Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IKN Dilihat PBB: Validasi Global atau Diplomasi Basa-Basi?

by teguh
Mei 10, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter
Panas siang di Nusantara belum surut ketika rombongan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasuki Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Di tengah kritik yang belum berhenti dan masih jadi polemik justru IKN dilihat PBB dan Kunjungan ini mulai menarik perhatian global.

Tabooo.id – Saat IKN Dilihat PBB Pertanyaannya sederhana, tapi mengganggu apakah dunia mulai percaya pada IKN, atau Indonesia masih sibuk mencari pengakuan?. Pada 13/04/2026, perwakilan United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) mengunjungi kawasan IKN. Allan Mendoza, Security Adviser and Representative of UNDSS to Indonesia and Timor-Leste, memimpin langsung rombongan itu. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut mereka bersama jajaran pemerintah.

Sekilas, kunjungan itu terlihat biasa. Delegasi internasional datang, melihat proyek, lalu pulang. Tapi dalam diplomasi, simbol sering berbicara lebih keras daripada konferensi pers.

PBB Tidak Datang Tanpa Alasan

UNDSS memang bertugas memastikan keamanan seluruh entitas PBB di berbagai negara. Karena itu, mereka tidak sekadar melihat gedung atau jalan baru. Mereka membaca kesiapan wilayah.

Allan Mendoza mengaku tertarik pada perkembangan Nusantara. Ia menyebut kunjungan ini sebagai tindak lanjut survei komunitas diplomatik tahun sebelumnya.

“Kami tertarik dengan berbagai perkembangan yang terjadi di Ibu Kota Nusantara. Salah satu latar belakang kunjungan kami adalah untuk menindaklanjuti survei yang dilakukan diplomatic community tahun lalu,” ujar Allan.

Ia juga memuji keterbukaan Otorita IKN terhadap komunitas internasional.

Ini Belum Selesai

Jangkauan Menyusut, Kepercayaan Ikut Tergerus: Siapa Yang Mengawasi Algoritma?

Kericuhan Demo di DPRD DIY, Massa Berlarian hingga Malioboro

“Ternyata Otorita IKN sangat membuka pintu bagi UN untuk hal ini. Kami akan menyampaikan kabar itu. Harapannya, perwakilan kami yang lain dapat berkunjung ke sini juga,” lanjutnya.

Kalimat itu terdengar formal. Tapi maknanya tidak kecil.

Ketika lembaga internasional mulai datang, mereka biasanya sedang mengukur sesuatu keamanan, kesiapan, dan stabilitas jangka panjang.

Pemerintah Bangun Kota, Tapi Publik Masih Menghitung Risiko

Di depan delegasi PBB, Basuki Hadimuljono menjelaskan arah pembangunan IKN hingga 2045.

Pemerintah kini mengejar penyelesaian kawasan inti pemerintahan. Setelah itu, pembangunan bergerak ke kawasan legislatif dan yudikatif.

“Saat ini, kita telah bersiap menyelesaikan pembangunan sektor inti pusat pemerintahan perkantoran,” kata Basuki.

“Tahun mendatang, kami akan fokus pada pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif,” lanjutnya.

Pemerintah ingin menunjukkan optimisme. Namun publik belum bergerak dalam ritme yang sama.

Sebagian orang melihat IKN sebagai simbol lompatan Indonesia menuju 2045. Sebagian lain masih mempertanyakan prioritas anggaran, ketimpangan pembangunan, dan manfaat langsung bagi rakyat.

Di sinilah konflik besar itu muncul dunia mulai melirik, tapi sebagian warga masih menahan percaya.

Validasi Global Belum Tentu Menjadi Kepercayaan Publik

Pengamat hubungan internasional Prof. Hikmahanto Juwana menilai perhatian lembaga internasional bisa menjadi sinyal penting.

“Ketika lembaga internasional mulai hadir dan memetakan situasi keamanan, itu menunjukkan perhatian serius. Tapi perhatian belum tentu berarti legitimasi penuh,” ujarnya.

Sosiolog perkotaan Dr. Hempri Suyatna juga mengingatkan satu hal penting: kota tidak hidup karena beton.

“Pemerintah perlu membangun legitimasi sosial. Kota bukan hanya gedung, tapi rasa memiliki masyarakat terhadap ruang itu,” katanya.

Sejarah memberi banyak contoh. Banyak kota megah gagal menjadi rumah. Banyak proyek besar kehilangan makna ketika masyarakat merasa asing terhadapnya.

Ini Bukan Sekadar Kunjungan Diplomatik

Kedatangan UNDSS bukan cuma agenda seremonial. IKN sedang memasuki fase baru pertarungan legitimasi.

Pemerintah ingin membuktikan bahwa Nusantara bukan proyek sementara. Dunia mulai melihat peluang. Investor mulai menghitung kemungkinan.

Namun pertanyaan paling berat tetap datang dari dalam negeri. kalau dunia mulai percaya, apakah rakyat sudah ikut yakin?

Karena pada akhirnya, negara bisa membangun gedung dalam hitungan tahun.

Tapi negara sering membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun kepercayaan.

Yang Dipertaruhkan Bukan Hanya Kota Baru

IKN bukan cuma soal jalan, gedung, atau pusat pemerintahan baru.

IKN sedang menguji satu hal besar mampukah Indonesia menjual masa depan yang juga dipercaya rakyatnya sendiri?

Sebab kadang yang paling mahal bukan pembangunan. Yang paling mahal adalah keyakinan bahwa pembangunan itu memang untuk semua orang.

Gedung bisa berdiri cepat. Tapi kepercayaan publik sering tumbuh jauh lebih lambat. @teguh

Tags: Basuki HadimuljonoDiplomasi GlobalIKNInfrastrukturKepercayaan PublikNusantaraPBBPemerintahanPolitik IndonesiaUNDSS

Kamu Melewatkan Ini

Mengapa Publik Makin Skeptis terhadap Janji Pejabat?

Mengapa Publik Makin Skeptis terhadap Janji Pejabat?

by eko
Oktober 18, 2026

Mengapa publik makin skeptis terhadap janji pejabat? Simak bagaimana jarak antara ucapan dan tindakan memengaruhi kepercayaan masyarakat. Tabooo.id - Ada...

Tujuh Kali Reshuffle, Seberapa Jauh Pemerintahan Berubah?

Tujuh Kali Reshuffle, Seberapa Jauh Pemerintahan Berubah?

by dimas
Oktober 3, 2026

Tujuh kali reshuffle kabinet Prabowo memunculkan pertanyaan: seberapa jauh pergantian pejabat mampu mengubah kinerja dan arah pemerintahan? Tabooo.id - Istana...

Reshuffle Prabowo: Peta Kekuasaan Bergeser, Dari Istana hingga Polri

Reshuffle Prabowo: Peta Kekuasaan Bergeser, Dari Istana hingga Polri

by dimas
Oktober 1, 2026

Reshuffle Prabowo mengubah sejumlah posisi strategis, dari Istana, kementerian, hingga Polri, dengan 18 pejabat baru untuk sisa masa pemerintahan 2024-2029....

Next Post
“Robot Bernyawa”, Lagu SWAMI yang Ternyata Belum Benar-Benar Usang

“Robot Bernyawa”, Lagu SWAMI yang Ternyata Belum Benar-Benar Usang

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id