Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Larangan Guru Non-ASN 2027: Penataan Sistem atau Cara Halus Menyingkirkan Guru?

by eko
Mei 6, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Ruang kelas Indonesia selama ini tidak selalu bergantung pada negara. Guru honorer menjaga banyak sekolah tetap hidup. Mereka mengisi kelas kosong, bertahan di daerah terpencil, dan memastikan murid tetap belajar setiap hari.

Tabooo.id: News – Kini, rencana pelarangan guru non-ASN mengajar di sekolah negeri mulai 2027 memicu kegelisahan besar. Sebab yang dipertaruhkan bukan cuma status pekerjaan, tetapi juga nasib jutaan orang yang selama ini menopang pendidikan nasional diam-diam.

1,6 Juta Guru Honorer Menjadi Penyangga Pendidikan Nasional

Anggota Komisi II DPR, Azis Subekti, menilai persoalan ini jauh melampaui urusan administrasi kepegawaian. Menurutnya, negara sedang menghadapi persoalan keadilan dan tanggung jawab konstitusional.

“Ketidakpastian yang dialami guru non-ASN bukan sekadar persoalan teknis kepegawaian. Ini adalah persoalan konstitusional,” kata Azis kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

Azis menyebut sekitar 1,6 juta guru honorer selama ini menopang pendidikan nasional, terutama di daerah terpencil dan tertinggal.

Namun banyak guru honorer masih hidup dalam ketidakpastian. Sebagian hanya menerima honor sekitar Rp300 ribu per bulan. Di sisi lain, mereka tetap mengajar, mendampingi murid, dan menjaga sekolah tetap berjalan.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

“Ini bukan sekadar ketimpangan ekonomi. Ini adalah pengingkaran terhadap martabat profesi pendidik,” tegasnya.

Negara Menyebut Pendidikan Prioritas, Tapi Guru Masih Kesulitan Bertahan

UUD 1945 Pasal 31 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan. Konstitusi juga mewajibkan negara memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN.

Namun anggaran besar itu belum sepenuhnya menyentuh kesejahteraan guru yang berdiri langsung di depan kelas.

Azis menilai amanat konstitusi tidak akan pernah utuh jika negara terus membiarkan guru hidup tanpa kepastian.

“Amanat konstitusi itu tidak akan pernah utuh jika para guru tidak mendapatkan kepastian dan perlindungan,” ujarnya.

PPPK Sudah Berjalan, Tapi Banyak Guru Masih Tertinggal dalam Sistem

Pemerintah sudah menjalankan pengangkatan guru melalui skema PPPK. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mengangkat lebih dari 544 ribu guru.

Namun angka itu belum menyelesaikan seluruh persoalan. Banyak guru non-ASN masih gagal masuk skema tersebut karena hambatan administratif dan kebijakan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru. Jika pemerintah menjalankan larangan tanpa solusi matang, sekolah negeri bisa kehilangan tenaga pengajar yang selama ini menjaga sistem tetap berjalan.

“Ini bisa berubah menjadi pengabaian yang dilegalkan,” kata Azis.

Ini Bukan Sekadar Soal Status ASN, Tapi Soal Cara Negara Menghargai Guru

Persoalan ini bukan cuma tentang ASN atau non-ASN. Persoalan ini menyangkut cara negara menghargai orang-orang yang selama bertahun-tahun mengisi kekosongan sistem pendidikan.

Guru honorer bukan sekadar angka dalam data kepegawaian. Mereka menjaga ruang kelas tetap hidup ketika negara belum mampu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar.

Ketika guru terus hidup dalam ketidakpastian, Indonesia sebenarnya sedang mempertaruhkan masa depan pendidikannya sendiri.@eko

Tags: DPR RIGuru Honorerguru non ASNKebijakan PendidikanPendidikan IndonesiaPPPKsekolah negeri

Kamu Melewatkan Ini

30 Menit Anak-anak Najaten Melawan Jarak

30 Menit Anak-anak Najaten Melawan Jarak

by teguh
Agustus 21, 2026

Pagi di SDN 2 Najaten, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dimulai dengan buku. Selama sekitar 30 menit anak-anak Najaten melawan jarak,...

30 Menit Melawan Jarak: Ketika Akses Buku Belum Merata di Sekolah Pelosok

30 Menit Melawan Jarak: Ketika Akses Buku Belum Merata di Sekolah Pelosok

by teguh
Agustus 21, 2026

Pagi di SDN 2 Najaten, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dimulai dengan aktivitas sederhana. Dibalik akses buku belum merata Sekitar 30...

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

by teguh
Agustus 21, 2026

Masuk kampus punya jalur. Ada jalur prestasi, jalur tes, sampai jalur mandiri. Namun, Kamis, 20/08/2026, publik melihat jalur lain di...

Next Post
Virus Hanta vs Leptospirosis vs DBD: Jangan Salah Bedakan

Virus Hanta vs Leptospirosis vs DBD: Jangan Salah Bedakan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id