Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

39 Warga Mengungsi Usai Penembakan Smart Air di Korowai

by dimas
Februari 12, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Insiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026), langsung mengguncang warga pedalaman. Sebanyak 39 orang memilih mengungsi ke wilayah Senggo demi menyelamatkan diri. Mereka meninggalkan rumah dan aktivitas sehari-hari setelah suara tembakan memecah ketenangan bandara kecil yang selama ini menjadi nadi transportasi wilayah tersebut.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bergerak cepat. Sejak Kamis (12/2/2026) pukul 06.00 WIT, aparat gabungan sudah menguasai area bandara. Mereka menyisir lokasi, mensterilkan titik rawan, dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo menyatakan situasi mulai kondusif. Ia berharap warga yang sempat mengungsi segera kembali ke rumah dan menjalani aktivitas seperti biasa. “Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Dua Nyawa Melayang, Akses Udara Terguncang

Penembakan itu menewaskan pilot dan kopilot pesawat Smart Air. Sementara itu, 13 penumpang selamat. Aparat segera mengevakuasi kedua korban ke Timika untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Faizal Ramadhani menegaskan keselamatan warga sipil menjadi prioritas utama. Ia menyebut personel langsung mengamankan bandara dan memperkuat penjagaan di sekitar wilayah strategis. Sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz dan 12 personel Kopasgat TNI AU terlibat dalam operasi ini. Aparat juga berkoordinasi dengan TNI Angkatan Darat guna menjaga akses vital masyarakat pedalaman.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari Yahukimo berada di balik serangan tersebut.

Warga Pedalaman Jadi Pihak Paling Rentan

Bandara Korowai Batu bukan sekadar landasan terbang. Bagi warga pedalaman, bandara itu menjadi jalur utama distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga akses pendidikan. Ketika bandara lumpuh, rantai pasok terancam, harga kebutuhan pokok bisa melonjak, dan pelayanan publik terhambat.

Para pengungsi kini menghadapi ketidakpastian. Mereka kehilangan rasa aman dan harus menunggu situasi benar-benar stabil sebelum kembali. Di sisi lain, maskapai perintis dan pekerja transportasi udara menghadapi risiko keamanan yang kian nyata.

Pemerintah berupaya menunjukkan kontrol lewat operasi pengamanan. Namun, setiap insiden bersenjata di Papua selalu menyisakan pertanyaan lama: sampai kapan warga sipil harus menjadi penonton sekaligus korban dalam konflik yang tak kunjung selesai?

Ketika peluru kembali memecah langit Korowai, yang paling terasa bukan hanya duka dua keluarga korban, tetapi juga rapuhnya rasa aman di tanah yang seharusnya dilindungi negara. @dimas

Tags: bandaraDamaiKeamanan NegaraKKBKonflik DuniapapuaPenembakan

Kamu Melewatkan Ini

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

by teguh
Juni 6, 2026

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan swasembada...

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

by teguh
Juni 3, 2026

Suara ledakan bom sisa perang dunia II itu mengakhiri ketenangan siang di pesisir Biak. Dalam hitungan detik, rumah-rumah berguncang, puing...

Bom Perang Dunia II: Ketika Sisa Bom Tahun 1944 Meledak di Tahun 2026

Bom Perang Dunia II: Ketika Sisa Bom Tahun 1944 Meledak di Tahun 2026

by teguh
Juni 2, 2026

Ledakan dahsyat yang mengguncang Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/05/2026) sore, awalnya terlihat sebagai...

Next Post
Rusia Ancam Respons Militer jika Barat Tambah Pasukan di Greenland

Rusia Ancam Respons Militer jika Barat Tambah Pasukan di Greenland

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id