Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Melihat Lukisan Bisa Turunkan Stres, Bukti Kalau Healing Nggak Harus ke Bali

by dimas
Mei 8, 2026
in Health, Life
A A
Home Life Health
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Lifestyle – Pernah nggak, lo lagi capek kerja atau kuliah, terus scroll TikTok dan nemu video orang jalan santai di galeri seni pencahayaan lembut, musik ambient, dan lukisan-lukisan yang kayaknya bisik, “tenang aja, hidup nggak seburuk itu”? Dan anehnya, lo ikut merasa… adem. Padahal cuma nonton lewat layar. Nah, bayangin kalau lo datang langsung.

Ternyata bukan cuma vibes aesthetic doang, tapi literally menyehatkan.

Sebuah penelitian baru dari King’s College London nemuin hal yang agak mind-blowing, melihat karya seni asli di galeri bisa menurunkan hormon stres (kortisol) sampai 22 persen. Iya, 22 persen! Nggak kalah dari efek meditasi atau yoga di retreat mahal.

Galeri, Tempat Healing yang Nggak Lo Sangka

Peneliti ngajak 50 orang usia 18-40 tahun buat liat karya seni kayak Self-Portrait with Bandaged Ear (Van Gogh) sampai A Bar at the Folies-Bergère (Manet). Separuh nonton karya aslinya di galeri, separuh lagi cuma liat versi cetak.

Hasilnya? Yang datang ke galeri punya penurunan hormon stres lebih besar, detak jantung lebih stabil, bahkan suhu kulitnya turun hampir 1°C tanda tubuh lagi relaks tapi tetap terstimulasi. Kayak pas lo lagi di pantai sambil denger lagu kesukaan: tenang, tapi hidup.

Ini Belum Selesai

Americano: Sehat atau Cuma Gaya?

Kebijakan Pemerintah Berubah, Kehidupan Warga Ikut Berubah?

Dr. Tony Woods, peneliti utama, nyebut efek ini sebagai “cultural workout” buat tubuh. Artinya, seni bukan cuma buat dilihat, tapi juga bisa bikin tubuh lo ikut “olah rasa”.

Kenapa Bisa Begitu?

Secara psikologis, manusia emang makhluk yang haus makna. Kita suka hal indah karena otak kita butuh sesuatu yang memantik rasa kagum (awe). Saat kita ngelihat karya seni apalagi yang asli otak melepaskan dopamin dan serotonin, dua zat bahagia yang bisa menetralkan efek kortisol (hormon stres).

Selain itu, suasana galeri itu sendiri punya efek mindful: ruangan tenang, pencahayaan lembut, dan momen hening yang jarang banget kita temuin di dunia penuh notifikasi ini. Lo nggak perlu mikir deadline, nggak harus perform di depan siapa pun. Lo cuma… hadir.

Seni juga mengajarkan kita buat melihat lebih lama. Lo nggak bisa nge-swipe lukisan kayak konten Reels. Lo mesti berhenti, mikir, ngerasa. Dan itu, kata psikolog, adalah salah satu bentuk slow living paling murni.

Seni, Kopi, dan Krisis Eksistensi

Generasi sekarang terutama Gen Z lagi jadi generasi paling sadar akan kesehatan mental, tapi juga paling gampang stres. Ironi banget. Lo bisa punya aplikasi meditasi, skincare 10 langkah, tapi tetap ngerasa kosong.

Nah, galeri seni bisa jadi ruang alternatif buat pause dari kekacauan itu. Tempat buat ngobrol sama diri sendiri, tanpa suara notifikasi atau algoritma.

Bahkan, menurut riset yang sama, efek positif ini nggak tergantung kepribadian atau latar belakang seni. Artinya, lo nggak perlu ngerti bedanya Impresionisme dan Surealisme buat bisa ngerasain manfaatnya. Mau lo anak teknik, barista, atau tukang desain, efeknya tetap ada.

Yang penting: lo hadir dan terbuka.

Jadi, Apa Artinya Buat Lo?

Mungkin ini saatnya kita redefinisi “healing”. Nggak melulu liburan ke Bali atau nonton Netflix sampai ketiduran. Kadang, healing itu sesederhana berdiri lima menit di depan lukisan yang nggak lo mengerti, tapi entah kenapa bikin dada terasa ringan.

Karena mungkin, seperti kata peneliti itu, tubuh kita juga butuh “seni yang bisa disentuh mata.”

Jadi minggu ini, gimana kalau coba datang ke galeri terdekat? Entah itu Bentara Budaya, Taman Budaya Yogyakarta, atau bahkan pameran kecil di kampus. Bukan buat konten, tapi buat diri lo sendiri.

Siapa tahu, setelah liat lukisan Van Gogh atau karya seniman lokal, lo keluar dengan tubuh lebih tenang, pikiran lebih terang, dan… stres yang ikut larut di antara sapuan kuas. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

by teguh
Oktober 19, 2026

Kapolda Sulsel Irjen Pol Awal Chairuddin mengusulkan arena khusus untuk mempertemukan kelompok yang terlibat tawuran dalam format 10 lawan 10....

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

by teguh
Oktober 19, 2026

BBM tersendat Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember kembali mengganggu mobilitas masyarakat. Di...

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

by teguh
Oktober 19, 2026

Antrean BBM belum normal, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menerapkan kebijakan untuk ASN Jember WFH...

Next Post
Bupati Ponorogo Kena OTT, Wabup Langsung Naik: Mampu Jaga Bhumi Reog Tetap Jalan?

Bupati Ponorogo Kena OTT, Wabup Naik: Mampukah Bhumi Reog Tetap Stabil?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id