Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Geledah Rumah Wali Kota Madiun, Bawa Pulang Satu Koper Dokumen

by sigit
Januari 22, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat. Rabu (21/1/2026), belasan penyidik mendatangi rumah pribadi Wali Kota Madiun, Maidi, di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor. Mereka menumpang tiga mobil berplat putih dan membawa satu koper besar plus beberapa dokumen sebagai barang bukti kasus gratifikasi fee proyek dan dana CSR.

Penggeledahan dimulai sejak sore dan baru selesai pukul 20.30 WIB. Penyidik membawa tas ransel, masker, kamera, dan handycam. Menariknya, mereka datang tanpa pengawalan polisi berseragam lengkap. Warga hanya bisa menonton dari luar pagar. “Tadi sekitar jam setengah tiga, ramai sekali,” kata Anung Suryowadono, warga setempat.

Maidi Resmi Tersangka dan Ditahan

Kasus ini menambah daftar panjang kepala daerah yang tersangkut Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK sejak menjabat. Maidi kini resmi menjadi tersangka. KPK menahan dia di rutan negara Cabang Gedung Merah Putih, Jakarta. Tak hanya Maidi, tim KPK juga menahan pihak swasta kepercayaannya, Rochim Ruhdiyanto, dan Kepala Dinas PUPR Thariq Megah. Penahanan terhadap ketiganya berlaku selama 20 hari pertama, mulai 20 Januari hingga 8 Februari 2026. Penyidik menilai bukti sudah cukup untuk langkah hukum ini.

Dampak Langsung bagi Masyarakat

Berita ini penting bagi publik. KPK menegaskan bahwa pejabat daerah pun bisa tersentuh hukum. Tidak ada lagi “zona aman” untuk praktik korupsi. Namun, penggeledahan ini juga mengguncang stabilitas pemerintahan Madiun. Program pembangunan bisa tertunda, dan aparatur yang bersih ikut terkena bayang-bayang skeptisisme warga.

Selain aspek hukum, kasus ini mengingatkan bahwa proyek kota yang terlihat lancar di atas kertas ternyata tidak selalu sesederhana itu. Fee proyek dan CSR yang seharusnya untuk kepentingan publik malah bisa menimbulkan masalah. Tim KPK membawa koper dari rumah Maidi, sekaligus memberi alarm keras bagi pejabat yang tergoda uang mudah.

Ini Belum Selesai

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Pengingat untuk Pejabat dan Warga

Bagi warga Madiun, cerita ini lebih dari sekadar OTT. Ini soal menjaga kepercayaan, menegakkan transparansi, dan membuktikan bahwa hukum bisa menembus pagar rumah pejabat sekalipun. Koper panas itu bukan hanya simbol korupsi tapi pengingat keras bahwa permainan uang bisa berakhir di meja KPK. (red)

Tags: CSRFee ProyekgeledahJawa TimurKorupsi di IndonesiaKota MadiunKPKmadiunMaidiott

Kamu Melewatkan Ini

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026

Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa...

Korupsi Wali Kota Madiun: Ketika Izin Usaha Diduga Punya Tarif Tambahan?

Korupsi Wali Kota Madiun: Ketika Izin Usaha Diduga Punya Tarif Tambahan?

by dimas
Mei 11, 2026

Korupsi Wali Kota Madiun kembali membuka cerita lama yang sebenarnya akrab di banyak daerah izin usaha yang seharusnya mempermudah investasi...

Next Post
Sidang Kasus Migas Pertamina atas Kerry Adrianto Riza Dilanjutkan

Sidang Kasus Migas Pertamina atas Kerry Adrianto Riza Dilanjutkan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id