• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Jumat, Maret 27, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Menag: Natal 2025 Harus Kembali ke Rumah, Bukan Sekadar Perayaan

Desember 25, 2025
in Nasional, News
A A
Menag: Natal 2025 Harus Kembali ke Rumah, Bukan Sekadar Perayaan

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional 2025 di Pesantren Asadiyah, Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/10/2025). (Foto dok. Kemenag)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal 2025 sebagai momentum untuk kembali ke rumah bukan secara fisik semata, melainkan ke nilai paling dasar dalam kehidupan berbangsa: keluarga. Dalam Pesan Natal 2025 bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Menag menegaskan bahwa keluarga merupakan titik awal lahirnya kasih, iman, dan harapan sosial.

Menurut Nasaruddin, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kondisi keluarga-keluarganya hari ini. Ia menyebut pemulihan keluarga sebagai kunci dari banyak persoalan sosial yang kian kompleks.

RelatedPosts

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

“Jika keluarga dipulihkan, gereja akan bertumbuh. Jika gereja kuat, masyarakat menjadi rukun. Dan jika keluarga-keluarga kita tangguh, bangsa ini akan menemukan kembali arah dan harapannya,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).

Pernyataan itu bukan sekadar refleksi keagamaan, tetapi juga pesan politik-kebangsaan yang menempatkan keluarga sebagai fondasi stabilitas sosial.

Natal di Tengah Polarisasi dan Tekanan Hidup

Menag tidak menutup mata pada realitas yang dihadapi masyarakat. Ia menyoroti Natal tahun ini yang hadir di tengah polarisasi sosial, tekanan ekonomi, dan dampak bencana alam yang masih menghantui banyak keluarga Indonesia. Dalam situasi seperti itu, Nasaruddin menilai rumah harus kembali berfungsi sebagai ruang aman tempat iman dan kemanusiaan dirawat, bukan dilukai.

Karena alasan itulah, Kementerian Agama menjadikan penguatan ketahanan keluarga sebagai agenda strategis nasional. Menurutnya, keluarga memiliki peran yang jauh melampaui fungsi domestik. Dari keluargalah nilai moderasi, empati, dan tanggung jawab sosial ditanamkan sejak dini.

“Keluarga tidak hanya membesarkan anak, tetapi membentuk watak warga negara,” tegasnya.

Siapa yang Paling Terdampak?

Pesan ini terutama menyasar keluarga-keluarga yang berada di garis rentan: mereka yang terdampak bencana, tertekan secara ekonomi, serta hidup di tengah konflik sosial dan polarisasi identitas. Dalam konteks ini, Natal bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan ujian nyata solidaritas sosial.

Nasaruddin mengingatkan bahwa banyak warga Indonesia merayakan Natal 2025 dalam suasana duka dan keterbatasan. Ia menilai kemewahan perayaan justru kehilangan makna jika abai pada penderitaan sesama.

“Kekuatan Natal bukan pada gemerlapnya, melainkan pada keberanian berbagi beban dengan mereka yang sedang terluka,” tambahnya.

Solidaritas Lintas Iman dan Kemanusiaan

Lebih jauh, Menag berharap Natal menjadi ruang perjumpaan lintas batas agama, suku, dan kelas sosial. Ia menekankan pentingnya menjadikan keluarga sebagai pusat lahirnya solidaritas, sekaligus benteng terakhir kemanusiaan di tengah krisis multidimensi.

Dalam pandangannya, keluarga yang sehat secara spiritual dan sosial akan melahirkan masyarakat yang damai dan beradab. Dari sana, Indonesia bisa kembali meneguhkan jati dirinya sebagai bangsa yang rukun di tengah keberagaman.

“Jadikan keluarga sebagai pelabuhan cinta yang menyelamatkan, sekaligus penjaga alam semesta yang Tuhan titipkan,” pungkas Nasaruddin, seraya mengucapkan Selamat Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026.

Refleksi Akhir

Di tengah hiruk-pikuk politik identitas dan perayaan seremonial, pesan Menag ini terdengar sederhana bahkan klise. Namun justru di situlah sindirannya: ketika bangsa sibuk mencari solusi besar, barangkali yang paling kita abaikan adalah rumah kita sendiri. @dimas

Tags: 2025BangsaHarmoniIndonesiaKeluargaKemanusiaanMenagMentri AgamaNasaruddin UmarNatalnataruPesanRefleksiRukunSolidaritasSosial
Next Post
Prabowo: Natal Datang di Tengah Duka Bencana Sumatera

Prabowo: Natal Datang di Tengah Duka Bencana Sumatera

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesugihan Sate Gagak: Bisnis Kuliner Paling Laris, Tapi Customer-nya Bukan Manusia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pukulan di Kamar Hotel: Ketika Ego Remaja Lebih Keras dari Empati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Antara China dan Amerika, Indonesia Tidak Lagi Punya Ruang untuk Diam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terjawab! Misteri Senyum Mona Lisa: Ini Makna di Baliknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.