Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kinang dan Telur Asin Warnai Rangkaian Garebeg Mulud

by eko
Agustus 19, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memulai Garebeg Mulud Sekaten 1960/2026 dengan tabuhan gamelan pusaka, pembagian kinang, dan telur asin.

Tabooo.id: Surakarta – Suara Kiai Guntur Madu menggema dari sisi selatan Masjid Agung Surakarta.

Tabuhan gamelan pusaka itu langsung mengundang antusiasme masyarakat. Ratusan warga berebut tempat untuk mengambil janur dan mengikuti tradisi nginang.

Momen tersebut menandai dimulainya gelaran Hajad Dalem Garebeg Mulud atau Sekaten Tahun Jimawal 1960/2026 Masehi di lingkungan Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Bagi masyarakat, Sekaten bukan sekadar suara gamelan. Tradisi tahunan ini juga menghadirkan berbagai kebiasaan yang terus hidup di tengah warga.

Saat Gamelan Berbunyi, Warga Mulai Bergerak

Ketika pengrawit mulai menabuh Kiai Guntur Madu, masyarakat langsung memenuhi area sekitar gamelan.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Sebagian warga mencari janur. Sebagian lainnya mulai menjalankan tradisi nginang.

Suasana semakin ramai ketika masyarakat mengikuti rangkaian tradisi yang sudah melekat dengan Sekaten.

Di tengah kerumunan itu, masyarakat tidak hanya datang sebagai penonton. Mereka ikut menjalankan ritual dan kebiasaan yang mereka percaya memiliki makna tersendiri.

Gamelan membuka Sekaten. Masyarakat kemudian menghidupkannya dengan tradisi mereka sendiri.

Kraton Bagikan Ratusan Kinang dan Telur Asin

Pada kesempatan tersebut, jajaran Kraton Kasunanan Surakarta ikut hadir di tengah masyarakat.

Kraton Kasunanan Surakarta Pengageng Sasana Wilapa PB XIV, Purboyo, bersama GKR Panembahan Timoer Rumbay, GKR Alit, dan GKR Sekar Kirono atau Gusti Ratih membagikan ratusan bungkus kinang dan telur asin kepada masyarakat yang hadir.

Pembagian tersebut menambah suasana hangat di tengah keramaian Sekaten.

Warga menerima bingkisan tersebut setelah mengikuti momen penabuhan gamelan pusaka.

Bagi Kraton, pemberian itu membawa pesan budaya sekaligus menjadi bagian dari paringan dalem dari SISKS PB XIV.

Kinang dan Telur Asin Punya Filosofi

GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani menjelaskan makna di balik pembagian kinang dan telur asin.

Menurutnya, masyarakat mengenal kedua pemberian tersebut sebagai simbol yang berkaitan dengan usia panjang dan awet muda.

“Kinang dan telur asin dipercaya bisa menjadikan awet,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemberian kinang dan telur asin tersebut merupakan paringan dalem dari SISKS PB XIV.

Pemberian itu menjadi salah satu cara Kraton berbagi dengan masyarakat yang datang mengikuti Sekaten.

Di tengah suara gamelan dan kerumunan warga, kinang serta telur asin hadir sebagai bagian dari tradisi yang memiliki cerita sendiri.

Nginang, Janur, dan Ingatan tentang Sekaten

Tradisi nginang kembali muncul ketika Kiai Guntur Madu mulai berbunyi.

Masyarakat mengambil janur dan menyiapkan kinang. Sebagian warga kemudian mengunyah sirih bersama bahan pelengkapnya.

Kebiasaan tersebut membuat suasana Sekaten terasa berbeda.

Ada gamelan pusaka yang terus berbunyi, ada masyarakat yang berdesakan mencari janur dan ada pula warga yang menjalankan tradisi nginang seperti yang mereka kenal dari generasi sebelumnya.

Sekaten akhirnya menjadi ruang pertemuan antara sejarah Kraton dan kebiasaan masyarakat.

Tradisi itu tidak hanya hidup melalui tata cara Kraton.

Masyarakat juga memberi napas baru setiap kali mereka datang, mengikuti, dan menjalankan kebiasaan yang sama.

Sekaten Bukan Sekadar Keramaian

Setiap tahun, Sekaten kembali membawa masyarakat ke halaman Masjid Agung Surakarta.

Suara gamelan menjadi pemicunya.

Namun, setelah suara itu terdengar, berbagai cerita ikut bergerak.

Janur berpindah tangan. Kinang dibagikan. Telur asin diterima warga. Tradisi nginang kembali berlangsung.

Semua bertemu dalam satu momen.

Ini bukan sekadar acara tahunan Kraton. Sekaten menunjukkan bagaimana tradisi bertahan ketika masyarakat masih mau datang dan menjalankannya.

Di tengah perubahan zaman, kebiasaan lama masih menemukan tempat.

Gamelan tetap berbunyi.

Masyarakat tetap berkumpul.

Dan Kraton tetap membuka ruang bagi tradisi untuk bertemu dengan kehidupan sehari-hari warga.

Sekaten pun kembali dimulai.

Bukan hanya lewat tabuhan Kiai Guntur Madu, tetapi juga lewat janur, kinang, telur asin, dan masyarakat yang terus percaya bahwa tradisi punya alasan untuk tetap hidup. @eko

Tags: Garebeg MuludKinang dan Telur AsinKraton SoloSekaten

Kamu Melewatkan Ini

Akses Kraton Ditutup Seng, Konflik Kembali Mengemuka

Akses Kraton Ditutup Seng, Konflik Kembali Mengemuka

by eko
September 3, 2026

Akses Pelataran Kraton ditutup seng. Kubu PB XIV Purbaya mempertanyakan penutupan, sementara LDA menyebut revitalisasi sebagai jawaban. Tabooo.id: Surakarta -...

Dua Garebeg Mulud Karaton Surakarta, Delapan Gunungan Jadi Rebutan

Dua Garebeg Mulud Karaton Surakarta, Delapan Gunungan Jadi Rebutan

by dimas
Agustus 26, 2026

Dua Garebeg Mulud digelar di Karaton Surakarta, membawa delapan gunungan ke Masjid Agung Solo yang kemudian diperebutkan warga di puncak...

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

by eko
Agustus 20, 2026

Tradisi nginang kembali hadir di Sekaten Solo. Dari sirih hingga beberangen, kebiasaan lama ini menjaga jejak budaya lintas generasi. Tabooo.id...

Next Post
Ledakan Informasi Ubah Ruang Publik, Pers Diuji Jaga Esensi

Ledakan Informasi Ubah Ruang Publik, Pers Diuji Jaga Esensi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id