Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ketegangan Timur Tengah, Dua Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Area Konflik

by dimas
Maret 11, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada jalur energi global. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil, PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan dua kapal tanker miliknya berhasil keluar dari kawasan konflik.

Kedua kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon. Manajemen menyatakan keduanya telah meninggalkan area berisiko setelah sebelumnya beroperasi di perairan Timur Tengah.

Sementara itu, dua kapal lain milik perusahaan masih bertahan di kawasan Teluk Arab sambil menunggu kondisi keamanan membaik, terutama di jalur strategis Selat Hormuz.

Dua Kapal Berhasil Keluar dari Area Konflik

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menjelaskan bahwa perusahaan saat ini mengoperasikan empat kapal di kawasan Timur Tengah.

Dari jumlah tersebut, dua kapal sudah bergerak keluar dari wilayah yang berpotensi terdampak konflik.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

“Dari empat unit kapal milik PIS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua kapal sudah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon,” ujar Vega dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Sebelumnya, saat ketegangan militer di kawasan itu meningkat, PIS Rinjani sedang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab. Pada waktu yang sama, PIS Paragon tengah melakukan proses bongkar muatan di Oman.

Perusahaan kemudian memantau situasi keamanan dan memutuskan memindahkan kedua kapal tersebut dari wilayah berisiko.

Dua Kapal Masih Menunggu di Teluk Arab

Meski dua kapal berhasil keluar, PIS masih menempatkan dua kapal lain di kawasan Teluk Arab. Kedua kapal itu adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Keduanya belum meninggalkan wilayah tersebut karena harus menunggu jalur pelayaran aman, terutama di Selat Hormuz. Jalur sempit ini menjadi salah satu titik paling strategis bagi perdagangan minyak dunia.

“Dua kapal tersebut saat ini menunggu situasi yang aman untuk keluar melalui Selat Hormuz. Kondisi kapal dan kru dalam keadaan aman,” kata Vega.

Kapal Gamsunoro diketahui membawa kargo milik pihak ketiga. Sementara VLCC Pertamina Pride menjalankan misi penting bagi Indonesia, yakni mengangkut minyak mentah jenis light crude oil untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Situasi ini membuat jalur pelayaran menjadi faktor krusial bagi stabilitas pasokan energi.

Jalur Energi Global di Bawah Tekanan

Selat Hormuz bukan sekadar jalur laut biasa. Hampir seperlima perdagangan minyak dunia melewati selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Setiap ketegangan di kawasan ini langsung memicu kekhawatiran global, termasuk risiko lonjakan harga minyak dan gangguan distribusi energi.

Bagi Indonesia, kondisi itu juga memiliki dampak langsung. Sebagian pasokan minyak mentah nasional masih bergantung pada jalur pelayaran internasional.

Karena itu, keselamatan armada tanker menjadi prioritas utama.

Pertamina Pastikan Distribusi Energi Tetap Aman

Meski menghadapi situasi geopolitik yang tidak menentu, Pertamina memastikan rantai pasok energi nasional tetap berjalan.

Vega menegaskan bahwa distribusi energi masih stabil berkat dukungan armada besar yang dimiliki Pertamina Group.

“Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, didukung sedikitnya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group,” ujarnya.

Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menyiapkan berbagai skenario distribusi energi. Metode tersebut mencakup jalur reguler, alternatif, hingga skenario darurat apabila situasi keamanan berubah secara drastis.

Selain itu, PIS memantau seluruh armada secara real-time selama 24 jam. Perusahaan juga menjalin komunikasi intensif dengan otoritas maritim internasional guna memastikan keselamatan kru kapal dan keamanan muatan energi.

Ketegangan di Timur Tengah memang belum berakhir. Namun bagi negara yang bergantung pada jalur energi global, setiap kapal yang berhasil keluar dari zona konflik bukan sekadar kabar pelayaran melainkan soal memastikan lampu rumah tetap menyala dan roda ekonomi tetap berputar. @dimas

Tags: DistribusiEnergiGeopolitikKapalKetahananKonflik DuniaNasionalPertaminaSelat HormuzTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Next Post
BMKG Ingatkan Gelombang Laut dan Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026

BMKG Ingatkan Gelombang Laut dan Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id