Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Menag: Natal 2025 Harus Kembali ke Rumah, Bukan Sekadar Perayaan

by dimas
Desember 25, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal 2025 sebagai momentum untuk kembali ke rumah bukan secara fisik semata, melainkan ke nilai paling dasar dalam kehidupan berbangsa: keluarga. Dalam Pesan Natal 2025 bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Menag menegaskan bahwa keluarga merupakan titik awal lahirnya kasih, iman, dan harapan sosial.

Menurut Nasaruddin, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kondisi keluarga-keluarganya hari ini. Ia menyebut pemulihan keluarga sebagai kunci dari banyak persoalan sosial yang kian kompleks.

“Jika keluarga dipulihkan, gereja akan bertumbuh. Jika gereja kuat, masyarakat menjadi rukun. Dan jika keluarga-keluarga kita tangguh, bangsa ini akan menemukan kembali arah dan harapannya,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).

Pernyataan itu bukan sekadar refleksi keagamaan, tetapi juga pesan politik-kebangsaan yang menempatkan keluarga sebagai fondasi stabilitas sosial.

Natal di Tengah Polarisasi dan Tekanan Hidup

Menag tidak menutup mata pada realitas yang dihadapi masyarakat. Ia menyoroti Natal tahun ini yang hadir di tengah polarisasi sosial, tekanan ekonomi, dan dampak bencana alam yang masih menghantui banyak keluarga Indonesia. Dalam situasi seperti itu, Nasaruddin menilai rumah harus kembali berfungsi sebagai ruang aman tempat iman dan kemanusiaan dirawat, bukan dilukai.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Karena alasan itulah, Kementerian Agama menjadikan penguatan ketahanan keluarga sebagai agenda strategis nasional. Menurutnya, keluarga memiliki peran yang jauh melampaui fungsi domestik. Dari keluargalah nilai moderasi, empati, dan tanggung jawab sosial ditanamkan sejak dini.

“Keluarga tidak hanya membesarkan anak, tetapi membentuk watak warga negara,” tegasnya.

Siapa yang Paling Terdampak?

Pesan ini terutama menyasar keluarga-keluarga yang berada di garis rentan: mereka yang terdampak bencana, tertekan secara ekonomi, serta hidup di tengah konflik sosial dan polarisasi identitas. Dalam konteks ini, Natal bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan ujian nyata solidaritas sosial.

Nasaruddin mengingatkan bahwa banyak warga Indonesia merayakan Natal 2025 dalam suasana duka dan keterbatasan. Ia menilai kemewahan perayaan justru kehilangan makna jika abai pada penderitaan sesama.

“Kekuatan Natal bukan pada gemerlapnya, melainkan pada keberanian berbagi beban dengan mereka yang sedang terluka,” tambahnya.

Solidaritas Lintas Iman dan Kemanusiaan

Lebih jauh, Menag berharap Natal menjadi ruang perjumpaan lintas batas agama, suku, dan kelas sosial. Ia menekankan pentingnya menjadikan keluarga sebagai pusat lahirnya solidaritas, sekaligus benteng terakhir kemanusiaan di tengah krisis multidimensi.

Dalam pandangannya, keluarga yang sehat secara spiritual dan sosial akan melahirkan masyarakat yang damai dan beradab. Dari sana, Indonesia bisa kembali meneguhkan jati dirinya sebagai bangsa yang rukun di tengah keberagaman.

“Jadikan keluarga sebagai pelabuhan cinta yang menyelamatkan, sekaligus penjaga alam semesta yang Tuhan titipkan,” pungkas Nasaruddin, seraya mengucapkan Selamat Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026.

Refleksi Akhir

Di tengah hiruk-pikuk politik identitas dan perayaan seremonial, pesan Menag ini terdengar sederhana bahkan klise. Namun justru di situlah sindirannya: ketika bangsa sibuk mencari solusi besar, barangkali yang paling kita abaikan adalah rumah kita sendiri. @dimas

Tags: 2025BangsaHarmoniKeluargaKemanusiaanMenagNasaruddin UmarNasionalNatalnataruPesanRefleksiSolidaritasSosial

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

by teguh
Juni 2, 2026

Lampu minimarket yang biasanya menyala hampir tanpa jeda mendadak padam saat libur nasional 31 Mei hingga 1 Juni 2026 karena...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Next Post
Prabowo: Natal Datang di Tengah Duka Bencana Sumatera

Prabowo: Natal Datang di Tengah Duka Bencana Sumatera

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id