara. KEK seperti Batam memberi insentif fiskal dan kemudahan regulasi yang sulit diabaikan.

Namun, di sisi lain, pelaku industri lokal juga menghadapi tantangan. Masuknya raksasa global bisa memperketat persaingan. Tanpa kesiapan SDM dan ekosistem yang kuat, pemain lokal berisiko hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

Digital Jadi Bahasa Baru Investasi

Pertemuan di Davos ini menegaskan arah kebijakan ekonomi Indonesia yang makin condong ke sektor digital. Data center dan keamanan siber bukan lagi isu teknis, melainkan aset geopolitik. Negara yang menguasai data dan infrastrukturnya punya posisi tawar lebih kuat di ekonomi global.

Airlangga tampak ingin memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam peta ini. Dengan menggandeng pemain global, pemerintah berharap percepatan bisa terjadi tanpa mengorbankan kepentingan nasional.

Tak Hanya Amerika, Yordania Ikut Masuk Agenda

Di Davos yang sama, Airlangga juga bertemu Menteri Investasi Yordania Tareq Abu Ghazaleh. Pertemuan ini melibatkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani serta CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir.

Mereka membahas tindak lanjut Nota Kesepahaman antara Danantara dan Jordan Investment Fund. Fokusnya pada peluang investasi strategis di Kerajaan Hashemite Yordania. Artinya, Indonesia tidak hanya menarik investasi masuk, tetapi juga mulai aktif menanamkan modal ke luar negeri.

Antara Peluang dan Pekerjaan Rumah

Diplomasi ekonomi di Davos menunjukkan Indonesia makin percaya diri tampil sebagai pemain, bukan sekadar tamu. Namun, investasi besar selalu datang bersama pekerjaan rumah: regulasi yang konsisten, perlindungan data, dan kesiapan tenaga kerja.

Jika semua itu berjalan seimbang, investasi digital bisa menjadi mesin pertumbuhan baru. Jika tidak, kita hanya akan kebagian server, sementara nilai tambahnya terbang ke luar negeri. Di era ekonomi digital, yang paling mahal bukan teknologinya, tapi kedaulatan dalam mengelolanya. @teguh

Tags: ASDavosDigitalGlobalInfrastrukturInvestasiNasionalNvidiaPerusahaanServerSiber

Kamu Melewatkan Ini

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

by teguh
Juni 11, 2026

Lima juta kendaraan di Jawa Tengah tidak membayar pajak hingga akhir 2025. Angka itu bukan sekadar catatan administrasi. Nilainya mencapai...

Lima Juta Kendaraan Menunggak, APBD Jawa Tengah Kehilangan Nafas

Lima Juta Kendaraan Menunggak, APBD Jawa Tengah Kehilangan Nafas

by teguh
Juni 11, 2026

Lebih dari lima juta kendaraan di Jawa Tengah tercatat masih menunggak pajak hingga akhir 2025. Nilainya tidak kecil. Pemerintah Provinsi...

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

Next Post
Sempat Tertinggal Jauh, Sabar/Reza Bangkit dan Tekuk Malaysia di Istora

Sempat Tertinggal Jauh, Sabar/Reza Bangkit dan Tekuk Malaysia di Istora

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id