Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mantan Dirut Pertamina Jadi Saksi Kasus Korupsi Minyak Mentah

by dimas
Januari 20, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (20/1/2026), kembali mengingatkan publik pada bab krusial dalam pengelolaan energi nasional. Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah. Perkara ini menyeret Kerry Adrianto, anak pengusaha Riza Chalid, bersama sejumlah petinggi korporasi energi.

Nicke datang lebih awal dan duduk di bangku pengunjung sebelum petugas memanggilnya masuk ke ruang sidang. Jaksa Penuntut Umum Triyana Setia Putra memastikan kehadirannya di hadapan majelis hakim.

“Yang hadir hari ini Bu Nicke dan Bu Luvita,” ujar Triyana saat membuka persidangan.

Begitu memasuki ruang sidang, Ketua Majelis Hakim Fajar Kusuma Aji langsung meminta Nicke menyampaikan identitas diri. Ketika hakim menanyakan pekerjaan saat ini, Nicke menjawab singkat, “Pensiunan Direktur Pertamina.” Jawaban itu menegaskan jarak waktu antara masa jabatannya dan perkara yang kini bergulir, sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan lama masih menyisakan persoalan serius.

Saksi dari Puncak Kekuasaan Korporasi Negara

Nama Nicke Widyawati memegang posisi penting dalam perkara ini. Ia memimpin Pertamina selama dua periode, dari 2018 hingga 2024. Selama masa itu, ia mengendalikan keputusan strategis di sektor energi nasional. Sebelumnya, aparat penegak hukum juga telah memeriksa Nicke sebagai saksi dalam perkara lain yang menjerat Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, bersama dua terdakwa lainnya.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Dalam sidang kali ini, jaksa memintai keterangan Nicke untuk enam terdakwa tambahan. Langkah itu menunjukkan bahwa jaksa memandang posisi Nicke relevan untuk menjelaskan konteks kebijakan, relasi antarperusahaan, serta pola pengambilan keputusan di lingkungan Pertamina dan anak usahanya.

Pengadilan hari ini mengadili sembilan terdakwa sekaligus. Mereka berasal dari lingkaran strategis bisnis energi dan logistik minyak. Kerry Adrianto Riza duduk sebagai beneficial owner PT Orbit Terminal Merak. Sementara itu, jajaran petinggi Pertamina Group seperti Yoki Firnandi, Riva Siahaan, Sani Dinar Saifuddin, Maya Kusmaya, dan Edward Corne turut menghadapi dakwaan. Beberapa terdakwa lain berasal dari perusahaan pelayaran dan terminal BBM yang terhubung langsung dengan proyek bermasalah.

Proyek Energi yang Berujung Kerugian Negara

Jaksa mengungkapkan bahwa rangkaian perbuatan para terdakwa menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp 285,1 miliar. Kerugian itu tidak muncul dari satu proyek tunggal, melainkan dari sejumlah pengadaan dan kerja sama yang berjalan dalam periode berbeda.

Salah satu proyek yang paling menonjol ialah penyewaan terminal bahan bakar minyak milik PT Orbit Terminal Merak (OTM). Jaksa menilai proyek ini menimbulkan kerugian negara hingga Rp 2,9 triliun. Menurut dakwaan, Pertamina menjalankan penyewaan tersebut tanpa kebutuhan riil akan tambahan kapasitas terminal BBM.

Fakta persidangan mengungkap bahwa proyek itu diduga muncul atas permintaan Riza Chalid. Pada saat yang sama, kondisi operasional Pertamina belum menuntut penambahan terminal penyimpanan. Keputusan bisnis yang seharusnya berbasis kebutuhan energi nasional justru berubah menjadi pintu masuk kerugian besar bagi negara.

Selain terminal BBM, jaksa juga menyorot penyewaan kapal pengangkut minyak. Dalam proyek ini, Kerry Adrianto didakwa menerima keuntungan pribadi minimal 9,8 juta dolar AS. Angka tersebut memperkuat dugaan bahwa skema yang berjalan tidak hanya merugikan negara, tetapi juga secara langsung menguntungkan pihak tertentu.

Publik Menanti Akuntabilitas Nyata

Kehadiran Nicke Widyawati sebagai saksi kembali membuka perdebatan publik tentang akuntabilitas pimpinan BUMN. Bagi masyarakat, perkara ini bukan semata soal siapa yang bersalah, melainkan tentang bagaimana keputusan strategis di sektor energi dapat berujung pada kerugian negara dalam skala besar.

Kasus ini juga menyentuh kepentingan langsung publik sebagai konsumen energi. Setiap rupiah yang hilang di sektor migas berpotensi memengaruhi harga BBM, kebijakan subsidi, dan stabilitas ekonomi nasional.

Sidang akan terus berlanjut. Kesaksian Nicke menjadi salah satu potongan penting untuk mengurai simpul tata kelola minyak mentah nasional. Di tengah janji reformasi dan transparansi, publik kini menunggu: apakah ruang sidang benar-benar mampu membongkar praktik lama di balik kontrak dan angka, atau justru kembali membiarkannya tenggelam dalam bahasa teknis dan dalih prosedural. @dimas

Tags: bumnKasusKorupsi di IndonesiaMigasPengadilan TipikorPertamina

Kamu Melewatkan Ini

Kerugian Keuangan Negara dan Batas Tipis Administrasi dengan Korupsi

Kerugian Keuangan Negara dan Batas Tipis Administrasi dengan Korupsi

by Jery
Mei 3, 2026

Perdebatan konstitusional atas frasa “kerugian keuangan negara” dalam UU Administrasi Pemerintahan membuka persoalan penting tentang kepastian hukum. Isunya bukan hanya...

Senyap ke Viral: Kasus Pelecehan Mahasiswa Unair

Senyap ke Viral: Kasus Pelecehan Mahasiswa Unair

by teguh
Mei 1, 2026

Empat mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya terseret dugaan kasus pelecehan seksual. Kasus ini tiba-tiba viral di media sosial, meski pihak...

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

by teguh
Mei 1, 2026

Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati belum juga menemukan titik terang. Laporan yang muncul sejak...

Next Post
Jual Beli Jabatan Desa, Sudewo Terseret Operasi Senyap KPK

Jual Beli Jabatan Desa, Sudewo Terseret Operasi Senyap KPK

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id