Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jelang Lebaran, Bulog Pastikan Harga Pangan di Semarang Stabil

by dimas
Februari 27, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung ke Pasar Johar dan Pasar Kanjengan, Semarang, Jumat (27/2/2026), untuk memastikan harga dan pasokan bahan pokok tetap stabil menjelang Lebaran 2026. Di tengah lonjakan konsumsi selama Ramadhan, pemerintah berupaya menjaga pasar agar tidak bergerak liar.

Rizal menegaskan Bulog mengintensifkan pemantauan selama Ramadhan. Ia mengacu pada pengalaman Natal dan Tahun Baru lalu yang relatif stabil. Menurutnya, pola pengendalian distribusi dan stok yang sama kini diterapkan agar harga tetap terkendali hingga Idul Fitri.

“Kita punya pengalaman di Natal dan tahun baru bisa stabil. Harapannya, selama Ramadhan dan Lebaran nanti juga stabil,” ujarnya di sela kunjungan.

Beras dan Daging Relatif Aman

Dari hasil pemantauan, Rizal memastikan harga beras medium, premium, maupun beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Beras premium bertahan di Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram. Stabilitas ini penting, karena beras menjadi komoditas paling sensitif bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Selain beras, harga daging justru menunjukkan tren turun. Daging sapi kini berada di Rp130 ribu per kilogram, lebih rendah dari sehari sebelumnya yang mencapai Rp140 ribu. Harga ayam juga turun dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Penurunan ini memberi sedikit ruang napas bagi konsumen yang bersiap menyambut Lebaran.

Cabai Melonjak, Cuaca Jadi Biang Kerok

Namun, tidak semua komoditas bergerak jinak. Harga cabai justru merangkak naik. Cabai merah naik dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit melonjak dari Rp72 ribu menjadi Rp82 ribu per kilogram.

Rizal mengakui pemerintah sulit mengendalikan harga cabai karena komoditas ini sangat bergantung pada cuaca. Hujan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir mengganggu pasokan dari sentra produksi.

“Khusus cabai memang agak susah dikontrol karena pengaruh cuaca,” katanya.

Kenaikan harga cabai paling terasa bagi pedagang kecil dan rumah tangga kelas menengah bawah. Komoditas ini menjadi bahan utama banyak menu harian, terutama menjelang Lebaran ketika konsumsi meningkat.

Pedagang: Stok Aman, Konsumen Tetap Selektif

Di Pasar Johar, sejumlah pedagang mengakui kenaikan harga cabai. Namun mereka memastikan stok masih tersedia. Salah satu pedagang cabai menyebut pasokan tetap masuk meski harga naik akibat cuaca.

Sementara itu, pedagang kebutuhan pokok lain menyatakan harga beras SPHP dan minyak goreng MinyaKita masih mengikuti HET. Konsumen, kata mereka, kini lebih selektif dan cenderung mencari kemasan hemat, terutama untuk MinyaKita ukuran satu liter.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga memasang daftar harga acuan di pasar. Daftar ini menjadi panduan bagi pembeli sekaligus alat kontrol bagi Satgas Pangan untuk mencegah lonjakan tak wajar.

Siapa yang Paling Terdampak?

Stabilitas harga sangat menentukan daya beli masyarakat kecil. Buruh harian, pedagang kaki lima, hingga pekerja informal menggantungkan belanja Ramadhan pada harga yang terkendali. Sedikit saja lonjakan pada komoditas utama bisa menggerus anggaran dapur mereka.

Untuk saat ini, pasar masih relatif terkendali. Namun pengalaman menunjukkan, euforia menjelang Lebaran kerap memicu lonjakan permintaan yang tak terduga.

Harga boleh stabil hari ini. Tetapi menjelang puncak arus belanja Lebaran, pasar selalu punya cara untuk menguji kesiapan pemerintah. @dimas

Tags: 2026BulogDaya BeliEkonomi IndonesiaHargalebaranmasyarakatMinyakitaPanganrakyatRamadhanSatgas

Kamu Melewatkan Ini

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat

Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat

by Tabooo
Juni 10, 2026

Rupiah melemah tidak hanya terasa di pasar uang. Ia masuk ke dapur, pom bensin, toko elektronik, bengkel, dan meja makan...

Next Post
Pakistan Gempur Kabul dan Kandahar, Konflik Perbatasan Kian Terbuka

Pakistan Gempur Kabul dan Kandahar, Konflik Perbatasan Kian Terbuka

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id