Tabooo.id: Regional – Upaya penyelundupan barang terlarang kembali terjadi di dalam lembaga pemasyarakatan. Kali ini, petugas di Lapas Kelas I Madiun, Jawa Timur, berhasil menggagalkan aksi dua pengunjung yang mencoba memasukkan empat unit telepon genggam dan empat charger ke dalam lapas.
Modusnya? Cukup nekat.
Barang-barang itu ditempel menggunakan lakban di bagian kaki, lalu ditutup dengan celana panjang agar tak terlihat saat pemeriksaan awal.
Ketahuan Gara-Gara Gerak Tubuh
Kepala Lapas, Andi Wijaya Rivai, menjelaskan petugas menemukan kejanggalan saat melakukan pemeriksaan badan rutin terhadap setiap pengunjung.
Petugas melihat bagian kaki pengunjung tampak tidak wajar. Mereka langsung melakukan pemeriksaan lanjutan. Hasilnya: empat ponsel dan empat charger berhasil diamankan sebelum masuk ke dalam blok hunian.
“Keberhasilan ini menunjukkan kewaspadaan dan kedisiplinan petugas menjadi kunci utama,” ujar Andi.
Tak ada drama panjang. Tak ada barang yang lolos.
Kenapa HP Jadi Barang Paling Dicari?
Di dalam lapas, ponsel bukan sekadar alat komunikasi. Ponsel bisa membuka akses ke dunia luar tanpa kontrol. Dari koordinasi ilegal, transaksi terlarang, sampai pengendalian jaringan kejahatan dari balik jeruji semuanya bisa terjadi lewat perangkat kecil itu.
Itulah sebabnya pengamanan superketat diberlakukan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Andri Setiawan, menegaskan pihaknya akan terus memperkuat pemeriksaan terhadap setiap pengunjung.
Petugas memeriksa badan dan barang bawaan secara menyeluruh. Mereka menutup celah sekecil apa pun yang bisa dimanfaatkan untuk penyelundupan.
Siapa yang Paling Terdampak?
Pertama, tentu warga binaan sendiri. Jika ponsel beredar bebas, potensi konflik internal meningkat. Ketimpangan akses antar napi bisa memicu gesekan.
Kedua, masyarakat luar. Jika napi bisa mengendalikan aktivitas ilegal dari dalam lapas, dampaknya langsung terasa di luar. Penipuan online, peredaran narkoba, hingga pemerasan sering kali berawal dari balik sel.
Ketiga, keluarga napi yang taat aturan. Mereka ikut terdampak karena prosedur pemeriksaan bisa semakin ketat akibat ulah segelintir orang.
Komitmen atau Kucing-Kucingan?
Pihak lapas mengimbau masyarakat mematuhi aturan dan tidak mencoba membawa barang terlarang. Mereka juga berjanji meningkatkan pengawasan dan profesionalitas petugas. Pertanyaannya sederhana: sampai kapan praktik “kucing-kucingan” ini terjadi?
Selama masih ada yang nekat mencoba, petugas harus selalu selangkah lebih waspada.Karena di balik lakban kecil di kaki, taruhannya bukan cuma satu ponsel tapi keamanan satu sistem.@eko




