Minggu, November 1, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Abu ke Tanah Subur: Industri Duka Masuk Era Teknologi Hijau

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Selama ini, kematian identik dengan dua pilihan membakar atau mengubur. Kini teknologi menghadirkan jalur ketiga yang mulai dilirik banyak orang mengubah jasad manusia menjadi tanah subur dengan jejak karbon jauh lebih rendah. Saat dunia sibuk bicara mobil listrik dan energi hijau, industri pemakaman diam-diam ikut berubah.

Tabooo.id: Teknologi – Metode itu dikenal sebagai human composting atau pengomposan jasad manusia. Sistem ini mempercepat proses alami tubuh kembali ke tanah.

Petugas membungkus jenazah dengan kain kafan ramah lingkungan. Mereka lalu menempatkan tubuh ke kapsul logam berisi serpihan kayu, mulsa, dan bunga liar. Mesin mengalirkan oksigen secara berkala agar mikroba bekerja maksimal.

Dalam sekitar 45 hari, proses itu menghasilkan sekitar 136 kilogram tanah kaya nutrisi.

“Apa yang kami lakukan adalah mempercepat proses yang sepenuhnya alami,” kata Tom Harries, CEO Earth Funeral, dikutip CNN, dalam laporan 2026.

Kalimat itu sederhana, tetapi pesannya tajam teknologi tak selalu hadir dalam bentuk chip dan robot. Kadang, teknologi datang untuk mengubah cara manusia berpamitan.

Ini Belum Selesai

Pajak Pembalut: Ketika Kebutuhan Biologis Dikenai Pajak

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

Industri Duka Punya Jejak Karbon

Banyak orang tak sadar bahwa pemakaman juga meninggalkan beban ekologis.

Kremasi membutuhkan gas alam besar untuk menyalakan tungku bersuhu tinggi. Sementara pemakaman konvensional sering memakai formaldehida saat pembalseman. Zat kimia itu lama menuai kritik karena berdampak pada lingkungan.

Menurut Cremation Association of North America, kremasi kini mencakup sekitar 60 persen pilihan pemakaman di Amerika Serikat.

Artinya, jutaan kematian tiap tahun ikut menghasilkan emisi. Masalahnya, orang sering menghitung karbon saat hidup, tetapi lupa menghitungnya saat pergi.

Ketika Kenangan Tumbuh Jadi Bunga

Teknologi ini bukan hanya bicara angka karbon. Metode ini juga menyentuh sisi emosional keluarga.

Laura Muckenhoupt, ibu dari Miles yang meninggal di usia 22 tahun, memilih cara ini untuk putranya. Tanah hasil proses itu kini hadir di berbagai tempat.

Sebagian tanah menumbuhkan pohon markisa di Portugal. Sebagian lain menumbuhkan pakis di Hawaii. Di rumah Laura, tanah itu membantu semak mawar tumbuh subur.

“Setiap kali semak mawar itu mekar, rasanya seperti sebuah hadiah, kunjungan kecil darinya,” katanya.

Duka yang biasanya dingin, kini hadir dalam bentuk bunga.

Legal, Tapi Tetap Memicu Debat

Saat ini, praktik pengomposan jasad sudah legal di 12 negara bagian Amerika Serikat. Delapan negara bagian lain masih membahas rancangan aturan serupa.

Sebagian pihak memuji inovasi ini sebagai masa depan pemakaman hijau. Namun pihak lain mempertanyakan aspek etika, budaya, dan agama.

Wajar. Setiap teknologi baru selalu menguji tradisi lama.

Ini Bukan Soal Mati, Tapi Cara Kita Hidup

Human composting membawa pertanyaan besar jika hidup modern mengejar keberlanjutan, mengapa kematian tertinggal?

Dulu, teknologi fokus memperpanjang umur. Kini teknologi mulai membantu manusia menutup perjalanan dengan cara berbeda.

Dan mungkin, masa depan bukan hanya soal hidup lebih lama tetapi pergi dengan jejak yang lebih ringan. @teguh

Tags: inovasijenazahLingkunganprosesTanah

Kamu Melewatkan Ini

Asap Belum Hilang, Sawit Sudah Tumbuh: Siapa di Baliknya?

Asap Belum Hilang, Sawit Sudah Tumbuh: Siapa di Baliknya?

by dimas
Oktober 24, 2026

Asap kebakaran belum hilang, bibit sawit mulai tumbuh di sejumlah lahan. Siapa yang menguasai kawasan dan menikmati keuntungan di baliknya?...

Langit Oranye, Napas Terancam: Kabut Asap Uji Tanggung Jawab Negara

Langit Oranye, Napas Terancam: Kabut Asap Uji Tanggung Jawab Negara

by dimas
Oktober 18, 2026

Kabut asap akibat karhutla mengancam kesehatan dan penghidupan warga. Simak pentingnya tanggung jawab negara dalam mencegah kebakaran dan melindungi masyarakat....

Karhutla Padam, Sawit Tumbuh di Kawasan Hutan Dharmasraya

Karhutla Padam, Sawit Tumbuh di Kawasan Hutan Dharmasraya

by dimas
Oktober 18, 2026

Karhutla di Dharmasraya padam, tetapi tanaman sawit tumbuh di kawasan hutan seluas 5,9 hektare. Polisi menelusuri dugaan pelanggaran dan pihak...

Next Post
Dipha Barus & Hindia Bongkar Luka yang Kita Wariskan Tanpa Sadar

Dipha Barus & Hindia Bongkar Luka yang Kita Wariskan Tanpa Sadar

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id