• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Talk

Klenik, Kebodohan, dan Keberanian Berpikir

Maret 2, 2026
in Talk
A A
Klenik, Kebodohan, dan Keberanian Berpikir

(Ilustrasi: Tabooo)

Share on FacebookShare on Twitter
Penulis: KPA Hari Andri Winarso Wartonagoro (Komisaris PT Tabooo Network Indonesia, Founder Indonesian Center for Esoterics and Metaphysical Studies)

Tabooo.id: Talk – Indonesia adalah tanah simbol, mitos, dan warisan spiritual yang panjang. Kita lahir dari budaya yang kaya akan makna tak kasat mata. Namun di antara spiritualitas dan kebijaksanaan leluhur, ada satu wilayah gelap yang sering tak dibedakan, klenik.

Klenik bukan spiritualitas. Klenik adalah kepercayaan yang dibungkus misteri, tapi kosong dari kesadaran kritis.

Klenik hidup dari rasa takut. Ia tumbuh dari ketidaktahuan. Lebih parah lagi, klenik sering dipelihara oleh mereka yang diuntungkan dari kebodohan orang lain.

Di sinilah masalahnya: ketika mistis tidak lagi menjadi jalan pencerahan, tapi menjadi alat manipulasi.

Spiritualitas Mencerahkan, Klenik Menumpulkan

Sebagai seseorang yang lama berkecimpung dalam dunia metafisika, saya ingin menegaskan sesuatu yang mungkin terdengar kontroversial, “Metafisika adalah ilmu kesadaran. Klenik adalah bisnis ketakutan.”

Spiritualitas sejati mengajarkan tanggung jawab pribadi, kesadaran batin, dan penguatan karakter. Klenik justru mengajarkan ketergantungan: pada jimat, pada ritual instan, pada “orang pintar” yang katanya tahu segalanya.

Spiritualitas bertanya, “Apa yang bisa saya perbaiki dari diri saya?”

Klenik bertanya, “Siapa yang bisa saya salahkan atas nasib saya?”

Perbedaannya sederhana, tapi dampaknya besar.

Industri Ketakutan yang Tak Pernah Sepi

Mari kita jujur. Sudah berapa banyak orang yang:

  • Menghabiskan uang jutaan rupiah untuk “pagar gaib”?
  • Takut membuka usaha karena “weton tidak cocok”?
  • Membatalkan pernikahan karena ramalan?
  • Menganggap sakit sebagai “kiriman santet”?

Di titik ini, klenik bukan lagi sekadar budaya. Ia berubah menjadi industri. Dan industri ini hidup dari dua hal, yaitu ketidaktahuan dan ketakutan.

    Lebih ironis lagi, dalam beberapa kasus, praktik seperti ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik, bisnis, bahkan kekuasaan. Ketika masyarakat lebih percaya bisikan gaib daripada data dan logika, demokrasi pun bisa tersandera oleh sugesti.

    Budaya atau Pembodohan?

    Sebagian orang akan berkata, “Ini warisan budaya, jangan dilawan.”

    Saya sepakat budaya harus dihormati. Tapi budaya yang sehat adalah budaya yang berevolusi. Tradisi leluhur kita sarat simbol dan filosofi. Masalahnya, banyak yang mengambil kulitnya, membuang maknanya.

    Simbol tanpa pemahaman berubah menjadi takhayul. Takhayul tanpa nalar berubah menjadi kebodohan massal. Kebodohan yang dibiarkan akan menjadi alat pembodohan.

    Kritis Bukan Berarti Anti-Spiritual

    Saya tidak sedang mengajak masyarakat menjadi materialis dingin. Saya justru mengajak kita menjadi spiritual yang cerdas. Percaya pada energi? Silakan. Meyakini dimensi batin? Itu hak setiap insan. Tapi jangan pernah berhenti berpikir.

    Metafisika yang matang selalu berjalan berdampingan dengan logika, etika, dan tanggung jawab. Jika sebuah praktik membuat Anda:

    • Takut terus-menerus,
    • Bergantung pada satu figur,
    • Kehilangan akal sehat,
    • Atau dieksploitasi secara finansial,

    Maka itu bukan pencerahan. Itu jebakan.

    RelatedPosts

    Sunyi dan Ramai Bertemu: Seberapa Siap Kita Hidup dalam Perbedaan?

    Aktivis Disiram Air Keras, Demokrasi Kita Baik-Baik Saja?

    Generasi Muda: Putus Rantai Ketakutan

    Generasi muda Indonesia hari ini punya akses informasi yang jauh lebih luas. Internet membuka pintu pengetahuan yang dulu tertutup.

    Pertanyaannya, apakah kita masih mau dikendalikan oleh narasi mistik yang tak pernah diuji? Atau kita memilih menjadi generasi yang menghormati tradisi, memahami simbol, tapi tetap berpikir kritis?

    Keberanian terbesar bukan melawan makhluk gaib. Keberanian terbesar adalah melawan ketidaktahuan dalam diri sendiri.

    Tabu untuk Dibongkar

    Mengkritik praktik perklenikan sering dianggap tabu. Seolah-olah mempertanyakannya berarti menghina budaya. Padahal justru sebaliknya. Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang berani menguji keyakinannya, karena keyakinan yang benar tidak pernah takut diuji.

    Kita boleh berspiritual. Kita boleh percaya pada hal yang tak terlihat. Namun jangan pernah menyerahkan akal sehat kepada siapa pun, karena ketika pikiran kita dijajah oleh ketakutan, di situlah kebodohan menemukan rumahnya. Sedangkan di negeri yang ingin maju, kebodohan bukan warisan yang pantas dipelihara. @tabooo

    Tags: KlenikmitosOpiniTalk
    Next Post
    12 Tahun Prambanan Jazz: MLTR dan NIKI Satukan Tiga Generasi di Panggung

    12 Tahun Prambanan Jazz: MLTR dan NIKI Satukan Tiga Generasi di Panggung

    Recommended

    Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

    Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

    6 bulan ago
    Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

    Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

    4 bulan ago

    Popular News

    • Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

      Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kuta Saat Senja: Ketika Malam Mulai Dibuka untuk Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lebaran Beda Hari, Antara Ilmu, Ego, dan Toleransi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Sitemap
    PT Tabooo Network Indonesia

    © 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Home
    • News
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Life
    • Check
    • Deep
    • Edge
    • Talk
    • Vibes

    © 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.