Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Makin Sering Dengerin Musik, Makin Kecil Risiko Pikun?

by dimas
Mei 8, 2026
in Health, Life
A A
Home Life Health
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Health – Pernah nggak sih kamu lagi muter lagu favorit, terus tiba-tiba ngerasa hidup kayak sedikit lebih gampang? Kayak Dewa 19 bisa bikin kamu lebih waras saat kerjaan numpuk, atau playlist galau bikin kamu merasa “dipahami” walau sebenarnya cuma lagi bengong di kamar? Nah, kabar baiknya efek musik yang bikin hati adem itu nggak cuma terjadi di kamu. Pada lansia, musik bahkan bisa jadi “tameng” untuk risiko demensia. Iya, beneran dan ini bukan teori random dari grup WhatsApp keluarga.

Sebuah studi terbaru dari Monash University, Australia, bilang bahwa rutin mendengarkan musik bisa menurunkan risiko demensia pada lansia hingga 39 persen. Angkanya lumayan bikin kaget, tapi juga bikin kita bertanya-tanya… kok bisa?

Musik sebagai “Gym” buat Otak Tanpa Keringat

Dalam penelitian besar dengan lebih dari 10.800 peserta lansia usia 70+, para peneliti mengecek kondisi kesehatan dan fungsi kognitif mereka setiap tahun. Hasilnya lumayan mind-blowing mereka yang rutin mendengarkan musik menunjukkan manfaat paling kuat nggak cuma risiko demensia turun 39 persen, tapi risiko gangguan kognitif pun turun 17 persen.

Kalau kamu pikir mendengarkan musik cuma kerjaan santai, ternyata justru otakmu lagi “ngebut”. Penelitian dari Music Cognition Lab di Princeton University menunjukkan bahwa ketika kita mendengarkan musik, hampir seluruh bagian otak aktif bagian yang ngatur emosi, gerakan, sensorik, sampai area yang bertugas buat mikir dan berimajinasi.

Bayangkan aja: satu lagu bisa menyalakan seluruh “lampu ruangan” dalam otak secara bersamaan. Itulah kenapa musik disebut media yang sangat kuat untuk menjaga kesehatan otak, terutama di usia lanjut.

Ini Belum Selesai

Payung Hitam dan Luka Negara: Kisah Sumarsih Setelah Semanggi

Krisis Identitas Gen Z di Tengah Ambisi Indonesia Emas 2045

Kenapa Musik Bisa Sebegitu Ampuh?

Kalau dipikir-pikir, musik tuh memang punya efek ajaib. Kamu sedih musik ngertiin. Kamu semangat musik ngepump mood kamu. Kamu lelah musik bikin otak diem dulu sebentar. Dalam konteks lansia, musik berfungsi sebagai pengingat masa muda, pereda stres, dan stimulus mental yang stabil.

Joanne Ryan, peneliti senior dari studi Monash University bilang bahwa musik membuat berbagai area otak “berkomunikasi” secara harmonis. Artinya, mendengarkan musik bukan sekadar aktivitas pasif. Itu latihan mental.

Dan bukan cuma mendengarkan. Bermain alat musik juga punya efek dahsyat menurunkan risiko demensia hingga 35 persen. Bahkan, gabungan mendengarkan + bermain musik bisa menurunkan risiko demensia 33 persen dan gangguan kognitif 22 persen.

Kalau kamu punya kakek-nenek yang dulu pernah main gitar, keyboard, atau angklung di kampung yep, itu ternyata “aset kesehatan” yang luar biasa.

Tapi, Ini Penting: Musik Bukan Obat Ajaib

Meski hasilnya manis, penelitian ini tetap studi observasional. Artinya, para peneliti nggak bisa memastikan musik adalah penyebab langsung turunnya risiko demensia. Mungkin ada faktor lain seperti gaya hidup yang lebih aktif, kesehatan mental yang lebih terjaga, atau lingkungan sosial yang lebih positif.

Tapi hal yang pasti musik berpengaruh. Bahkan, kata Elizabeth Margulis dari Princeton, musik itu seperti “jembatan” yang menghubungkan berbagai bagian otak agar bekerja bareng dengan harmonis. Di saat otak manusia makin rentan karena usia, koneksi-koneksi itu jadi sangat berharga.

Musik, Memori, dan Kita yang (Kadang) Overthinking

Kalau dipikir lagi, musik juga punya peran besar buat kita yang belum lansia, tapi sering merasa “tua di kepala”. Banyak dari kita yang pakai musik buat bertahan hidup dari ngerjain skripsi, healing pas patah hati, sampai menenangkan diri ketika anxiety datang tiba-tiba.

Musik menata emosi, bantu kita fokus, bahkan bikin dunia terasa lebih rapi dari kenyataannya. Jadi ketika penelitian bilang musik melindungi lansia dari penurunan kognitif, rasanya masuk akal banget. Musik adalah sahabat psikologis kita sejak lama.

Jadi… Apa Dampaknya Buat Kamu?

Pertanyaan besar harus nunggu umur 70 dulu biar mulai dengerin musik tiap hari?

Tentu tidak, bestie.

Kalau musik terbukti menjaga kesehatan otak, mood, dan emosi di usia lanjut, berarti kebiasaan kecil kita hari ini bisa jadi investasi mental jangka panjang. Playlist yang kamu putar setiap pagi itu bukan sekadar pengusir sepi tapi juga olahraga untuk otakmu.

Dan mungkin, ini juga pengingat buat generasi kita bahwa merawat diri nggak selalu harus ribet. Kadang, cukup pasang headset, putar lagu yang bikin hati damai, dan biarkan otakmu “bernapas”.

Jadi lain kali kalau orang rumah bilang kamu kebanyakan dengerin musik, jawab aja.
“Ini investasi masa depan, Bu. Biar umur 70 nanti masih ingat password e-wallet.” @dimas

Tags: Hidup Sehat

Kamu Melewatkan Ini

Sering Dianggap Jorok, 5 Reaksi Tubuh Ini Justru Tanda Kamu Masih Sehat

Sering Dianggap Jorok, 5 Reaksi Tubuh Ini Justru Tanda Kamu Masih Sehat

by Anisa
Mei 8, 2026

Kentut di tempat sepi, perut bunyi saat rapat, atau keringat bercucuran sering bikin malu. Padahal, reaksi tubuh yang dianggap memalukan...

Ramadan Tanpa Drama Lemas: Puasa Tetap Produktif, Mood Tetap Stabil

Anti Lemas Saat Puasa: Strategi Biar Tetap Produktif Seharian

by dimas
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Health - Pernah nggak sih kamu lagi puasa, baru jam 10 pagi tapi badan sudah kayak habis lembur tiga...

Asam Lambung Naik Mendadak? Ini Penyebab dan Solusinya

Asam Lambung Naik Mendadak? Ini Penyebab dan Solusinya

by dimas
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Health - Pernah nggak sih kamu lagi asyik scroll TikTok atau binge-watch series favorit, tiba-tiba dada terasa panas, mulut...

Next Post
Megawati Sebut Korupsi Bukan Pelanggaran HAM ? Faktanya Cuma Hoaks

Megawati Sebut Korupsi Bukan Pelanggaran HAM ? Faktanya Cuma Hoaks

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Judi Online Kini Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id