• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Edge

Lapangan Padel Makin Banyak, Ruang Tenang Makin Langka

Maret 1, 2026
in Edge
A A
Lapangan Padel Makin Banyak, Ruang Tenang Makin Langka

Ilustrasi tentang lapangan padel malam hari di permukiman yang mengusik ketenangan warga. (Foto ilustrasi Tabooo.id/Dimas P)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan kamu sudah rebahan, lampu kamar mati, playlist mellow mengalun pelan. Tiba-tiba dari luar terdengar suara “tak, tak, tak” disusul teriakan, “Nice shot, brooo” Jam menunjukkan pukul 22.47 WIB.

Selamat. Kamu tinggal di sebelah lapangan padel.

Fenomena ini bukan adegan sitkom. Di sejumlah wilayah Jakarta, lapangan padel tumbuh cepat di tengah permukiman. Olahraga yang lagi hype ini menjelma jadi simbol gaya hidup urban: sehat, estetik, dan tentu saja kontenable. Feed Instagram aman, tapi jam tidur warga sekitar mulai terancam.

Dukung Olahraga, Tapi Jangan Tabrak Tata Ruang

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, ikut angkat suara. Ia menegaskan bahwa dirinya mendukung pengembangan olahraga, termasuk padel. Namun ia mengingatkan, pembangunan lapangan di tengah lingkungan perumahan harus mematuhi tata ruang, mengantongi izin yang jelas, dan tetap menjaga kenyamanan warga.

RelatedPosts

OTT Episode 9: Serial Korupsi yang Sepertinya Tidak Pernah Tamat

TNI Siaga 1, Publik Bertanya: Ancaman Nyata atau Mode Waspada?

Menurutnya, olahraga memang penting. Tapi ketertiban umum dan fungsi ruang kota juga bukan sekadar formalitas di atas kertas. Kota tidak bisa diatur pakai semangat FYP semata.

Keluhan Warga: Dari Kebisingan Sampai Tengah Malam

Kenneth mengaku menerima banyak keluhan warga lewat media sosialnya. Warga memprotes kebisingan suara pantulan bola, teriakan pemain, hingga aktivitas pengunjung yang berlangsung melewati pukul 20.00 WIB.

Buat pemain, itu sesi fun game. Buat warga, itu white noise versi horor.

Ketika aktivitas berlangsung sampai malam, kualitas hidup warga ikut terdampak. Anak kecil sulit tidur, orang tua terganggu istirahatnya, pekerja yang harus bangun pagi terpaksa berdamai dengan insomnia gratis.

Parkir Liar, Jalan Komplek Jadi Area Komersial

Masalah tidak berhenti di suara. Banyak lapangan berdiri tanpa dukungan lahan parkir yang memadai. Mobil pengunjung akhirnya parkir di badan jalan lingkungan. Jalan komplek yang seharusnya jadi ruang aman warga berubah menjadi lahan parkir dadakan.

Situasi ini memicu gangguan lalu lintas dan berpotensi memantik konflik sosial. Ketika akses warga terganggu, gesekan tinggal menunggu waktu. Kota yang padat memang biasa berisik, tapi bukan berarti semua ruang bisa dipaksa jadi mesin uang.

Regulasi: Bukan Sekadar Formalitas

Kenneth meminta Pemprov DKI Jakarta memperketat pengawasan dan tidak sembarangan memberikan izin. Ia mendorong setiap pembangunan lapangan padel memenuhi dokumen UKL/UPL, analisis dampak lalu lintas, rekomendasi teknis dinas terkait, standar peredam suara, pembatasan jam operasional, hingga penyediaan lahan parkir sesuai kapasitas.

Selain itu, pengelola tetap wajib memenuhi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), lengkap dengan dokumen kepemilikan tanah dan rencana teknis bangunan. Artinya, membangun lapangan padel tidak cukup dengan lahan kosong dan semangat cuan.

Kota Modern, Logika Jangan Ikut Offline

Di tengah euforia olahraga baru, kota diuji apakah ia bisa menyeimbangkan ekonomi, gaya hidup, dan hak dasar warganya untuk tenang?

Jakarta tentu boleh sehat, aktif, dan modern. Tapi kalau semua ruang berubah jadi tempat bisnis, lalu ruang istirahat warga ada di mana?

Mungkin kita memang butuh olahraga baru sprint mengurus izin dan maraton mendengar aspirasi warga. Siapa tahu, itu lebih bikin kota waras. @dimas

Tags: DKIDKI JakartadprdGaya HidupJakartaKebisinganKomplekKonflikKotaLingkunganmalamPadelPerkotaanRegulasiTata RuangUrbanWarga
Next Post
Lokananta: Suara Lama yang Menolak Hilang

Lokananta: Suara Lama yang Menolak Hilang

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legian: Jalan yang Tidak Pernah Benar-Benar Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedap Malam: Ketika Ogoh-Ogoh Tidak Lagi Sekadar Dibakar, Tapi Mengingatkan Luka yang Belum Selesai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantai yang Kita Banggakan, atau yang Kita Abaikan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.