Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Abu ke Tanah Subur: Industri Duka Masuk Era Teknologi Hijau

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Selama ini, kematian identik dengan dua pilihan membakar atau mengubur. Kini teknologi menghadirkan jalur ketiga yang mulai dilirik banyak orang mengubah jasad manusia menjadi tanah subur dengan jejak karbon jauh lebih rendah. Saat dunia sibuk bicara mobil listrik dan energi hijau, industri pemakaman diam-diam ikut berubah.

Tabooo.id: Teknologi – Metode itu dikenal sebagai human composting atau pengomposan jasad manusia. Sistem ini mempercepat proses alami tubuh kembali ke tanah.

Petugas membungkus jenazah dengan kain kafan ramah lingkungan. Mereka lalu menempatkan tubuh ke kapsul logam berisi serpihan kayu, mulsa, dan bunga liar. Mesin mengalirkan oksigen secara berkala agar mikroba bekerja maksimal.

Dalam sekitar 45 hari, proses itu menghasilkan sekitar 136 kilogram tanah kaya nutrisi.

“Apa yang kami lakukan adalah mempercepat proses yang sepenuhnya alami,” kata Tom Harries, CEO Earth Funeral, dikutip CNN, dalam laporan 2026.

Kalimat itu sederhana, tetapi pesannya tajam teknologi tak selalu hadir dalam bentuk chip dan robot. Kadang, teknologi datang untuk mengubah cara manusia berpamitan.

Ini Belum Selesai

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

Industri Duka Punya Jejak Karbon

Banyak orang tak sadar bahwa pemakaman juga meninggalkan beban ekologis.

Kremasi membutuhkan gas alam besar untuk menyalakan tungku bersuhu tinggi. Sementara pemakaman konvensional sering memakai formaldehida saat pembalseman. Zat kimia itu lama menuai kritik karena berdampak pada lingkungan.

Menurut Cremation Association of North America, kremasi kini mencakup sekitar 60 persen pilihan pemakaman di Amerika Serikat.

Artinya, jutaan kematian tiap tahun ikut menghasilkan emisi. Masalahnya, orang sering menghitung karbon saat hidup, tetapi lupa menghitungnya saat pergi.

Ketika Kenangan Tumbuh Jadi Bunga

Teknologi ini bukan hanya bicara angka karbon. Metode ini juga menyentuh sisi emosional keluarga.

Laura Muckenhoupt, ibu dari Miles yang meninggal di usia 22 tahun, memilih cara ini untuk putranya. Tanah hasil proses itu kini hadir di berbagai tempat.

Sebagian tanah menumbuhkan pohon markisa di Portugal. Sebagian lain menumbuhkan pakis di Hawaii. Di rumah Laura, tanah itu membantu semak mawar tumbuh subur.

“Setiap kali semak mawar itu mekar, rasanya seperti sebuah hadiah, kunjungan kecil darinya,” katanya.

Duka yang biasanya dingin, kini hadir dalam bentuk bunga.

Legal, Tapi Tetap Memicu Debat

Saat ini, praktik pengomposan jasad sudah legal di 12 negara bagian Amerika Serikat. Delapan negara bagian lain masih membahas rancangan aturan serupa.

Sebagian pihak memuji inovasi ini sebagai masa depan pemakaman hijau. Namun pihak lain mempertanyakan aspek etika, budaya, dan agama.

Wajar. Setiap teknologi baru selalu menguji tradisi lama.

Ini Bukan Soal Mati, Tapi Cara Kita Hidup

Human composting membawa pertanyaan besar jika hidup modern mengejar keberlanjutan, mengapa kematian tertinggal?

Dulu, teknologi fokus memperpanjang umur. Kini teknologi mulai membantu manusia menutup perjalanan dengan cara berbeda.

Dan mungkin, masa depan bukan hanya soal hidup lebih lama tetapi pergi dengan jejak yang lebih ringan. @teguh

Tags: inovasijenazahLingkunganprosesTanah

Kamu Melewatkan Ini

Rp 3 Triliun untuk Sampah: Solusi Energi Masa Depan atau Proyek Ambisius Baru?

Rp 3 Triliun untuk Sampah: Solusi Energi Masa Depan atau Proyek Ambisius Baru?

by teguh
Juni 2, 2026

Gunungan sampah yang terus membesar akhirnya mendorong pemerintah mengambil langkah besar. Pemerintah pusat kini menyiapkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi...

Desa Dibiarkan Mengurus Sampah Sendiri, Lalu Negara Mengurus Apa?

Desa Dibiarkan Mengurus Sampah Sendiri, Lalu Negara Mengurus Apa?

by teguh
Mei 8, 2026

Pagi di Jalan Raya Dusun Seruni, Desa Banjartanggul, selalu datang bersama bau menyengat. Sebelum kendaraan melintas ramai, tumpukan sampah sudah...

BRIN 5 Tahun: Inovasi Jalan, Birokrasi Jangan Jadi Rem Tangan

BRIN 5 Tahun: Inovasi Jalan, Birokrasi Jangan Jadi Rem Tangan

by teguh
April 29, 2026

BRIN merayakan usia lima tahun dengan tema Inovasi untuk Negeri. Temanya besar, pesannya kuat. Tetapi publik tetap berhak bertanya inovasi...

Next Post
Dipha Barus & Hindia Bongkar Luka yang Kita Wariskan Tanpa Sadar

Dipha Barus & Hindia Bongkar Luka yang Kita Wariskan Tanpa Sadar

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id