Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Menkes Dorong Aktivasi Otomatis BPJS PBI untuk 120 Ribu Pasien Cuci Darah

by dimas
Februari 9, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah langsung mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi pasien cuci darah. Sekitar 120.000 pasien yang sangat rentan itu berisiko kehilangan layanan hemodialisis jika mereka harus antre mengurus dokumen.

Budi menyampaikan usulan itu dalam rapat kerja bersama DPR RI, Senin (9/2/2026), ketika membahas kisruh layanan BPJS PBI yang sempat menghentikan akses pasien penyakit katastropik.

“Kami mengusulkan SK Kemensos mengatur aktivasi otomatis selama tiga bulan ke depan bagi 120.000 pasien. Pemerintah langsung mengeksekusi tanpa pasien datang ke fasilitas kesehatan,” ujar Budi.

Risiko Nyawa Pasien Cuci Darah

Pasien gagal ginjal menjalani hemodialisis dua hingga tiga kali seminggu. Jika prosedur itu terhenti, nyawa mereka bisa terancam hanya dalam satu hingga tiga minggu.

Budi menyebut jumlah pasien cuci darah di Indonesia mencapai 200.000 orang, dan setiap tahun bertambah sekitar 60.000 pasien baru. Dari total itu, pemerintah hanya mencatat sekitar 12.000 pasien keluar dari program PBI. Sisanya, sekitar 110.000 pasien, tetap menghadapi risiko serupa, tetapi jarang mendapat perhatian publik.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

“Publik ramai membicarakan sebagian kecil pasien, padahal sisanya juga bisa kehilangan layanan dan menghadapi kematian,” tambahnya.

Biaya Kecil, Dampak Hidup Sangat Besar

Menkes menjelaskan pemerintah hanya perlu anggaran sekitar 15 miliar rupiah untuk mengaktifkan kembali kepesertaan PBI selama tiga bulan.

“Dampaknya terhadap nyawa manusia jauh lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan. Kita tidak bisa membiarkan pasien menunggu prosedur administratif sementara nyawa mereka terancam,” jelasnya.

DPR RI memanggil Menteri Sosial, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Menkes, dan Menteri Keuangan untuk membahas persoalan ini. Keresahan pasien memuncak, termasuk dialami Dada Lala (34), nama disamarkan, yang awal Februari mendapati kepesertaan PBI-nya mendadak nonaktif.

“Saya sudah sesak napas. Besok harus HD. Kalau besok tidak ada, saya tidak tahu lagi,” ujar Lala saat menjelaskan kondisinya di Rumah Sakit Mitra Keluarga Jatiasih, Bekasi. Dia mendatangi puskesmas untuk mengaktifkan kembali kepesertaan, tetapi petugas mengarahkan dia ke Dinas Sosial untuk melengkapi dokumen.

Sistem Harus Menyala, Nyawa Tidak Menunggu Administrasi

Kisruh BPJS PBI menyoroti dilema antara prosedur administratif dan kebutuhan nyawa manusia. Pasien yang bergantung pada layanan katastropik tidak bisa menunda pengobatan. Aktivasi otomatis adalah langkah paling logis untuk menyelamatkan nyawa.

Di balik angka dan SK, ada manusia yang menunggu jarum dialisis dan keluarga yang menahan napas setiap jadwal HD tiba. Kadang, sistem kesehatan tampak lebih peduli pada formulir daripada hidup yang seharusnya dijaga.

Kalau nyawa menunggu, jangan salahkan pasien yang kelelahan, tapi sistem yang terlalu lamban. @dimas

Tags: bpjsDPRKesehatanKrisis GlobalPasienPBIpelayananSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Manis di Lidah, Berat untuk Tubuh

Manis di Lidah, Berat untuk Tubuh

by eko
Juli 21, 2026

Segelas minuman manis mungkin hanya memberi kenikmatan sesaat. Namun, jika kamu mengonsumsinya setiap hari tanpa kendali, kebiasaan itu dapat meningkatkan...

Kasus Santri Dibakar di Lombok, Dugaan Pembungkaman Menguat

Kasus Santri Dibakar di Lombok, Dugaan Pembungkaman Menguat

by dimas
Juli 14, 2026

Komisi III DPR menyoroti dugaan pembungkaman kasus santri dibakar di Lombok. Keluarga korban mengaku diminta menandatangani surat damai agar proses...

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Next Post
Tunjangan Naik, Nurani Tetap Kosong: Pelajaran dari OTT Hakim Depok

Tunjangan Naik, Nurani Tetap Kosong: Pelajaran dari OTT Hakim Depok

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id