Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Italia Gagal Lagi, Kursi Presiden FIGC Ikut Tumbang

by teguh
April 3, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id Sports – Roma tidak benar-benar sunyi ia justru dipenuhi rasa malu yang sulit disembunyikan. Timnas Italia kembali gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. Kali ini, kegagalan itu langsung mengguncang kursi tertinggi federasi.

Gabriele Gravina memilih mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIGC. Ia menyampaikan keputusan itu langsung di markas federasi, di hadapan para petinggi sepak bola Italia mulai dari Serie A hingga liga amatir. Tanpa drama panjang, tanpa pembelaan berlapis. Selesai.

Kekalahan yang Menusuk Lebih Dalam dari Skor

Italia tersingkir di final playoff setelahkalah dari Bosnia and Herzegovina langsung angkat suara dan menyebut situasi ini tidak bisa diterima menang lewat adu penalti. Kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. Namun, luka yang muncul jelas lebih besar dari sekadar angka.

Ini bukan kejadian baru. Italia gagal untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Di negara dengan sejarah empat gelar juara dunia, kegagalan ini terasa seperti tamparan keras, bukan sekadar hasil buruk.

Ini Belum Selesai

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Italia Gagal Lagi, Kursi Presiden FIGC Ikut Tumbang
Perdana Menteri Giorgia Meloni langsung angkat suara situasi ini tidak bisa diterima

Tekanan Politik: Sepak Bola Naik ke Meja Kekuasaan

Kegagalan ini cepat merambat ke ranah politik. Perdana Menteri Giorgia Meloni langsung angkat suara dan menyebut situasi ini tidak bisa diterima. Menteri Olahraga Andrea Abodi ikut menekan dengan nada yang lebih tajam.

Mereka tidak ingin alasan. Mereka menuntut perubahan. Gravina membaca tekanan itu. Ia tidak menunggu desakan berubah menjadi pemaksaan. Ia memilih mundur lebih dulu.

FIGC di Persimpangan: Berbenah atau Sekadar Ganti Nama?

Gravina juga mendorong FIGC menggelar Kongres Luar Biasa pada 22 Juni di Roma untuk memilih presiden baru. Namun, pergantian kursi belum tentu menyelesaikan masalah.

Sepak bola Italia menghadapi persoalan yang lebih dalam. Regenerasi pemain tidak berjalan mulus. Liga domestik kehilangan daya saing. Federasi tampak lambat merespons perubahan.

Mengganti pemimpin tanpa memperbaiki sistem hanya akan mengulang cerita lama dengan wajah baru.

Harga Diri yang Dipertaruhkan

Tiga kali gagal lolos ke Piala Dunia menunjukkan pola yang jelas. Dan setiap pola menuntut tanggung jawab.

Gravina sudah mengambil keputusan. Sekarang, giliran FIGC menentukan arah.

Karena pada akhirnya, sepak bola Italia tidak hanya berbicara soal trofi. Ia membawa identitas, sejarah, dan kebanggaan.

Pertanyaannya sekarang Italia masih raksasa yang tertidur, atau sudah berubah jadi legenda yang hidup dari masa lalu?. @teguh

Tags: ItaliakekuasaanPiala Dunia 2026Politik IndonesiaRegenerasiSepak Bola

Kamu Melewatkan Ini

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

by Tabooo
Mei 21, 2026

Spanduk bertuliskan “Surat Permohonan Maaf” muncul di Bundaran UGM, Yogyakarta. Isinya mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran dan sempat mencuri perhatian pengguna jalan...

Melampaui Ketabuan: Mengapa Negeri Ini Takut pada Kejujuran?

Melampaui Ketabuan: Mengapa Negeri Ini Takut pada Kejujuran?

by dimas
Mei 20, 2026

Melampaui Ketabuan, mengapa negeri ini makin takut pada kejujuran, kritik, dan suara berbeda di tengah demokrasi yang terus diuji? Tabooo.id...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Kacamata AI: Upgrade Teknologi Apa Update Cara Kita Dikontrol?

Kacamata AI: Upgrade Teknologi Apa Update Cara Kita Dikontrol?

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id