Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lapangan Padel Makin Banyak, Ruang Tenang Makin Langka

by dimas
Maret 1, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan kamu sudah rebahan, lampu kamar mati, playlist mellow mengalun pelan. Tiba-tiba dari luar terdengar suara “tak, tak, tak” disusul teriakan, “Nice shot, brooo” Jam menunjukkan pukul 22.47 WIB.

Selamat. Kamu tinggal di sebelah lapangan padel.

Fenomena ini bukan adegan sitkom. Di sejumlah wilayah Jakarta, lapangan padel tumbuh cepat di tengah permukiman. Olahraga yang lagi hype ini menjelma jadi simbol gaya hidup urban: sehat, estetik, dan tentu saja kontenable. Feed Instagram aman, tapi jam tidur warga sekitar mulai terancam.

Dukung Olahraga, Tapi Jangan Tabrak Tata Ruang

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, ikut angkat suara. Ia menegaskan bahwa dirinya mendukung pengembangan olahraga, termasuk padel. Namun ia mengingatkan, pembangunan lapangan di tengah lingkungan perumahan harus mematuhi tata ruang, mengantongi izin yang jelas, dan tetap menjaga kenyamanan warga.

Menurutnya, olahraga memang penting. Tapi ketertiban umum dan fungsi ruang kota juga bukan sekadar formalitas di atas kertas. Kota tidak bisa diatur pakai semangat FYP semata.

Ini Belum Selesai

Kapitalisme Fleksibel Lahirkan ‘Dangerous Class’?

Realita Program Chromebook Jadi Barang Bukti Politik

Keluhan Warga: Dari Kebisingan Sampai Tengah Malam

Kenneth mengaku menerima banyak keluhan warga lewat media sosialnya. Warga memprotes kebisingan suara pantulan bola, teriakan pemain, hingga aktivitas pengunjung yang berlangsung melewati pukul 20.00 WIB.

Buat pemain, itu sesi fun game. Buat warga, itu white noise versi horor.

Ketika aktivitas berlangsung sampai malam, kualitas hidup warga ikut terdampak. Anak kecil sulit tidur, orang tua terganggu istirahatnya, pekerja yang harus bangun pagi terpaksa berdamai dengan insomnia gratis.

Parkir Liar, Jalan Komplek Jadi Area Komersial

Masalah tidak berhenti di suara. Banyak lapangan berdiri tanpa dukungan lahan parkir yang memadai. Mobil pengunjung akhirnya parkir di badan jalan lingkungan. Jalan komplek yang seharusnya jadi ruang aman warga berubah menjadi lahan parkir dadakan.

Situasi ini memicu gangguan lalu lintas dan berpotensi memantik konflik sosial. Ketika akses warga terganggu, gesekan tinggal menunggu waktu. Kota yang padat memang biasa berisik, tapi bukan berarti semua ruang bisa dipaksa jadi mesin uang.

Regulasi: Bukan Sekadar Formalitas

Kenneth meminta Pemprov DKI Jakarta memperketat pengawasan dan tidak sembarangan memberikan izin. Ia mendorong setiap pembangunan lapangan padel memenuhi dokumen UKL/UPL, analisis dampak lalu lintas, rekomendasi teknis dinas terkait, standar peredam suara, pembatasan jam operasional, hingga penyediaan lahan parkir sesuai kapasitas.

Selain itu, pengelola tetap wajib memenuhi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), lengkap dengan dokumen kepemilikan tanah dan rencana teknis bangunan. Artinya, membangun lapangan padel tidak cukup dengan lahan kosong dan semangat cuan.

Kota Modern, Logika Jangan Ikut Offline

Di tengah euforia olahraga baru, kota diuji apakah ia bisa menyeimbangkan ekonomi, gaya hidup, dan hak dasar warganya untuk tenang?

Jakarta tentu boleh sehat, aktif, dan modern. Tapi kalau semua ruang berubah jadi tempat bisnis, lalu ruang istirahat warga ada di mana?

Mungkin kita memang butuh olahraga baru sprint mengurus izin dan maraton mendengar aspirasi warga. Siapa tahu, itu lebih bikin kota waras. @dimas

Tags: DKI JakartadprdGaya HidupJakartaKonflik DuniaKotaLingkunganmalamPerkotaanRegulasiTata Ruang

Kamu Melewatkan Ini

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

by dimas
Mei 13, 2026

Benarkah Jakarta sudah bukan ibu kota negara? Simak fakta status konstitusi IKN, Keppres pemindahan, dan polemik UU DKJ. Tabooo.id -...

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

by dimas
Mei 10, 2026

Kejahatan siber di Indonesia kian terorganisir dan lintas negara. Namun di balik penggerebekan besar jaringan judi online di Jakarta dan...

Next Post
Lokananta: Suara Lama yang Menolak Hilang

Lokananta: Suara Lama yang Menolak Hilang

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id