Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Motor Listrik Honda Terbaru: Sporty Tanpa Bikin Pegal

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture, Otomotif
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Otomotif – Pernah nggak kamu membayangkan motor sport yang terlihat galak, tetapi justru memberi rasa santai saat dikendarai? Selama ini, banyak orang menganggap motor listrik kurang greget. Namun, Honda memilih arah berbeda. Alih-alih mengejar kesan brutal, Honda justru menonjolkan kenyamanan. Di situlah daya tariknya mulai terasa.

Menjelang akhir 2025, Honda semakin terbuka menunjukkan keseriusannya di pasar motor listrik. Setelah memamerkan WN7 motor listrik naked sport berperforma tinggi di EICMA, Honda kembali memancing rasa penasaran publik. Kali ini, bocoran gambar paten motor listrik terbarunya langsung memicu diskusi hangat di kalangan pecinta otomotif. Bukan hanya desain yang menjadi sorotan, melainkan juga filosofi berkendara yang Honda tawarkan.

Bocoran Paten yang Mengundang Tafsir

Media otomotif Visordown mengulas gambar paten tersebut dan langsung menyoroti siluet motor yang terasa akrab. Namun, semakin diperhatikan, semakin jelas pula perbedaannya. Motor ini bukan sekadar pengembangan dari WN7.

Melalui desain tersebut, Honda tampak ingin menyampaikan pesan penting. Motor listrik tidak harus selalu tampil ekstrem atau futuristis berlebihan. Sebaliknya, Honda membuka ruang bagi pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian pengendara.

Desain yang Berpihak pada Pengendara

Honda merancang area kokpit dengan pendekatan yang tidak lazim. Bangku menyatu hingga ke bagian depan, sehingga menciptakan kesan solid sekaligus futuristis. Namun, desain ini tidak berhenti pada tampilan visual. Honda secara sadar memusatkan perhatian pada ergonomi tubuh pengendara.

Ini Belum Selesai

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Selain itu, Honda memposisikan pijakan kaki sedikit lebih maju atau forward control. Menariknya, desain paten memperlihatkan kemungkinan pengaturan posisi pijakan tersebut. Dengan begitu, Honda memberi kebebasan penuh bagi pengendara untuk menyesuaikan gaya duduk baik santai ala cruiser maupun tetap sporty.

Sporty di Tampilan, Santai Saat Digunakan

Biasanya, motor sport identik dengan posisi duduk menunduk dan rasa pegal setelah perjalanan jauh. Namun, lewat konsep ini, Honda justru membalik asumsi tersebut. Motor listrik ini tetap tampil sporty, tetapi menjanjikan pengalaman berkendara yang lebih rileks.

Di satu sisi, Honda tetap menyematkan suspensi depan upside down, kaliper rem radial, serta fairing aerodinamis. Namun, di sisi lain, Honda memilih sistem penggerak belt untuk menyalurkan tenaga ke roda belakang. Pilihan ini terasa masuk akal karena belt bekerja lebih halus, lebih senyap, dan minim perawatan.

Karena itu, karakter motor listrik yang bersih dan praktis semakin terasa. Pendekatan ini juga mengingatkan pada konsep EV Outlier yang pernah Honda perkenalkan sebelumnya.

Arah Baru Motor Listrik Honda

Lebih jauh lagi, bocoran ini memperlihatkan perubahan cara Honda memandang motor sport. Honda tidak lagi memaksa pengendara tampil agresif. Sebaliknya, Honda menawarkan rasa percaya diri melalui kontrol yang stabil dan kenyamanan berkendara.

Pendekatan ini terasa relevan dengan perubahan gaya hidup urban. Saat ini, banyak pengendara terutama dari kalangan Gen Z dan Milenial tidak lagi sekadar mengejar kecepatan. Mereka mencari pengalaman berkendara yang memberi ruang jeda dari rutinitas harian.

Motor Listrik sebagai Gaya Hidup

Di titik ini, dimensi lifestyle mulai menonjol. Motor listrik dengan posisi duduk santai, getaran minim, dan suara nyaris senyap menawarkan pengalaman berkendara yang lebih tenang. Karena itu, motor semacam ini cocok untuk kehidupan kota yang padat dan bising.

Alih-alih menjadikan motor sebagai simbol agresivitas, Honda justru memosisikannya sebagai bagian dari keseimbangan hidup. Berkendara tidak lagi soal adu kecepatan, melainkan soal menikmati perjalanan.

Dari Paten ke Produksi, Tinggal Menunggu Waktu

Memang, hingga kini Honda belum mengumumkan nama resmi, spesifikasi detail, maupun jadwal peluncuran. Namun, berdasarkan pola sebelumnya, Honda biasanya membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk membawa konsep menuju versi produksi.

WN7 sendiri lebih dulu tampil sebagai konsep sebelum membuka jalan bagi arah motor listrik Honda. Jika pola itu berulang, maka motor listrik misterius ini berpotensi hadir sekitar 2027. Ketika momen itu tiba, peta persaingan motor listrik global kemungkinan ikut bergeser.

Menikmati Masa Depan dengan Cara Berbeda

Akhirnya, motor ini mungkin belum bisa kamu beli dalam waktu dekat. Namun, gagasan yang Honda tawarkan sudah terasa sekarang. Masa depan kendaraan tidak selalu tentang kecepatan atau tenaga besar. Terkadang, masa depan justru tentang kenyamanan, fleksibilitas, dan pengalaman yang lebih manusiawi.

Di dunia yang semakin bising dan serba cepat, motor sport yang mengajak pengendaranya untuk santai memang terdengar tidak biasa. Namun, justru di sanalah relevansinya.

Jadi, jika motor listrik mampu membuat perjalanan terasa lebih tenang, apakah suara knalpot masih menjadi syarat utama untuk menikmati hidup di atas dua roda? @dimas

Tags: HondainovasiMotor ListrikOtomotif

Kamu Melewatkan Ini

BRIN 5 Tahun: Inovasi Jalan, Birokrasi Jangan Jadi Rem Tangan

BRIN 5 Tahun: Inovasi Jalan, Birokrasi Jangan Jadi Rem Tangan

by teguh
April 29, 2026

BRIN merayakan usia lima tahun dengan tema Inovasi untuk Negeri. Temanya besar, pesannya kuat. Tetapi publik tetap berhak bertanya inovasi...

Dari Jasad ke Tanah: Ketika Kematian Tak Lagi Akhir, Tapi Proses

Dari Jasad ke Tanah: Ketika Kematian Tak Lagi Akhir, Tapi Proses

by Naysa
April 25, 2026

Empat puluh lima hari. Itu saja yang dibutuhkan untuk mengubah tubuh manusia menjadi tanah hidup. Bukan dikubur, bukan dibakar tapi...

Dari Abu ke Tanah Subur: Industri Duka Masuk Era Teknologi Hijau

Dari Abu ke Tanah Subur: Industri Duka Masuk Era Teknologi Hijau

by teguh
Mei 8, 2026

Selama ini, kematian identik dengan dua pilihan membakar atau mengubur. Kini teknologi menghadirkan jalur ketiga yang mulai dilirik banyak orang...

Next Post
Digitalisasi Tanpa Empati, DPR Soroti Penolakan Uang Tunai

Digitalisasi Tanpa Empati, DPR Soroti Penolakan Uang Tunai

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id