Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dana Ada, Gaji Tak Cair: Mengapa Ribuan Guru Honorer di Jawa Barat Belum Digaji?

by dimas
April 24, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Ribuan guru honorer di Jawa Barat belum menerima gaji selama dua bulan terakhir. Pertanyaannya kini tidak lagi sekadar administratif apakah ini hanya persoalan regulasi birokrasi, atau tanda bahwa sistem pengelolaan pendidikan masih menempatkan para guru sebagai pihak yang paling mudah dikorbankan?

Tabooo.id: Nasional – Sebanyak 3.823 guru dan tenaga administrasi honorer di Jawa Barat belum menerima gaji sejak Maret hingga April 2026. Pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan anggaran pembayaran. Namun, aturan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait transisi pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) membuat pembayaran gaji tersebut tertahan.

Situasi ini menghadirkan ironi yang sulit diabaikan. Sekolah-sekolah masih membutuhkan banyak guru. Namun pada saat yang sama, ribuan tenaga pendidik yang setiap hari mengajar justru harus menunggu kepastian hak dasar mereka. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar tentang prioritas negara dalam mengelola sektor pendidikan.

Regulasi Pusat Menghambat Pembayaran

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadapi dilema dalam membayar gaji para guru honorer. Aturan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melarang pemerintah daerah mempekerjakan tenaga honorer setelah pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Akibat aturan tersebut, pemerintah daerah tidak berani menyalurkan gaji meskipun dana telah tersedia di dalam anggaran.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keterlambatan ini bukan karena kekurangan dana.

Ini Belum Selesai

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

“Uangnya ada dan sudah teralokasikan. Tetapi ada surat edaran dari Menpan RB yang menyatakan kami tidak boleh membayarkan gaji pegawai honorer. Kalau dibayarkan, bisa dianggap penyimpangan keuangan,” ujarnya.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa proses transisi dari tenaga honorer menuju sistem PPPK masih menyisakan persoalan di tingkat daerah.

DPRD Soroti Nasib Guru

DPRD menilai situasi tersebut sangat memprihatinkan. Kebijakan administratif, menurut mereka, tidak seharusnya mengorbankan para guru yang bekerja setiap hari di sekolah.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, menilai kondisi yang dialami ribuan tenaga honorer sangat menyedihkan.

Ia mengingatkan bahwa masalah ini tidak hanya berdampak pada guru, tetapi juga pada proses belajar siswa.

“Jangan sampai para guru yang terdampak tidak bisa mengajar karena tidak memiliki biaya transportasi. Anak-anak juga akan menjadi korban,” kata Zaini.

Masalah ini muncul ketika Indonesia masih menghadapi kekurangan guru dalam jumlah besar. Data pendidikan nasional pada Desember 2024 menunjukkan bahwa Indonesia masih membutuhkan sekitar 374.000 guru di berbagai jenjang pendidikan negeri.

Provinsi Jawa Barat termasuk wilayah yang menghadapi kekurangan tenaga pendidik cukup signifikan. Di Kabupaten Bandung misalnya, pemerintah daerah masih membutuhkan sekitar 14.000 guru dan tenaga kependidikan hingga akhir 2025.

Pengamat Sebut Penindasan Birokrasi

Kalangan pengamat pendidikan juga menyoroti persoalan ini. Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menyebut kasus tersebut sebagai paradoks dalam kebijakan pendidikan.

Menurutnya, pemerintah terlalu fokus pada prosedur administratif dan kurang memberi perhatian pada hak dasar tenaga pendidik.

“Seharusnya pemerintah memprioritaskan masalah ini karena menyangkut upah yang sifatnya penting dan mendesak. Jangan sampai para guru justru ditelantarkan,” ujarnya.

Ubaid menilai pemerintah tidak boleh menjadikan proses transisi menuju sistem PPPK sebagai alasan untuk menunda pembayaran hak guru honorer.

Ia juga menegaskan bahwa para guru tersebut tetap menjalankan tugas mengajar setiap hari meskipun belum menerima gaji.

“Guru honorer tetap bekerja mencerdaskan anak bangsa. Karena itu, negara tidak boleh menyandera hak mereka hanya karena proses perubahan status kepegawaian berjalan lambat,” tegasnya.

Risiko bagi Stabilitas Pendidikan

Masalah ini berpotensi menimbulkan dampak lebih luas jika tidak segera diselesaikan. Tekanan ekonomi yang dialami guru honorer dapat memengaruhi stabilitas kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Sebagian guru mungkin harus mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan, beberapa di antaranya berpotensi meninggalkan profesi mengajar.

Di tengah kekurangan guru nasional yang masih tinggi, kondisi ini memperlihatkan kontradiksi dalam tata kelola pendidikan di Indonesia. Negara membutuhkan tenaga pendidik dalam jumlah besar, tetapi sistem birokrasi justru membuat sebagian guru bekerja tanpa kepastian penghasilan.

Kasus ribuan guru honorer yang belum menerima gaji di Jawa Barat kini memicu perhatian luas. Persoalan ini tidak lagi sekadar masalah administrasi, melainkan cermin dari bagaimana negara memperlakukan profesi guru dalam sistem pendidikan nasional. @dimas

Tags: Pendidikan Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Sekolah Negeri Tak Cukup: 77 Ribu Calon Siswa Jadi Korban Sistem

Sekolah Negeri Tak Cukup: 77 Ribu Calon Siswa Jadi Korban Sistem

by teguh
Juni 14, 2026

Sabtu malam seharusnya menjadi momen lega bagi ribuan keluarga di Jawa Barat. Namun ketika hasil Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB)...

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

by teguh
Juni 14, 2026

Sebanyak 77 ribu calon siswa SMA dan SMK di Jawa Barat belum memperoleh kursi di sekolah negeri setelah pengumuman hasil...

Pembodohan Struktural: Ketika Kemiskinan Menjadi Modal Politik

Pembodohan Struktural: Ketika Kemiskinan Menjadi Modal Politik

by dimas
Juni 5, 2026

Pembodohan struktural dan kemiskinan bukan sekadar masalah sosial. Keduanya dapat menjadi alat politik yang melemahkan daya kritis warga dan menguntungkan...

Next Post
Buruh Tolak Omnibus Law: Sekadar Demo atau Tanda Krisis Sistem?

Buruh Tolak Omnibus Law: Sekadar Demo atau Tanda Krisis Sistem?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id