Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Megawati Sebut Korupsi Bukan Pelanggaran HAM ? Faktanya Cuma Hoaks

by dimas
November 19, 2025
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Beberapa hari ini, media sosial kembali diramaikan oleh unggahan yang menyebut Megawati Soekarnoputri pernah mengatakan bahwa korupsi adalah fenomena global, tidak melanggar HAM, dan bukan kejahatan kemanusiaan. Tulisannya menggelegar, bahasanya dramatis, bahkan ditaburi angka-angka biar terlihat “wah”. Banyak yang langsung marah, banyak yang langsung percaya, dan banyak pula yang tidak sempat membaca sampai akhir kombinasi sempurna untuk membuat hoaks berkembang biak.

Padahal, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Tabooo.id, klaim itu sebenarnya sedang… tersesat. Betul, tersesat. Ia berjalan-jalan bebas di internet tanpa membawa KTP sumber yang jelas, lalu numpang nama tokoh besar supaya makin viral.

Faktanya Beda Jauh dari Judul yang Bikin Panas

Pernyataan yang dikaitkan dengan Megawati tadi ternyata bukan dari Megawati sama sekali. Ungkapan tersebut berasal dari Annisa Ismail, kuasa hukum Hasto Kristiyanto, dalam sidang uji materi UU Tipikor di Mahkamah Konstitusi pada 1 Oktober 2025. Annisa membacakan catatan pribadi Hasto mengenai bagaimana korupsi dipandang dalam konteks hukum internasional, dan mengapa menurutnya korupsi tidak masuk kategori kejahatan kemanusiaan.

Semua itu disampaikan di ruang sidang, dengan jelas, dalam kapasitas Annisa sebagai pengacara. Tidak ada konferensi pers Megawati, tidak ada kutipan langsung beliau, dan tidak ada pidato yang tiba-tiba muncul di tengah keramaian. Tapi internet kadang punya kebiasaan aneh kalau sebuah kalimat disampaikan dengan percaya diri, orang cenderung menganggapnya benar.

Hoaks Ini Liar Karena Satu Hal: Nama Besar Selalu Menggoda

Inilah bagian paling klasik. Narasi yang awalnya merupakan argumen hukum seorang Sekjen partai, mendadak diubah menjadi “kata Megawati”. Alasannya sederhana sebuah pernyataan akan lebih laris kalau disangkutkan ke sosok besar. Seperti menjual jajanan biasa tapi ditempeli label “limited edition” padahal isinya ya tetap itu-itu juga.

Ini Belum Selesai

Malam Satu Suro: Horor atau Sekadar Mitos?

Benarkah Genjer-Genjer adalah Lagu PKI? Cek Faktanya

Begitu unggahan itu muncul, kemarahannya langsung meledak. Warganet membaca cepat, emosi naik duluan, jempol bergerak duluan, barulah akal sehat menyusul belakangan. Dan semakin banyak yang membagikan, semakin sulit pula jejak aslinya ditemukan oleh orang yang baru melihat.

Padahal, yang dibacakan Annisa di MK justru untuk menghindari disinformasi mengenai pernyataan Hasto sebelumnya. Ironi tingkat dewa: klarifikasi malah dipelintir jadi hoaks baru.

Kalau Dibaca Utuh, Ceritanya Sebenarnya Sederhana

Dalam sidang tersebut, Annisa menyampaikan bahwa menurut Hasto, korupsi memang fenomena global dan bukan termasuk kejahatan kemanusiaan menurut definisi Statuta Roma. Ini argumen hukum, bukan pembelaan moral. Tidak ada konteks pembenaran tindakan korupsi. Tidak ada pernyataan bahwa korupsi itu “hal biasa” yang bisa diterima.

Ini adalah bagian dari strategi hukum dalam uji materi, bukan narasi politik yang ditujukan ke publik. Tapi begitu potongan kalimat dilepaskan dari konteksnya, lalu ditempelkan ke orang yang tidak pernah mengucapkannya, ya jadilah drama yang kita lihat sekarang.

Jangan Mau Dibodohi Teks Bergaya Terbakar

Hoaks itu sering datang dengan huruf kapital, tanda seru, dan bumbu angka-angka aneh supaya terlihat “urgent”. Tapi sebesar apa pun suaranya, kalau sumbernya tidak benar, tetap saja cuma kebisingan digital.

Di tengah derasnya informasi, yang paling berharga justru kemampuan membaca pelan, bertanya dua kali, dan mengecek sumber.

Karena pada akhirnya, marah karena hoaks itu melelahkan. Klarifikasi itu memakan waktu. Dan menelan mentah-mentah informasi tanpa cek ulang kadang lebih memalukan daripada salah ketik.

Sebelum share, cek dulu biar nggak ikut dosa digital. @dimas

Tags: Cek Fakta DuluTabooo Check

Kamu Melewatkan Ini

Benarkah Genjer-Genjer adalah Lagu PKI? Cek Faktanya

Benarkah Genjer-Genjer adalah Lagu PKI? Cek Faktanya

by Tabooo
Juni 3, 2026

Genjer-Genjer sering dicap sebagai lagu PKI. Padahal, sejarahnya lebih rumit. Lagu ini lahir dari kelaparan rakyat Banyuwangi pada masa pendudukan...

Otoriter Populis Sama dengan Diktator? Ini Jawabannya

Otoriter Populis Sama dengan Diktator? Ini Jawabannya

by Tabooo
Juni 3, 2026

Otoriter Populis tidak sama persis dengan diktator, meski keduanya bisa sama-sama melemahkan kebebasan. Diktator klasik biasanya memakai paksaan terbuka, sementara...

Gibran Umumkan Tebus Motor Rp600 Ribu? Cek Faktanya!

Gibran Umumkan Tebus Motor Rp600 Ribu? Cek Faktanya!

by Tabooo
April 15, 2026

Tabooo.id: Check - Sebuah video menampilkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seolah mengumumkan program tebus motor murah Rp600.000. Narasi ini menyebar...

Next Post
Demokrasi Baru Bangun Tidur: “Eh, Perempuan Harus Ada di AKD Dong!

Demokrasi Baru Bangun Tidur: “Eh, Perempuan Harus Ada di AKD Dong!

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id