Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dulu Viral Banget, Kini Sepi Peminat: Ke Mana Perginya Among Us?

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Game
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertaiment – Dulu, sebelum nongkrong kembali ramai dan kafe penuh tawa, ada satu fase ketika persahabatan diuji bukan karena utang melainkan karena satu kalimat: “Itu dia impostornya!” Ya, kita sedang membicarakan Among Us.

Ledakan di Tengah Pandemi

Game besutan Innersloth ini sebenarnya rilis sejak 2018. Namun pandemi 2020 membuatnya meledak. Saat dunia terkurung, Among Us berubah menjadi ruang pelarian sosial yang terasa akrab dan hangat.

Konsepnya sederhana: kru menyelesaikan misi, sementara impostor menyabotase tanpa ketahuan. Justru bukan tugas yang bikin tegang, melainkan sesi diskusi setelah ada yang “tewas”. Di situlah drama dimulai tuduh-menuduh, pembelaan penuh emosi, sampai strategi manipulasi yang kadang terlalu meyakinkan.

Para streamer di YouTube dan Twitch ikut mengangkat popularitasnya. Timeline media sosial dipenuhi meme warna-warni. Bahkan istilah “impostor” sempat jadi label sehari-hari untuk siapa pun yang gerak-geriknya mencurigakan.

Ketika dunia kembali bergerak normal, gaung Among Us pun perlahan meredup.

Ini Belum Selesai

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

Sutradara James Gunn Memuji Joe Taslim: Ada Apa dengan The Furious?

Tren Datang dan Pergi

Server-nya tetap aktif. Komunitasnya masih ada. Akan tetapi, hype besar yang dulu terasa di mana-mana kini nyaris tak terdengar.

Begitulah hukum tren digital bekerja. Viral bisa datang tiba-tiba, lalu menghilang tanpa aba-aba. Begitu orang kembali sibuk di dunia nyata dan game baru bermunculan, perhatian pun berpindah. Among Us akhirnya menjadi bagian dari nostalgia kolektif, bukan lagi pusat perhatian.

Namun di balik kesederhanaannya, game ini menyimpan refleksi sosial yang menarik.

Cermin Dunia Nyata

Among Us menunjukkan betapa kuatnya opini dibanding fakta.

Dengan narasi yang meyakinkan, seorang pemain bisa tersingkir meski belum tentu bersalah. Situasi ini terasa familiar dengan kehidupan media sosial hari ini—satu potongan informasi bisa membentuk persepsi massal.

Ironisnya, kita tertawa saat melakukannya di dalam game. Sementara di dunia nyata, pola yang sama kerap menimbulkan konsekuensi serius.

Sebaliknya, tim yang berpikir jernih dan berdiskusi tenang biasanya lebih unggul. Emosi yang meledak-ledak justru sering berujung kekalahan. Dari sini, kita belajar bahwa komunikasi dan logika jauh lebih ampuh daripada asumsi.

Fenomena yang Tak Benar-Benar Hilang

Kini memang jarang terdengar. Meski begitu, Among Us tetap punya tempat di memori banyak orang. Ia menjadi simbol masa ketika dunia berhenti, tetapi interaksi digital justru terasa paling hidup.

Apakah suatu saat nanti ia akan kembali viral? Dalam dunia internet, tak ada yang benar-benar usang semuanya hanya menunggu momentum.

Atau mungkin, yang kita tunggu sebenarnya bukan gamenya. Melainkan sensasi saling curiga yang terasa seru, tapi tetap aman karena hanya sebatas permainan.

Menurutmu, apakah Among Us cuma tren sesaat atau cermin kecil tentang cara kita memperlakukan satu sama lain? @eko

Tags: AndroidGameNostalgia

Kamu Melewatkan Ini

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

by eko
Mei 12, 2026

GTA 6 akhirnya semakin dekat. Tapi yang datang bukan cuma game baru melainkan proyek raksasa yang mulai mengubah wajah industri...

Vivo T5 Series: Gaya Hidup  atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

Vivo T5 Series: Gaya Hidup atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

by teguh
Mei 8, 2026

Kalau dulu smartphone cuma alat komunikasi, sekarang ceritanya berbeda. Pada 29/04/2026, vivo Indonesia resmi merilis Vivo T5 Series. Namun, lebih...

Saat Smartwatch Tak Lagi Buat Lari, Tapi Buat Push Rank

Saat Smartwatch Tak Lagi Buat Lari, Tapi Buat Push Rank

by teguh
Mei 8, 2026

Dulu orang memakai smartwatch untuk menghitung langkah, membakar kalori, atau membaca notifikasi rapat. Kini perannya bergeser. Infinix membawa jam pintar...

Next Post
Pesawat Smart Air Ditembak KKB di Korowai, Kapolri Perintahkan Perburuan Pelaku

Pesawat Smart Air Ditembak KKB di Korowai, Kapolri Perintahkan Perburuan Pelaku

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id