Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Italia Gagal Lagi, Kursi Presiden FIGC Ikut Tumbang

by teguh
April 3, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id Sports – Roma tidak benar-benar sunyi ia justru dipenuhi rasa malu yang sulit disembunyikan. Timnas Italia kembali gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. Kali ini, kegagalan itu langsung mengguncang kursi tertinggi federasi.

Gabriele Gravina memilih mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIGC. Ia menyampaikan keputusan itu langsung di markas federasi, di hadapan para petinggi sepak bola Italia mulai dari Serie A hingga liga amatir. Tanpa drama panjang, tanpa pembelaan berlapis. Selesai.

Kekalahan yang Menusuk Lebih Dalam dari Skor

Italia tersingkir di final playoff setelahkalah dari Bosnia and Herzegovina langsung angkat suara dan menyebut situasi ini tidak bisa diterima menang lewat adu penalti. Kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. Namun, luka yang muncul jelas lebih besar dari sekadar angka.

Ini bukan kejadian baru. Italia gagal untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Di negara dengan sejarah empat gelar juara dunia, kegagalan ini terasa seperti tamparan keras, bukan sekadar hasil buruk.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

Italia Gagal Lagi, Kursi Presiden FIGC Ikut Tumbang
Perdana Menteri Giorgia Meloni langsung angkat suara situasi ini tidak bisa diterima

Tekanan Politik: Sepak Bola Naik ke Meja Kekuasaan

Kegagalan ini cepat merambat ke ranah politik. Perdana Menteri Giorgia Meloni langsung angkat suara dan menyebut situasi ini tidak bisa diterima. Menteri Olahraga Andrea Abodi ikut menekan dengan nada yang lebih tajam.

Mereka tidak ingin alasan. Mereka menuntut perubahan. Gravina membaca tekanan itu. Ia tidak menunggu desakan berubah menjadi pemaksaan. Ia memilih mundur lebih dulu.

FIGC di Persimpangan: Berbenah atau Sekadar Ganti Nama?

Gravina juga mendorong FIGC menggelar Kongres Luar Biasa pada 22 Juni di Roma untuk memilih presiden baru. Namun, pergantian kursi belum tentu menyelesaikan masalah.

Sepak bola Italia menghadapi persoalan yang lebih dalam. Regenerasi pemain tidak berjalan mulus. Liga domestik kehilangan daya saing. Federasi tampak lambat merespons perubahan.

Mengganti pemimpin tanpa memperbaiki sistem hanya akan mengulang cerita lama dengan wajah baru.

Harga Diri yang Dipertaruhkan

Tiga kali gagal lolos ke Piala Dunia menunjukkan pola yang jelas. Dan setiap pola menuntut tanggung jawab.

Gravina sudah mengambil keputusan. Sekarang, giliran FIGC menentukan arah.

Karena pada akhirnya, sepak bola Italia tidak hanya berbicara soal trofi. Ia membawa identitas, sejarah, dan kebanggaan.

Pertanyaannya sekarang Italia masih raksasa yang tertidur, atau sudah berubah jadi legenda yang hidup dari masa lalu?. @teguh

Tags: ItaliakekuasaanPiala Dunia 2026Politik IndonesiaRegenerasiSepak Bola

Kamu Melewatkan Ini

D.N. Aidit: Dari Muazin Belitung ke Ketua PKI

D.N. Aidit: Dari Muazin Belitung ke Ketua PKI

by Tabooo
Juli 18, 2026

D.N. Aidit tumbuh dalam keluarga Muslim terpandang di Belitung. Perjalanannya membawanya dari surau, gerakan pemuda, hingga puncak kepemimpinan PKI dan...

Kipas Anginnya Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

Kipas Angin Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

by teguh
Juli 17, 2026

Di era media sosial, satu tangkapan layar bisa memicu kegaduhan nasional sebelum pemerintah sempat membuka konferensi pers. Itulah yang terjadi...

Inggris Sudah Melihat Final, Argentina Datang Merampas Mimpinya

Inggris Sudah Melihat Final, Argentina Datang Merampas Mimpinya

by jeje
Juli 16, 2026

Harapan Inggris menuju final Piala Dunia 2026 sirna dalam hitungan menit. Saat kemenangan sudah di depan mata, Argentina justru menunjukkan...

Next Post
Kacamata AI: Upgrade Teknologi Apa Update Cara Kita Dikontrol?

Kacamata AI: Upgrade Teknologi Apa Update Cara Kita Dikontrol?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id