Tabooo.id: Sports – Malam di Stadion Manahan terasa berbeda. Tegang. Berisik. Penuh harap. Ketika laga memasuki menit ke-83, skor masih 1-1 dan jantung ribuan suporter berdetak lebih cepat dari biasanya. Lalu drama datang bertubi-tubi kartu merah, penalti, penyelamatan heroik, dan satu gol penentu yang mengubah segalanya.
Persis Solo sukses menundukkan Persik Kediri dengan skor 2-1 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, Minggu (01/03/2026) malam WIB. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini soal napas panjang di papan bawah klasemen.
Babak Pertama: Adu Cepat dan Adu Mental
Persis langsung menekan sejak awal. Menit ke-23, Bruno Gomes memecah kebuntuan setelah menerima umpan matang Dimitri Lima. Stadion meledak. Skor 1-0.
Namun Persik tidak tinggal diam. Delapan menit berselang, Ezra Walian mengirim umpan terukur yang diselesaikan Jose Enrique dengan tenang. Skor kembali imbang 1-1 dan bertahan hingga turun minum. Babak pertama selesai, tapi ketegangan baru saja dimulai.
Babak Kedua: Drama di Ujung Laga
Menit ke-83 menjadi titik paling menentukan. Altaf Indie diganjar kartu merah akibat handball di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih. Persik punya peluang emas membalikkan keadaan.
Ezra Walian maju sebagai algojo. Stadion hening. Tendangan dilepaskan. Dan M. Riyandi terbang menepis bola! Manahan bergemuruh. Itu bukan sekadar penyelamatan. Itu momentum.
Tak sampai lima menit kemudian, Persis menghukum. Roman Paparyha memanfaatkan celah di lini belakang Persik dan mencetak gol penentu. Skor berubah 2-1. Waktu tak cukup bagi Persik untuk bangkit.
Reaksi dan Makna
Pelatih Persis, Milomir Seslija, terlihat emosional di pinggir lapangan. Kemenangan ini terasa seperti pembuktian mental tim yang tak menyerah dalam tekanan.
Di sisi lain, kubu Persik pasti menyesali momen penalti yang terbuang. Dalam laga seketat ini, satu detik bisa mengubah takdir.
Dampak Besar di Klasemen
Tambahan tiga poin membawa Persis meraih kemenangan ketiga musim ini dan kini mengoleksi 16 poin di peringkat ke-17. Zona degradasi makin panas. Persaingan makin brutal. Tidak ada ruang untuk lengah.
Kemenangan ini bukan cuma soal angka di tabel. Ini tentang harapan yang tetap menyala di tengah tekanan. Tentang tim yang berani bertarung sampai detik terakhir.
Dan bagi publik Solo, malam itu menjadi pengingat: selama peluit akhir belum berbunyi, segalanya masih mungkin terjadi. @teguh




