Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Maidi Digiring KPK: Rompi Oranye, Tangan Diborgol

by Anisa
Mei 11, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter


Tabooo.id: Nasional – Malam jatuh di Gedung Merah Putih KPK. Jarum jam menunjuk 21.27 WIB. Wali Kota Madiun, Maidi, melangkah keluar gedung. Tangan terborgol, Rompi oranye menempel di tubuhnya, Mulutnya terkunci rapat tak satu kata pun keluar. Karena itu, publik langsung bertanya apa yang sebenarnya terjadi di balik kekuasaan daerah?

Bungkam di Bawah Sorot Kamera

Petugas KPK menggiring Maidi menuju mobil tahanan, Selasa (20/1/2026) malam. Sepanjang jalur keluar, petugas memperketat pengamanan. Kamera menyorot tanpa henti dan Wartawan mengejar pertanyaan. Namun, Maidi tetap diam. Ia menolak bicara, Ia memilih menunduk dan terus melangkah.

Tidak Sendiri, Tiga Pejabat Sekaligus

Namun, Maidi tidak melangkah sendirian. Rochim Ruhdiyanto ikut berjalan di sampingnya. Publik mengenalnya sebagai orang kepercayaan wali kota. Selain itu, Thariq Megah, Kepala Dinas PUPR Kota Madiun, juga keluar bersama mereka. Dengan begitu, tiga pejabat daerah kini berdiri dalam satu pusaran perkara dugaan korupsi.

CSR Diduga Jadi Bancakan

Selanjutnya, KPK menahan ketiganya selama 20 hari pertama di Rutan Cabang Gedung Merah Putih. Penyidik menuduh mereka melakukan pemerasan dana corporate social responsibility (CSR) dan menerima gratifikasi.

Nilainya tidak kecil. Penyidik menduga Maidi memeras dana CSR Yayasan STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun sebesar Rp350 juta. Padahal, dana itu seharusnya kembali ke masyarakat. Sebaliknya, uang tersebut diduga mengalir ke kepentingan pribadi.

Ini Belum Selesai

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Izin Usaha Tak Lagi Gratis


Selain CSR, KPK juga menelisik dugaan fee perizinan. Hotel, minimarket, hingga waralaba masuk dalam radar penyidikan. Pelaku usaha diduga menyetor uang agar izin terbit lancar. Akibatnya, biaya usaha melonjak. Pada akhirnya, warga ikut menanggung beban.

Tak berhenti di sana, penyidik juga menemukan dugaan penerimaan Rp200 juta dari fee pemeliharaan jalan paket II senilai Rp5,1 miliar. Karena itu, jalan rusak kini menyimpan cerita lain anggaran yang bocor di tengah jalan.

Gratifikasi Tembus Rp1,1 Miliar


Akhirnya, KPK membuka angka besar. Dugaan gratifikasi yang diterima Maidi sepanjang 2019–2022 mencapai Rp1,1 miliar. Angka ini penting bagi publik. Sebab, setiap rupiah yang hilang berarti layanan warga terpangkas.

Kini, Maidi dan Rochim menghadapi jeratan Pasal 12 huruf e UU Tipikor. Sementara itu, Maidi bersama Thariq juga terancam Pasal 12B terkait gratifikasi. Ancaman hukumannya tidak main-main.



Kasus ini bukan sekadar kisah jatuhnya seorang wali kota. Lebih dari itu, ini soal kepercayaan publik. Soal uang rakyat. Soal layanan yang seharusnya bersih dan adil. Diamnya Maidi malam itu memang singkat. Namun, dampaknya panjang. Warga Madiun, dan kita semua, berhak tahu siapa yang menjaga amanah, dan siapa yang justru menggerogotinya dari dalam. (red)

Tags: CSRFee ProyekJawa TimurKorupsi di IndonesiaKota MadiunKPKkpk Kota MadiunMaidiPemerasansuap

Kamu Melewatkan Ini

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

by teguh
Oktober 19, 2026

BBM tersendat Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember kembali mengganggu mobilitas masyarakat. Di...

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

by teguh
Oktober 19, 2026

Antrean BBM belum normal, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menerapkan kebijakan untuk ASN Jember WFH...

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

Dana karhutla diduga ikut dikorupsi dalam perkara Dana Siap Pakai BNPB. KPK menelusuri pengadaan alat komunikasi HT untuk penanganan kebakaran...

Next Post
Rompi Oranye Sudewo: Bupati Pati Jadi Tersangka Kasus Jabatan Desa

Rompi Oranye Sudewo: Bupati Pati Jadi Tersangka Kasus Jabatan Desa

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id