Rabu, Juli 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mensesneg Tegaskan Polemik BPJS Kesehatan Tak Perlu Tunggu Perpres

by dimas
Februari 10, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tidak perlu menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) untuk menyelesaikan polemik BPJS Kesehatan, termasuk persoalan penonaktifan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pemerintah dan DPR, kata dia, sudah mencapai kesepakatan lintas sektor untuk segera mengatasi masalah yang selama ini langsung dirasakan masyarakat.

Prasetyo menyampaikan sikap tersebut usai pemerintah dan DPR RI menggelar rapat koordinasi membahas BPJS Kesehatan pada Senin (9/2/2026). Dalam rapat itu, kedua pihak sepakat memprioritaskan langkah-langkah teknis yang bisa segera dijalankan tanpa menunggu regulasi baru.

“Baru dibahas tadi pagi. Kita tunggu secepatnya, tapi menurut saya tidak perlu formal menunggu Perpres,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Pembenahan Data Jadi Titik Awal

Prasetyo menilai persoalan utama BPJS Kesehatan tidak muncul karena kekosongan aturan. Pemerintah justru menemukan masalah pada data dan pencatatan peserta, khususnya penerima bantuan iuran (PBI). Ketidaktepatan data tersebut memicu penonaktifan KIS dan menimbulkan keluhan luas di masyarakat.

Sebelum rapat bersama DPR, pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Melalui koordinasi itu, pemerintah mengumpulkan persoalan yang paling sering dihadapi warga, mulai dari status kepesertaan hingga kepastian hak layanan kesehatan.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

“Kami mencari solusi atas persoalan BPJS. Diskusinya sangat konstruktif dan menghasilkan beberapa kesimpulan,” tambahnya.

Ia menegaskan kesepakatan itu memberi ruang bagi pemerintah untuk bergerak cepat tanpa menunggu Perpres.

Sinkronisasi Lintas Kementerian

Prasetyo menjelaskan pemerintah menangani persoalan BPJS Kesehatan secara lintas kementerian. BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial sama-sama memegang peran penting dalam perbaikan data dan pencatatan peserta.

Dalam rapat, pemerintah menemukan masih banyak penerima bantuan iuran yang sebenarnya tidak lagi memenuhi syarat. Data menunjukkan peserta dari desil 6 hingga desil 10 kelompok ekonomi menengah ke atas masih tercatat sebagai penerima PBI.

“Kurang lebih ada 15.000 peserta yang seharusnya tidak masuk kategori PBI, tapi masih tercatat. Data inilah yang sekarang kami sinkronkan,” jelas Prasetyo.

Untuk memastikan akurasi, pemerintah melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam proses pemutakhiran data agar kebijakan berjalan adil dan tepat sasaran.

Negara Ingin Bantuan Tepat Sasaran

Prasetyo menegaskan pemerintah tidak berniat membatasi akses layanan kesehatan masyarakat. Pemerintah justru ingin memastikan bantuan negara benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak.

“Tidak perlu menunggu Perpres. Ini kebijakan teknis di BPJS, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial. Masalahnya muncul karena pencatatan,” pungkasnya.

Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kebijakan ini sangat menentukan keberlanjutan akses layanan kesehatan. Ketika data tidak sinkron, penonaktifan KIS berpotensi langsung menghambat layanan medis yang seharusnya negara jamin.

Kecepatan Tak Boleh Kalah oleh Administrasi

Pemerintah kini menghadapi dua tuntutan besar merespons keluhan publik secara cepat dan memastikan kebijakan tidak meleset dari sasaran. Alih-alih menunggu regulasi baru, pemerintah memilih jalur koordinasi dan pembenahan teknis sebagai langkah awal.

Di tengah polemik BPJS Kesehatan yang terus berulang, pesan Prasetyo terdengar jelas. Persoalan ini bukan terletak pada kurangnya aturan, melainkan pada ketepatan data. Dan seperti banyak kebijakan sosial lainnya, tantangan terbesar pemerintah bukan pada niat, tetapi pada keberanian mengeksekusi. @dimas

Tags: AksesBantuanbpjsDataKeadilanKebijakanKesehatanLayananNegaraPBIpemerintahReformasiSosial

Kamu Melewatkan Ini

Negara Hukum atau Massa? Pencuri Ayam dan Matinya Keadilan

Negara Hukum atau Massa? Pencuri Ayam dan Matinya Keadilan

by dimas
Juli 27, 2026

Tragedi tewasnya terduga pencuri ayam di Bali membuka perdebatan tentang negara hukum, praktik main hakim sendiri, dan krisis kepercayaan publik...

Rp514 Triliun untuk Bunga Utang: Ketika Masa Depan APBN Mulai Dibayar Hari Ini

Rp514 Triliun untuk Bunga Utang: Ketika Masa Depan APBN Mulai Dibayar Hari Ini

by teguh
Juli 24, 2026

Negara terus membangun melalui utang. Namun setiap obligasi yang terbit membawa tagihan bunga utang. Ketika tagihan itu membesar, ruang APBN...

Negara Dibangun, Kebajikan Dilupakan: Mengapa Integritas Tertinggal?

Negara Dibangun, Kebajikan Dilupakan: Mengapa Integritas Tertinggal?

by dimas
Juli 23, 2026

Indonesia membangun institusi yang semakin modern, tetapi integritas dan kebajikan publik tertinggal. Mengapa paradoks ini terus terjadi? Tabooo.id - Di...

Next Post
DPR Terima Surpres RUU Daerah Kepulauan dan Perkoperasian

DPR Terima Surpres RUU Daerah Kepulauan dan Perkoperasian

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id