Tabooo.id: Regional – Sebuah rumah di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berubah menjadi puing-puing setelah ledakan dahsyat menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya, pada Minggu (1/3/2026). Polres Ponorogo menduga korban meracik bahan petasan sebelum ledakan terjadi.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, Imam Mujali, menjelaskan, “Berdasarkan olah TKP, dugaan sementara korban sedang meracik bahan mercon. Kami masih mendalami jenis bahan peledak yang digunakan.” jelasnya.
Koordinasi dengan Tim Penjinak Bom
Untuk memastikan jenis bahan peledak, polisi berencana berkoordinasi dengan tim penjinak bom Den Gegana.
“Gegana akan memberi kesimpulan apakah bahan tersebut benar bahan petasan atau bukan,” kata Imam.
Polres Ponorogo menyoroti tradisi membuat petasan dan menerbangkan balon udara yang biasa muncul saat bulan Ramadhan. Imam menekankan, meski sudah menjadi kebiasaan tahunan, kegiatan itu sangat berisiko.
“Tradisi Ponorogo saat puasa buat petasan dan balon udara. Kami imbau warga untuk menghindari pembuatan petasan. Terbukti ada korban meninggal dunia, tidak ada alasan untuk santai,” ujarnya.
Kronologi Ledakan
Ledakan terjadi menjelang Magrib di rumah milik Minten, RT 02 RW 02 Dusun Cuwet. Suara ledakan terdengar hingga beberapa rumah di sekitar lokasi. Akibatnya, satu orang tewas di tempat dan dua lainnya mengalami luka bakar serius.
Polres Ponorogo terus melakukan olah TKP dan memeriksa saksi untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Sampai saat ini, polisi belum memastikan apakah petasan yang dibuat korban akan digunakan untuk balon udara.
“Ini menjadi pengingat nyata bahwa meracik petasan di rumah bukan hanya ilegal, tapi juga mengancam nyawa,” pungkasnya. @dimas





