Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pengunjung Alkid Terbagi, Penjual Kangkung Kebo Bule Sesuaikan Dagangan

by eko
Agustus 11, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Pasar Sekaten menarik banyak pengunjung ke Alkid. Penjual kangkung Kebo Bule menurunkan stok agar dagangan tetap laku.

Tabooo.id – Pasar Sekaten membuat kawasan Alun-alun Selatan (Alkid) Kraton Surakarta semakin ramai. Keramaian ini mendorong penjual kangkung untuk Kebo Bule menata ulang jumlah dagangannya.

Biasanya, pengunjung datang ke Alkid dengan tujuan sederhana: melihat Kebo Bule dan memberi makan. Kini, Pasar Sekaten menghadirkan banyak pilihan lain. Jajanan, permainan, dan berbagai aktivitas pasar malam ikut menarik perhatian.

Kondisi itu dirasakan Joko Mursito (65), pedagang kangkung yang setiap hari berjualan di sekitar Alkid.

Bukan Sepi, Tapi Perhatian Pengunjung Terbagi

Joko melihat penjualan kangkung menurun selama Pasar Sekaten berlangsung. Namun ia tidak menilai Alkid kehilangan pengunjung.

Sebaliknya, kawasan itu justru semakin padat.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Masalahnya, pengunjung kini membagi waktu ke banyak aktivitas.

“Fokus pengunjung sekarang terpecah. Biasanya orang datang ke Alkid untuk memberi makan kerbau. Sekarang banyak yang datang untuk menikmati pasar malam,” kata Joko.

Situasi itu membuat Joko mengubah strategi dagang. Ia menurunkan jumlah kangkung yang ia bawa setiap hari.

Stok Lebih Sedikit, Dagangan Tetap Habis

Pedagang kecil seperti Joko harus berhitung cermat. Membawa terlalu banyak barang bisa membuat sisa dagangan menumpuk jika pembeli berkurang.

Joko membaca perubahan itu lebih cepat.

Ia mengurangi stok kangkung yang ia bawa ke Alkid. Strategi ini tetap membuat dagangannya habis terjual.

“Iya tetap habis, saya kurangi stok bawanya,” ujar Joko.

Keputusan itu terlihat sederhana. Namun bagi Joko, langkah kecil ini menentukan perputaran modal dan kelancaran penghasilan harian.

Sekaten Ramai, Rezeki Tidak Selalu Sama

Pasar Sekaten menghidupkan kawasan Alkid. Ribuan pengunjung datang dengan berbagai tujuan.

Namun, jumlah pengunjung tidak otomatis memberi keuntungan yang sama bagi semua pedagang.

Pedagang jajanan menikmati pembeli baru. Pengelola permainan mendapat keramaian. Sementara pedagang kangkung seperti Joko harus menghadapi perhatian pengunjung yang terbagi.

Di sini terlihat wajah ekonomi kecil yang sebenarnya.

Keramaian memberi dampak berbeda bagi setiap lapak. Satu kawasan bisa sangat hidup, tetapi setiap pedagang tetap harus menyesuaikan strategi.

Bukan Sekadar Soal Kangkung

Cerita Joko menunjukkan pola sederhana dalam ekonomi jalanan: pedagang kecil harus cepat membaca perubahan perilaku pembeli.

Ia tidak menunggu keadaan kembali seperti dulu. Ia langsung menyesuaikan jumlah dagangan dengan kondisi terbaru.

Pasar Sekaten mengubah tujuan orang datang ke Alkid. Joko ikut mengubah cara berjualan agar tetap bisa mengikuti perubahan itu.

Bagi pengunjung, kangkung hanya bagian kecil dari pengalaman di Alkid.

Bagi Joko, setiap ikat kangkung yang terjual berarti modal kembali berputar dan penghasilan tetap masuk.

Kebo Bule Tetap Punya Penggemar

Di tengah lampu pasar malam, aroma jajanan, suara permainan, dan keramaian pengunjung, tradisi memberi makan Kebo Bule tetap berjalan.

Pengunjung masih datang membawa kangkung.

Joko tetap membuka lapaknya setiap hari.

Pasar boleh semakin ramai. Tujuan pengunjung boleh berubah. Namun selama masih ada orang yang berhenti di depan Kebo Bule, pedagang seperti Joko tetap punya alasan untuk berjualan.

Keramaian tidak selalu berarti semua pedagang mendapat hasil yang sama. Kadang, bertahan dan menyesuaikan diri sudah cukup untuk menjaga rezeki tetap mengalir.@eko

Tags: AkidKerbau BulePasar SekatenSekaten

Kamu Melewatkan Ini

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

by eko
Agustus 20, 2026

Tradisi nginang kembali hadir di Sekaten Solo. Dari sirih hingga beberangen, kebiasaan lama ini menjaga jejak budaya lintas generasi. Tabooo.id...

Gamelan Pusaka Berbunyi, Kinang dan Telur Asin Warnai Rangkaian Garebeg Mulud

Kinang dan Telur Asin Warnai Rangkaian Garebeg Mulud

by eko
Agustus 19, 2026

Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memulai Garebeg Mulud Sekaten 1960/2026 dengan tabuhan gamelan pusaka, pembagian kinang, dan telur asin. Tabooo.id: Surakarta...

Gamelan Kraton Ditabuh, Sekaten 2026 Dimulai

Gamelan Kraton Ditabuh, Sekaten 2026 Dimulai

by eko
Agustus 19, 2026

Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Miyosaken Gongsa Sekati dan mulai menabuh dua gamelan pusaka untuk membuka rangkaian Sekaten 2026. Tabooo.id...

Next Post
Sampah Yogyakarta Jadi Listrik: Akankah Piyungan Lepas dari Krisis?

Sampah Yogyakarta Jadi Listrik: Akankah Piyungan Lepas dari Krisis?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id