Tabooo.id: Regional – Drama politik kembali pecah di Ponorogo. Setelah Bupati Sugiri Sancoko resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi, tongkat kepemimpinan langsung berpindah tangan. Wakil Bupati Lisdyarita kini resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo sebuah amanah berat di tengah badai korupsi yang mengguncang Bhumi Reog.
Radiogram dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turun pada Minggu sore (9/11/2025), memastikan Lisdyarita menggantikan Sugiri untuk sementara waktu. “Saya sudah menerima amanah tersebut. Tata pemerintahan harus tetap berjalan,” ujar Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lisdyarita di kutip dari Surya.co.id.
Ia menegaskan roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak akan berhenti, meski pimpinan tertinggi dan Sekda Ponorogo, Agus Pramono, ikut terseret kasus yang sama. “Kita sedang prihatin, tetapi pekerjaan sudah menunggu. Pemerintahan harus terus berjalan,” tambahnya dengan nada tegas namun hati-hati.
Kasus yang menjerat Sugiri berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Jumat (7/9/2025), terkait dugaan jual beli jabatan direktur RSUD dr. Harjono. Dari penyidikan awal, Sugiri diduga menerima suap hingga Rp2,6 miliar. Kini, giliran Lisdyarita yang harus memastikan agar kepercayaan publik terhadap Pemkab Ponorogo tidak ikut hancur bersama reputasi para pejabatnya.
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, membenarkan surat penunjukan tersebut. “Radiogram dari Kemendagri sudah turun. Lisdyarita akan mulai menjabat sebagai Plt per Senin (10/11/2025),” ungkapnya. Ia menegaskan DPRD tidak akan ikut campur dalam urusan calon penjabat sementara Sekda, tapi akan fokus menjaga stabilitas pemerintahan daerah.
Bagi masyarakat Ponorogo, berita ini penting bukan sekadar soal siapa yang memimpin, tapi soal nasib layanan publik dan arah pemerintahan ke depan. Dalam krisis kepercayaan seperti ini, publik butuh bukti nyata bahwa pemerintahan bisa tetap bersih dan tangguh bukan sekadar berganti wajah.
Di tengah badai politik dan moral, Lisdyarita kini berdiri di panggung utama. Pertanyaannya: mampukah “Bunda” benar-benar jadi sosok penyembuh untuk Bhumi Reog yang tengah berdarah? (Sigit)







