Kamis, September 17, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

BRIN 5 Tahun: Inovasi Jalan, Birokrasi Jangan Jadi Rem Tangan

by teguh
April 29, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
BRIN merayakan usia lima tahun dengan tema Inovasi untuk Negeri. Temanya besar, pesannya kuat. Tetapi publik tetap berhak bertanya inovasi itu sudah masuk ke hidup rakyat, atau masih berputar di ruang seminar?

Tabooo.id: Edge – Jakarta, 28 April 2026 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) genap berusia lima tahun. Kepala BRIN, Arif Satria, menyebut lima tahun terakhir sebagai fase penting untuk membangun ekosistem riset nasional yang terintegrasi, kolaboratif, dan fokus pada solusi.

“BRIN dibangun bukan sekadar sebagai lembaga riset, tetapi sebagai rumah besar inovasi nasional,” ujar Arif melalui situs resmi BRIN, Senin (27/04/2026).

Selama lima tahun terakhir, BRIN memperkuat infrastruktur riset, menaikkan jumlah publikasi ilmiah, membina peneliti muda, serta memperluas kolaborasi dengan kampus, industri, pemerintah daerah, dan mitra global.

BRIN juga melahirkan sejumlah inovasi. Di antaranya teknologi air siap minum, sistem pemantauan bencana berbasis satelit, benih pertanian unggul, teknologi kesehatan, energi terbarukan, hingga pendampingan UMKM berbasis sains.

Namun pertanyaan utamanya bukan hanya apa yang BRIN hasilkan. Pertanyaan besarnya berapa banyak inovasi yang benar-benar dipakai masyarakat?

Banyak Riset, Sedikit yang Menyentuh Pasar

Indonesia tidak kekurangan ide. Kampus menghasilkan penelitian setiap tahun. Peneliti terus mencari solusi. Talenta muda terus tumbuh. Namun terlalu banyak hasil riset berhenti di rak laporan, jurnal ilmiah, atau panggung pameran.

Ini Belum Selesai

Sopir Disandera, Mobil Dibakar: Tragedi Aris Sanda di Wamena

KPK Bongkar Dugaan Suap HGB: Urusan Tanah Berujung Koper Uang

Ekonom inovasi Mariana Mazzucato menegaskan bahwa negara maju tidak hanya menemukan ide. Mereka mengubah ide menjadi industri, lapangan kerja, dan kesejahteraan.

Di titik itu, Indonesia masih tertinggal. Kita sering merayakan peluncuran prototipe. Tetapi setelah lampu kamera mati, banyak inovasi ikut tenggelam.

Peneliti Jangan Kalah oleh Formulir

Masalah lama riset nasional bukan hanya soal dana. Hambatan lain datang dari birokrasi berlapis: administrasi lambat, aturan sering berubah, koordinasi rumit, dan jalur hilirisasi terlalu panjang.

Akibatnya, banyak peneliti menghabiskan waktu untuk mengurus berkas, bukan menciptakan terobosan.

Sosiolog Robert K. Merton pernah mengingatkan bahwa birokrasi sering kehilangan arah saat prosedur lebih penting daripada hasil. Ketika formulir menang, inovasi kalah.

Negara yang serius membangun sains memberi ruang gerak cepat bagi ilmuwan. Negara yang ragu justru memberi mereka rapat tanpa akhir.

BRIN Punya Momentum Besar

Arif Satria menegaskan BRIN akan fokus pada sektor prioritas: pangan, energi, kesehatan, kebencanaan, transformasi digital, kelautan, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Arah ini tepat. Indonesia membutuhkan riset yang hadir di sawah petani, pabrik industri, ruang kelas, rumah sakit, dan wilayah rawan bencana.

Tetapi target besar tidak cukup lewat pidato. BRIN harus menjalankannya lewat kerja nyata.

Artinya, BRIN perlu mempercepat kerja sama industri, memangkas hambatan administrasi, mempercepat lisensi teknologi, dan mendorong hasil riset masuk ke pasar.

Ini Bukan Soal Ulang Tahun

Perayaan lima tahun BRIN seharusnya bukan sekadar seremoni lembaga. Momentum ini harus menguji keseriusan Indonesia membangun masa depan berbasis ilmu pengetahuan.

Negara maju tidak lahir dari spanduk inovasi. Negara maju tumbuh dari keberanian mengeksekusi inovasi. Rakyat tidak butuh tepuk tangan untuk sains. Rakyat butuh hasil nyata. @teguh

Tags: BirokrasibrinEkonominovasiSosiolog

Kamu Melewatkan Ini

Karhutla Belum Padam, BRIN Uji Tepung Singkong Untuk Lawan Api

Karhutla Belum Padam, BRIN Uji Tepung Singkong Untuk Lawan Api

by dimas
Agustus 29, 2026

Karhutla belum padam di sejumlah wilayah Indonesia. BRIN dan Polri menguji tepung singkong atau ubi bombing untuk membantu memadamkan api....

Apa Itu Masyarakat Prismatik dan Mengapa Masih Relevan?

Apa Itu Masyarakat Prismatik dan Mengapa Masih Relevan?

by dimas
Agustus 22, 2026

Masyarakat prismatik menjelaskan benturan institusi modern dengan perilaku lama. Mengapa konsep Fred W. Riggs masih relevan membaca realitas Indonesia? Tabooo.id...

AI Makin Pintar, Mengapa Manusia Justru Berhenti Berpikir?

AI Makin Pintar, Mengapa Manusia Justru Berhenti Berpikir?

by dimas
Juli 21, 2026

AI mempermudah pekerjaan manusia, tetapi ketergantungan yang berlebihan dapat mengikis kebiasaan berpikir kritis. Benarkah kecerdasan buatan membuat manusia semakin cerdas,...

Next Post
Mikroplastik di Otak Manusia, Apakah Ini Bukti Tubuh Kita Sudah Tidak Lagi Aman?

Mikroplastik di Otak Manusia, Apakah Ini Bukti Tubuh Kita Sudah Tidak Lagi Aman?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id