Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jet Tempur Rafale Resmi Masuk Armada TNI, Anggaran Pertahanan Melonjak

by dimas
Januari 27, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Indonesia resmi menerima tiga jet tempur Rafale dari Prancis. Pengiriman perdana ini menandai realisasi awal kesepakatan pertahanan bernilai miliaran dolar antara kedua negara. Ketiga pesawat tempur generasi 4,5 itu mendarat di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Jumat (23/1/2026), lalu langsung memperkuat armada operasional TNI Angkatan Udara.

Kedatangan Rafale menandai babak baru modernisasi pertahanan udara Indonesia. Selama bertahun-tahun, TNI AU mengandalkan pesawat tempur yang menua dan tertinggal teknologi. Pemerintah kini mulai mengganti ketergantungan tersebut dengan platform tempur modern.

Pemerintah Konfirmasi Penguasaan Rafale

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, memastikan TNI Angkatan Udara telah menerima dan mengoperasikan ketiga jet tempur Rafale. Sirait menyampaikan konfirmasi itu kepada Reuters pada Senin (26/1/2026).

“Pesawat-pesawat itu siap mendukung operasi TNI Angkatan Udara,” ujar Sirait.

Pemerintah Indonesia menandatangani kontrak pembelian Rafale senilai 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp134 triliun pada 2022. Pemerintah kemudian memperluas kontrak tersebut pada tahun berikutnya. Melalui kesepakatan itu, Indonesia memesan total 42 unit Rafale yang akan tiba secara bertahap.

Ini Belum Selesai

200 Porsi Makan Gratis Al-Ikhlas Diserbu Warga di Sriwedari

Kebakaran Rumah Produksi Sofa di Solo, SMK Batik 2 Nyaris Terbakar

Sirait menambahkan, Prancis menargetkan pengiriman tiga unit Rafale tambahan pada tahun ini sesuai jadwal bersama.

Pekanbaru Jadi Titik Awal Operasional

TNI Angkatan Udara memilih Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin sebagai basis awal Rafale karena posisi strategisnya. Pangkalan ini menjaga ruang udara Sumatra dan mengamankan jalur vital Selat Malaka.

Dengan kehadiran Rafale, TNI AU kini mengoperasikan pesawat tempur multirole yang mampu menjalankan misi superioritas udara, serangan darat, dan pengintaian. Kemampuan ini melampaui armada lama yang menghadapi keterbatasan usia dan sistem tempur.

Modernisasi Udara dan Beban Fiskal

Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pembeli jet tempur utama di pasar global. Pemerintah terus meningkatkan anggaran pertahanan untuk memperkuat kekuatan udara sebagai pilar pertahanan nasional.

Namun, kebijakan tersebut memicu perdebatan publik. Nilai kontrak Rafale yang mencapai ratusan triliun rupiah mendorong diskusi soal prioritas belanja negara. Publik menyoroti kebutuhan mendesak di sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Kebijakan ini berdampak langsung pada pembayar pajak dan masyarakat luas. Banyak pihak berharap belanja pertahanan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan stabilitas ekonomi.

Strategi Udara Tidak Berhenti di Rafale

Pembelian Rafale hanya menjadi bagian dari strategi besar pertahanan udara Indonesia. Pemerintah juga menandatangani kontrak jangka panjang untuk membeli 48 jet tempur KAAN buatan Turkiye. Pesawat generasi kelima itu menggunakan mesin General Electric F110, mesin yang juga menggerakkan F-16.

Selain itu, pemerintah membuka opsi lain untuk memperkuat armada. Indonesia mempertimbangkan jet tempur J-10 buatan China dan F-15EX buatan Amerika Serikat. Reuters melaporkan bahwa Indonesia juga membuka pembicaraan awal dengan Pakistan terkait pembelian jet tempur dan drone bersenjata pada awal Januari 2026.

Langkah-langkah ini mencerminkan strategi diversifikasi mitra. Indonesia berupaya membangun kekuatan udara tanpa menggantungkan diri pada satu pemasok.

Pesan Geopolitik dari Langit Pekanbaru

Kedatangan Rafale memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Prancis. Bagi Paris, Indonesia menjadi mitra utama industri pertahanan di Asia Tenggara. Bagi Jakarta, kerja sama ini membuka ruang manuver di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik yang semakin kompleks.

Di tengah rivalitas kekuatan besar dan meningkatnya ketegangan kawasan, Indonesia menyampaikan pesan jelas: negara ini ingin menjaga kedaulatan tanpa berpihak secara ekstrem.

Tiga Rafale yang mendarat di Pekanbaru memang baru langkah awal. Namun, di balik deru mesinnya, muncul pertanyaan penting apakah modernisasi alutsista ini benar-benar meningkatkan rasa aman publik, atau justru menambah daftar belanja mahal negara yang belum sepenuhnya dirasakan rakyat. @dimas

Tags: GeopolitikModernisasiNasionalpertahanan

Kamu Melewatkan Ini

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Bela Prabowo soal “Londo Ireng”, Hasan Nasbi: Pemerintah Juga Boleh Mengkritik

Bela Prabowo soal “Londo Ireng”, Hasan Nasbi: Pemerintah Juga Boleh Mengkritik

by Tabooo
Agustus 1, 2026

Hasan Nasbi membela pernyataan Prabowo Subianto soal “Londo Ireng”. Menurutnya, kebebasan berpendapat harus berlaku dua arah, termasuk bagi pemerintah.

Next Post
Kemenkomdigi Blokir 2 Juta Konten Judi Online Sepanjang 2025

Kemenkomdigi Blokir 2 Juta Konten Judi Online Sepanjang 2025

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id