Kirab Pencak Silat perdana memperkuat identitas Madiun sebagai Kota Pendekar dengan menghadirkan harmoni 14 perguruan dalam semangat persaudaraan.
Tabooo.id: Madiun – Langit biru mengiringi langkah ribuan pesilat yang memenuhi ruas-ruas utama Kota Madiun pada Kamis (25/6/2026). Ribuan warga berdiri di sepanjang jalur kirab sejak pagi untuk menyaksikan Kirab Pencak Silat Perdana, sebuah peristiwa budaya yang mempertemukan 14 perguruan pencak silat dalam satu barisan dan satu semangat persaudaraan.
Kirab itu bukan sekadar pertunjukan budaya. Pemerintah Kota Madiun memanfaatkan momentum tersebut untuk mengirim pesan bahwa keberagaman perguruan pencak silat justru memperkuat identitas Kota Pendekar.
Sorak penonton mengiringi setiap atraksi para pesilat. Musik tradisional, demonstrasi jurus, dan langkah serempak para peserta menghidupkan suasana kota hingga siang hari. Jalan-jalan utama Madiun berubah menjadi ruang bersama yang memperlihatkan wajah pencak silat sebagai budaya pemersatu.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kirab berjalan aman dan tertib.
“Ini kirab pencak silat perdana. Cuaca cerah, berjalan lancar, seluruh perguruan pencak silat sudah menampilkan seluruh rangkaian ini dengan baik,” ujarnya.
Bagus menilai sinergi seluruh unsur menjadi kunci keberhasilan acara. Pemerintah Kota, Forkopimda, aparat keamanan, panitia, seluruh perguruan pencak silat, dan masyarakat sama-sama menjaga situasi tetap kondusif sejak pagi hingga kegiatan berakhir.
“Sebagai pembuka, kami dari Pemerintah Kota tentunya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait, Forkopimda, seluruh perguruan pencak silat, dan seluruh masyarakat terhadap kegiatan pada pagi hingga siang hari ini,” katanya.
Pemerintah Kota tidak berhenti pada keberhasilan penyelenggaraan tahun pertama. Bagus memastikan pemerintah akan menghimpun berbagai masukan dari peserta maupun masyarakat agar kualitas penyelenggaraan terus meningkat.
“Harapannya nanti akan banyak evaluasi serta masukan yang bisa menjadi kebaikan untuk penyelenggaraan tahun depan,” ujarnya.
Harmoni Mengalahkan Rivalitas
Kirab Pencak Silat Perdana membawa pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar parade budaya. Kota Madiun ingin membangun citra baru sebagai Kota Pendekar yang menjunjung persaudaraan di tengah keberagaman perguruan pencak silat.
Selama bertahun-tahun, publik lebih sering mengaitkan banyaknya perguruan pencak silat dengan potensi gesekan. Pemerintah Kota Madiun kini memilih membangun narasi yang berbeda. Mereka mengajak seluruh perguruan tampil bersama dalam satu panggung budaya dan menunjukkan bahwa persatuan lebih kuat daripada rivalitas.
Bagus menegaskan bahwa pencak silat harus menjadi identitas yang membanggakan sekaligus memperkuat persaudaraan.
“Melalui pencak silat kita ingin memberitahukan bahwa Kota Madiun sebagai Kota Pendekar ini bisa menjadi percontohan di daerah-daerah lain, khususnya di Indonesia,” katanya.
Ia kembali menegaskan pesan utama kirab tersebut.
“Bahwa banyaknya perguruan pencak silat yang ada di Kota Madiun ini semuanya guyub rukun dan Madiun kotanya aman. Itu poin penting yang terjadi saat ini dan harus kita sampaikan ke seluruh daerah lain,” tegasnya.
Pernyataan itu menegaskan satu hal. Kota Madiun ingin mengubah cara publik memandang dunia pencak silat. Pemerintah tidak ingin masyarakat hanya mengenal jumlah perguruan yang besar, tetapi juga melihat kemampuan seluruh elemen menjaga kerukunan.
Bersiap Menjadi Event Nasional
Keberhasilan kirab perdana mendorong Pemerintah Kota Madiun menyiapkan agenda yang lebih besar. Pemerintah sudah menyusun konsep baru agar kirab tumbuh menjadi agenda tahunan yang mampu menarik peserta dan wisatawan dari berbagai daerah.
“Insyaallah tahun depan sudah kita rencanakan lebih besar dan semoga konsep yang tahun depan ini bisa menjadi event setaraf nasional,” ungkap Bagus.
Rencana itu membuka peluang baru bagi Kota Madiun. Kirab pencak silat tidak hanya menguatkan identitas budaya, tetapi juga dapat menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi daerah.
Saat wartawan meminta Bagus memilih penampilan paling berkesan dari 14 perguruan peserta, ia tidak menunjuk satu nama pun.
“Semuanya terkesan,” jawabnya singkat.
Jawaban itu mencerminkan semangat utama kirab perdana tersebut. Seluruh perguruan tampil sebagai bagian dari satu keluarga besar pencak silat.
Kirab Pencak Silat Perdana akhirnya melahirkan pesan yang lebih besar daripada sebuah perayaan budaya. Kota Madiun menunjukkan bahwa pencak silat tidak harus identik dengan kompetisi. Sebaliknya, pencak silat dapat menjadi bahasa persaudaraan yang memperkuat harmoni sosial. Jika semangat itu terus tumbuh, Kota Pendekar tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberi contoh bahwa keberagaman dapat berubah menjadi kekuatan bersama. @dimas
/






