Tabooo.id: Check – Media sosial kembali ramai setelah sebuah akun Facebook mengunggah tangkapan layar artikel yang mengatasnamakan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Dalam narasinya, unggahan itu menyebut tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mencapai 85 persen. Bahkan, unggahan tersebut menegaskan mayoritas rakyat setuju Jokowi maju lagi pada 2029.
Judulnya panjang dan terdengar resmi. Angka 85 persen dipasang mencolok agar terlihat ilmiah. Banyak warganet langsung percaya, lalu membagikannya tanpa ragu.
Fakta: Tak Ada Survei Seperti Itu
Tim penelusuran tidak menemukan artikel resmi dengan judul maupun isi seperti yang beredar. LSI juga tidak pernah merilis survei yang menyatakan 85 persen rakyat mendukung Jokowi kembali mencalonkan diri pada 2029.
Penelusuran menunjukkan foto dan waktu publikasi dalam tangkapan layar itu identik dengan artikel lain berjudul “Diterpa Banyak Kasus, Kegelisahan Jokowi Tidak akan Usai.” Artikel asli tersebut membahas opini pengamat politik Rocky Gerung mengenai sejumlah isu yang dikaitkan dengan Jokowi—bukan hasil survei.
Artinya jelas: seseorang mengubah judul dan narasi artikel tersebut, lalu menyebarkannya seolah-olah berita baru.
Kenapa Banyak yang Terkecoh?
Pembuat hoaks memanfaatkan tampilan visual yang meyakinkan. Mereka memakai format berita, mencantumkan nama lembaga survei, dan menambahkan angka besar agar terlihat kredibel.
Padahal logikanya sederhana. Jika benar ada survei besar dengan angka dukungan 85 persen serta isu pencalonan 2029, media arus utama pasti membahasnya secara luas. Informasi sebesar itu tidak mungkin hanya muncul dalam satu screenshot buram di media sosial.
Screenshot bisa terlihat resmi. Namun siapa pun bisa mengedit judul dalam hitungan menit.
Jangan Jadi Penyebar Tanpa Sadar
Setiap orang punya kendali atas jempolnya. Sebelum membagikan informasi politik yang sensasional, cek sumbernya. Buka situs resmi lembaga terkait. Bandingkan dengan pemberitaan media lain.
Hoaks sering menyamar dengan rapi. Namun logika sederhana selalu bisa membongkarnya.
Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @eko





