Tabooo.id: Nasional –Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo langsung bergerak cepat. Ia memerintahkan jajarannya memburu pelaku penembakan pesawat Smart Air di Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, yang terjadi Rabu (11/2).
Menurut Sigit, kepolisian sudah mengantongi gambaran identitas pelaku. Karena itu, ia meminta tim di lapangan segera melakukan pengejaran dan pendalaman. Selain mengejar pelaku, ia juga mendorong TNI dan Polri memperkuat sinergi agar insiden serupa tidak terulang.
“Peristiwa beberapa hari ini harus kita tuntaskan supaya masyarakat merasa tenang,” tegasnya di Jakarta Barat, Jumat.
Kelompok yang Diduga Terlibat
Di sisi lain, Kaops Satgas Damai Cartenz, Faizal Ramadhani, membeberkan hasil penyelidikan awal. Ia menyebut KKB Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah, yang dipimpin Elkius Kobak dari Yahukimo, sebagai pihak yang melakukan penembakan.
Faizal menegaskan timnya kini memburu anggota kelompok tersebut. Ia juga memastikan aparat menjalankan penegakan hukum secara terukur dan profesional. Dengan langkah itu, aparat ingin melindungi warga sekaligus memulihkan rasa aman di wilayah tersebut.
Kronologi Singkat di Korowai
Peristiwa itu terjadi saat pesawat Smart Air membawa 13 penumpang dari Tanah Merah menuju Lapangan Terbang Korowai. Ketika pesawat mendarat, pelaku melepaskan tembakan ke arah pesawat dan kru.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, kejadian ini langsung memicu kekhawatiran, terutama di wilayah yang sangat bergantung pada transportasi udara.
Siapa Paling Terdampak?
Pertama, masyarakat Korowai dan sekitarnya menjadi pihak yang paling merasakan dampak. Di daerah pedalaman Papua Selatan, pesawat menjadi urat nadi distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pokok. Jika maskapai mengurangi penerbangan karena alasan keamanan, warga harus menanggung lonjakan harga barang dan keterbatasan akses layanan.
Kedua, kru dan penumpang penerbangan sipil menghadapi risiko nyata. Mereka menjalankan tugas kemanusiaan dan ekonomi, bukan operasi militer. Namun, peluru nyasar bisa mengancam siapa saja yang berada di dalam kabin.
Selain itu, dunia usaha lokal juga ikut terdampak. Aktivitas ekonomi bisa melambat karena distribusi barang tersendat. Pada akhirnya, ketidakpastian keamanan selalu berujung pada biaya sosial dan ekonomi yang lebih besar.
Negara Harus Hadir Lebih dari Sekadar Pernyataan
Karena itu, publik kini menunggu langkah konkret, bukan sekadar komitmen. Aparat sudah bergerak. Tim sudah memburu pelaku. Namun masyarakat Papua membutuhkan jaminan keamanan yang konsisten, bukan respons yang muncul setiap kali insiden terjadi.
Jika negara ingin membangun Papua, maka rasa aman harus datang lebih dulu. Tanpa itu, setiap pesawat yang mendarat akan selalu membawa dua hal: penumpang dan harapan—serta bayang-bayang ancaman yang belum sepenuhnya hilang.@eko








