Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Menkes Dorong Aktivasi Otomatis BPJS PBI untuk 120 Ribu Pasien Cuci Darah

by dimas
Februari 9, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah langsung mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi pasien cuci darah. Sekitar 120.000 pasien yang sangat rentan itu berisiko kehilangan layanan hemodialisis jika mereka harus antre mengurus dokumen.

Budi menyampaikan usulan itu dalam rapat kerja bersama DPR RI, Senin (9/2/2026), ketika membahas kisruh layanan BPJS PBI yang sempat menghentikan akses pasien penyakit katastropik.

“Kami mengusulkan SK Kemensos mengatur aktivasi otomatis selama tiga bulan ke depan bagi 120.000 pasien. Pemerintah langsung mengeksekusi tanpa pasien datang ke fasilitas kesehatan,” ujar Budi.

Risiko Nyawa Pasien Cuci Darah

Pasien gagal ginjal menjalani hemodialisis dua hingga tiga kali seminggu. Jika prosedur itu terhenti, nyawa mereka bisa terancam hanya dalam satu hingga tiga minggu.

Budi menyebut jumlah pasien cuci darah di Indonesia mencapai 200.000 orang, dan setiap tahun bertambah sekitar 60.000 pasien baru. Dari total itu, pemerintah hanya mencatat sekitar 12.000 pasien keluar dari program PBI. Sisanya, sekitar 110.000 pasien, tetap menghadapi risiko serupa, tetapi jarang mendapat perhatian publik.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

“Publik ramai membicarakan sebagian kecil pasien, padahal sisanya juga bisa kehilangan layanan dan menghadapi kematian,” tambahnya.

Biaya Kecil, Dampak Hidup Sangat Besar

Menkes menjelaskan pemerintah hanya perlu anggaran sekitar 15 miliar rupiah untuk mengaktifkan kembali kepesertaan PBI selama tiga bulan.

“Dampaknya terhadap nyawa manusia jauh lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan. Kita tidak bisa membiarkan pasien menunggu prosedur administratif sementara nyawa mereka terancam,” jelasnya.

DPR RI memanggil Menteri Sosial, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Menkes, dan Menteri Keuangan untuk membahas persoalan ini. Keresahan pasien memuncak, termasuk dialami Dada Lala (34), nama disamarkan, yang awal Februari mendapati kepesertaan PBI-nya mendadak nonaktif.

“Saya sudah sesak napas. Besok harus HD. Kalau besok tidak ada, saya tidak tahu lagi,” ujar Lala saat menjelaskan kondisinya di Rumah Sakit Mitra Keluarga Jatiasih, Bekasi. Dia mendatangi puskesmas untuk mengaktifkan kembali kepesertaan, tetapi petugas mengarahkan dia ke Dinas Sosial untuk melengkapi dokumen.

Sistem Harus Menyala, Nyawa Tidak Menunggu Administrasi

Kisruh BPJS PBI menyoroti dilema antara prosedur administratif dan kebutuhan nyawa manusia. Pasien yang bergantung pada layanan katastropik tidak bisa menunda pengobatan. Aktivasi otomatis adalah langkah paling logis untuk menyelamatkan nyawa.

Di balik angka dan SK, ada manusia yang menunggu jarum dialisis dan keluarga yang menahan napas setiap jadwal HD tiba. Kadang, sistem kesehatan tampak lebih peduli pada formulir daripada hidup yang seharusnya dijaga.

Kalau nyawa menunggu, jangan salahkan pasien yang kelelahan, tapi sistem yang terlalu lamban. @dimas

Tags: bpjsDPRKesehatanKrisis GlobalPasienPBIpelayananSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Sound Horeg Jadi Soal Kuasa: Siapa Berhak Menentukan Batas?

Ketika Sound Horeg Jadi Soal Kuasa: Siapa Berhak Menentukan Batas?

by teguh
September 10, 2026

Polemik “goblok” hanya permukaan. Di bawahnya ada benturan antara kebebasan, kenyamanan publik, otoritas, dan negara. Kata “goblok” tiba-tiba masuk ke...

Kopi Bukan Musuh, Kebiasaanmu yang Bermasalah

Kopi Bukan Musuh, Kebiasaanmu yang Bermasalah

by eko
Agustus 6, 2026

Kopi bukan musuh kesehatan. Namun, kebiasaan minum kopi yang berlebihan, terlalu manis, atau terlalu malam dapat mengganggu tidur, metabolisme, dan...

Mengapa Hak Dasar Selalu Kalah oleh Proyek Besar?

Mengapa Hak Dasar Selalu Kalah oleh Proyek Besar?

by dimas
Agustus 1, 2026

Hak dasar yang seharusnya menjadi fondasi pembangunan justru kerap kalah oleh proyek-proyek besar. Mengapa pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan belum...

Next Post
Tunjangan Naik, Nurani Tetap Kosong: Pelajaran dari OTT Hakim Depok

Tunjangan Naik, Nurani Tetap Kosong: Pelajaran dari OTT Hakim Depok

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id