Tabooo.id: Sports – Sorak Istora sempat tertahan. Dalam sekejap, keunggulan hilang, jarak melebar, dan tekanan datang bertubi-tubi. Namun justru di titik itulah Sabar Karyaman/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani menunjukkan siapa mereka sebenarnya. Jumat (23/01/2026) malam, pasangan ganda putra Indonesia ini menulis cerita kebangkitan dramatis di perempat final Indonesia Masters 2026.
Tertinggal Jauh, Lalu Bangkit di Titik Genting
Bermain di Istora Senayan, Sabar/Reza menghadapi perlawanan keras dari pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee. Sejak awal gim pertama, duel berlangsung panas. Reli cepat, adu drive, dan tekanan nonstop membuat tempo pertandingan tinggi.
Masalah muncul ketika Chong/Wun Tee meraih enam poin beruntun. Skor berubah mencolok menjadi 12-6 untuk wakil Malaysia. Istora sempat terdiam. Namun, momen itu justru menjadi pemantik kebangkitan.
Sabar/Reza tak panik. Mereka memperlambat tempo, merapikan rotasi, dan mulai memetik poin satu per satu. Selisih enam poin dipangkas menjadi empat, lalu dua. Ketegangan memuncak saat skor menyentuh angka kritis.
Deuce Panas, Mental Bicara
Saat papan skor menunjukkan 20-20, tekanan benar-benar menguji mental. Di momen inilah Sabar/Reza tampil cerdik. Variasi pukulan dan penempatan bola presisi membuat Chong/Wun Tee kehilangan ritme. Dua poin krusial berhasil diraih, dan gim pertama pun jatuh ke tangan Indonesia dengan skor 24-22.
Istora meledak. Tepuk tangan panjang mengiringi kemenangan gim pembuka yang terasa seperti kemenangan mental.
Gim Kedua Ujian Konsistensi
Gim kedua tak kalah berat. Pasangan Malaysia kembali agresif dan mencuri poin cepat. Skor berjalan ketat 4-4, 5-5, 6-6. Namun, Sabar/Reza kembali menemukan momentum. Tujuh poin beruntun mereka raih, membawa keunggulan menjadi 13-6.
Chong/Wun Tee belum menyerah. Empat poin beruntun mereka kumpulkan, membuat tensi kembali naik. Dalam kondisi genting, Sabar/Reza menunjukkan kedewasaan permainan. Mereka memilih bermain aman, menunggu kesalahan lawan, dan menjaga fokus.
Skor bergerak ke 16-11, lalu kembali dikejar hingga 18-17. Istora kembali menahan napas.
Kunci di Poin Akhir
Pada fase paling menentukan, Sabar/Reza tak goyah. Mereka memperlebar jarak menjadi 19-17, sempat didekati ke 19-18, lalu kembali menjauh ke 20-18. Dua poin terakhir mereka amankan dengan kepala dingin. Gim kedua ditutup dengan skor 22-20.
Kemenangan dua gim langsung itu memastikan langkah Sabar/Reza ke semifinal.
Lebih dari Sekadar Tiket Semifinal
Kemenangan ini bukan cuma soal skor. Ia menjadi cermin karakter. Sabar/Reza membuktikan bahwa ketenangan dan kesabaran bisa mengalahkan agresivitas murni. Di hadapan publik sendiri, mereka menunjukkan bahwa mental juara lahir dari situasi paling sulit.
Bagi publik Istora, malam ini kembali menegaskan satu hal selama pemain Indonesia masih mau berjuang sampai titik terakhir, harapan selalu punya tempat untuk bersuara. @teguh





