Rabu, Agustus 26, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Massa AMPB Bertahan di DPR, Logistik Jadi Medan Negosiasi

by dimas
Agustus 26, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Massa AMPB bertahan di depan DPR jelang aksi 27 Agustus. Ratusan dus logistik memicu negosiasi dengan polisi soal penataan dan keamanan.

Tabooo.id: Jakarta – Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) masih bertahan di depan Gerbang Utama Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026) malam.

Mereka menata ratusan dus makanan dan minuman untuk kebutuhan aksi pada Kamis (27/8/2026). Bantuan itu datang dari para donatur yang mendukung persiapan massa.

Namun, keberadaan logistik dalam jumlah besar memunculkan persoalan baru. Polisi meminta massa menata dus-dus tersebut agar tidak menutup akses gerbang DPR.

Situasi itu kemudian mempertemukan perwakilan AMPB dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung.

Negosiasi berlangsung lebih dari 30 menit. Massa meminta polisi tidak membubarkan mereka karena sebagian peserta datang dari luar Jakarta.

Ini Belum Selesai

Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa NTT Capai Rp30 Juta

Dua Garebeg Mulud Karaton Surakarta, Delapan Gunungan Jadi Rebutan

“Kita kesulitan memindahkan ini, Pak. Ini mereka banyak yang bukan dari Jakarta, mereka harus ke mana? Logistik harus ditaruh di mana?” kata perwakilan massa.

Massa Khawatir Kehilangan Tempat Menyimpan Logistik

Persoalan utama bukan sekadar memindahkan ratusan dus. Massa juga harus mencari tempat yang aman untuk menyimpan makanan dan minuman tersebut.

Banyak peserta datang dari luar Jakarta. Mereka tidak memiliki tempat penyimpanan yang mudah dijangkau dari lokasi aksi.

Kelompok pengemudi ojek online (ojol) juga sempat menolak bergeser dari lokasi.

Situasi itu membuat negosiasi berjalan alot. Polisi dan massa kemudian mencari solusi yang tidak mengganggu persiapan aksi pada Kamis.

Reynold menjelaskan bahwa polisi tidak meminta massa membawa logistik ke tempat yang jauh. Ia hanya meminta massa memindahkan tumpukan dus ke atas trotoar.

Menurut Reynold, posisi logistik di depan gerbang dapat mengganggu akses masuk. Tumpukan itu juga dapat menarik lebih banyak orang untuk berkumpul di sekitar gerbang.

Polisi menawarkan bantuan kendaraan untuk memindahkan logistik. Polres Metro Jakarta Pusat siap menyediakan truk jika massa memilih lokasi lain.

Massa Minta 10 Orang Menjaga Logistik

Perwakilan AMPB kemudian mengajukan permintaan lain. Mereka meminta 10 orang dari massa tetap menjaga logistik setelah pemindahan.

Permintaan itu muncul karena massa ingin memastikan makanan dan minuman tetap aman sampai aksi berlangsung.

Massa juga meminta polisi menghindari tindakan represif.

“Kita tadi lihat banyak anggota bapak bawa gas air mata di sana. Mereka siap usir kami,” kata Tim AMPB, Vander.

Pernyataan itu menunjukkan kekhawatiran massa terhadap kemungkinan pembubaran. Namun, negosiasi malam itu akhirnya menghasilkan jalan keluar tanpa pembubaran massa.

Polisi dan peserta aksi bekerja sama memindahkan logistik ke tempat yang lebih rapi.

AMPB Hentikan Sementara Donasi

AMPB juga sepakat menghentikan sementara donasi yang terus berdatangan.

Keputusan itu bertujuan mengurangi jumlah warga yang datang ke lokasi. Massa menilai arus donasi dapat ikut menambah kerumunan di sekitar Gedung DPR.

Langkah tersebut juga membuat penataan logistik lebih mudah. Massa dapat mengatur bantuan yang sudah terkumpul tanpa menerima tambahan dalam jumlah besar.

Hingga Rabu malam, massa AMPB masih bertahan di lokasi. Mereka menata kebutuhan aksi sambil berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

Aksi Kamis (27/8/2026) kini menjadi fokus utama konsolidasi massa.

Logistik Menjadi Cermin Konsolidasi Aksi

Peristiwa malam itu memperlihatkan bahwa demonstrasi tidak hanya bergantung pada jumlah peserta.

Massa membutuhkan tempat berkumpul, makanan, minuman, transportasi, serta dukungan masyarakat. Semua unsur itu ikut menentukan kemampuan massa bertahan dalam sebuah aksi.

Karena itu, ratusan dus logistik di depan DPR bukan sekadar tumpukan makanan dan minuman. Logistik tersebut menunjukkan besarnya dukungan yang mulai terkonsolidasi menjelang aksi.

Pada saat yang sama, polisi harus menjaga agar konsolidasi tersebut tidak mengganggu akses gedung dan kondisi keamanan.

Di titik inilah persoalan sederhana berubah menjadi negosiasi. Massa membutuhkan ruang untuk bertahan. Polisi membutuhkan ruang untuk mengendalikan situasi.

Malam sebelum aksi menjadi ruang tarik-menarik kepentingan tersebut. Belum ada benturan. Namun, kedua pihak sudah memperlihatkan kepentingannya masing-masing.

AMPB ingin memastikan peserta dari berbagai daerah dapat bertahan hingga aksi berlangsung. Polisi ingin memastikan kawasan DPR tetap terkendali.

Ini bukan sekadar cerita tentang dus makanan. Ini adalah gambaran bagaimana sebuah aksi massa membangun daya tahan sebelum turun ke jalan.

Dan pada Kamis, daya tahan itu akan diuji oleh skala massa, respons aparat, serta tuntutan yang mereka bawa ke Gedung DPR. @dimas

Tags: Aksi DemonstrasiAliansi Masyarakat Pati BersatuDemo 27 AgustusDPR RIMassa AMPB

Kamu Melewatkan Ini

27 Agustus Belum Revolusi: Membaca Politik Indonesia lewat Aksi Massa Tan Malaka

27 Agustus Belum Revolusi: Membaca Politik Indonesia lewat Aksi Massa Tan Malaka

by Tabooo
Agustus 26, 2026

Menjelang 27 Agustus 2026, tekanan politik meningkat, tetapi Indonesia belum berada dalam situasi revolusioner. Lewat Aksi Massa, Tan Malaka justru...

GERAM Gelar Aksi 27 Agustus di DPR, Bawa 10 Tuntutan

GERAM Gelar Aksi 27 Agustus di DPR, Bawa 10 Tuntutan

by dimas
Agustus 25, 2026

GERAM akan menggelar aksi 27 Agustus 2026 di DPR dengan sekitar 1.000 massa dan membawa 10 tuntutan terkait demokrasi, ekonomi,...

Demo 27 Agustus dan Perebutan Narasi tentang Rakyat

Demo 27 Agustus dan Perebutan Narasi tentang Rakyat

by dimas
Agustus 25, 2026

Demo 27 Agustus di DPR/MPR mempertemukan tuntutan RUU Perampasan Aset, pekerja MBG, dan pendukung pemerintah dalam perebutan narasi tentang rakyat....

Next Post
BEM Semarang Dihadang Polisi, Jalan Menuju Tugu Muda Memanas

BEM Semarang Dihadang Polisi, Jalan Menuju Tugu Muda Memanas

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id