Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sempat Tertinggal Jauh, Sabar/Reza Bangkit dan Tekuk Malaysia di Istora

by teguh
Januari 24, 2026
in Sports
A A
Home Reality Sports
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Sorak Istora sempat tertahan. Dalam sekejap, keunggulan hilang, jarak melebar, dan tekanan datang bertubi-tubi. Namun justru di titik itulah Sabar Karyaman/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani menunjukkan siapa mereka sebenarnya. Jumat (23/01/2026) malam, pasangan ganda putra Indonesia ini menulis cerita kebangkitan dramatis di perempat final Indonesia Masters 2026.

Tertinggal Jauh, Lalu Bangkit di Titik Genting

Bermain di Istora Senayan, Sabar/Reza menghadapi perlawanan keras dari pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee. Sejak awal gim pertama, duel berlangsung panas. Reli cepat, adu drive, dan tekanan nonstop membuat tempo pertandingan tinggi.

Masalah muncul ketika Chong/Wun Tee meraih enam poin beruntun. Skor berubah mencolok menjadi 12-6 untuk wakil Malaysia. Istora sempat terdiam. Namun, momen itu justru menjadi pemantik kebangkitan.

Sabar/Reza tak panik. Mereka memperlambat tempo, merapikan rotasi, dan mulai memetik poin satu per satu. Selisih enam poin dipangkas menjadi empat, lalu dua. Ketegangan memuncak saat skor menyentuh angka kritis.

Deuce Panas, Mental Bicara

Saat papan skor menunjukkan 20-20, tekanan benar-benar menguji mental. Di momen inilah Sabar/Reza tampil cerdik. Variasi pukulan dan penempatan bola presisi membuat Chong/Wun Tee kehilangan ritme. Dua poin krusial berhasil diraih, dan gim pertama pun jatuh ke tangan Indonesia dengan skor 24-22.

Ini Belum Selesai

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Herdman: Ini Kemenangan Kami Tunggu 38 Tahun

Timnas Indonesia vs Oman: Saatnya Akhiri Kutukan 38 Tahun atau Kembali Terjebak Masa Lalu?

Istora meledak. Tepuk tangan panjang mengiringi kemenangan gim pembuka yang terasa seperti kemenangan mental.

Gim Kedua Ujian Konsistensi

Gim kedua tak kalah berat. Pasangan Malaysia kembali agresif dan mencuri poin cepat. Skor berjalan ketat 4-4, 5-5, 6-6. Namun, Sabar/Reza kembali menemukan momentum. Tujuh poin beruntun mereka raih, membawa keunggulan menjadi 13-6.

Chong/Wun Tee belum menyerah. Empat poin beruntun mereka kumpulkan, membuat tensi kembali naik. Dalam kondisi genting, Sabar/Reza menunjukkan kedewasaan permainan. Mereka memilih bermain aman, menunggu kesalahan lawan, dan menjaga fokus.

Skor bergerak ke 16-11, lalu kembali dikejar hingga 18-17. Istora kembali menahan napas.

Kunci di Poin Akhir

Pada fase paling menentukan, Sabar/Reza tak goyah. Mereka memperlebar jarak menjadi 19-17, sempat didekati ke 19-18, lalu kembali menjauh ke 20-18. Dua poin terakhir mereka amankan dengan kepala dingin. Gim kedua ditutup dengan skor 22-20.

Kemenangan dua gim langsung itu memastikan langkah Sabar/Reza ke semifinal.

Lebih dari Sekadar Tiket Semifinal

Kemenangan ini bukan cuma soal skor. Ia menjadi cermin karakter. Sabar/Reza membuktikan bahwa ketenangan dan kesabaran bisa mengalahkan agresivitas murni. Di hadapan publik sendiri, mereka menunjukkan bahwa mental juara lahir dari situasi paling sulit.

Bagi publik Istora, malam ini kembali menegaskan satu hal selama pemain Indonesia masih mau berjuang sampai titik terakhir, harapan selalu punya tempat untuk bersuara. @teguh

Tags: HarapanKonsistensiMalaysiaPoinSemifinalSosial & PublikTiket

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Kebanjiran AI Slop YouTube Akhirnya Pasang Rem

Kebanjiran AI Slop YouTube Akhirnya Pasang Rem

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id