Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Iran Tegaskan Ancaman Serangan Jika AS Campuri Demo Nasional

by dimas
Januari 13, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melempar peringatan keras ke Washington. Ia menegaskan, Teheran akan menyerang target militer dan perkapalan Amerika Serikat jika Presiden AS Donald Trump kembali melancarkan aksi militer di tengah gelombang demonstrasi yang mengguncang Iran.

“Jika terjadi serangan militer oleh Amerika Serikat, baik wilayah pendudukan maupun pusat-pusat militer dan perkapalan AS akan menjadi target sah kami,” ujar Ghalibaf dalam pidato parlemen yang disiarkan televisi pemerintah, pada Minggu (11/1/2026), seperti dikutip South China Morning Post.

Pernyataan itu tak hanya menyasar AS. Di antara baris-baris ancamannya, Teheran kembali menyentil Israel yang secara konsisten dianggap Iran sebagai wilayah Palestina yang diduduki dan tidak diakui sebagai negara.

Ancaman Serangan Duluan, Bukan Sekadar Retorika

Ghalibaf melangkah lebih jauh. Ia menyatakan Iran tak akan menunggu pukulan pertama jika merasa terancam. Menurutnya, Teheran berhak melakukan serangan pre-emptif sebagai bagian dari pertahanan diri yang sah.

“Kami tidak membatasi diri hanya untuk merespons setelah serangan terjadi,” jelas Ghalibaf.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Pesan ini mempertegas perubahan nada Iran dari bertahan, menjadi siap menyerang lebih dulu. Bagi kawasan Timur Tengah yang sudah rapuh, sinyal ini menambah daftar alarm yang terus berbunyi.

Demo Ekonomi Berubah Jadi Krisis Politik

Ancaman Iran ke luar negeri muncul bersamaan dengan tekanan besar dari dalam negeri. Gelombang demonstrasi nasional yang dipicu krisis mata uang telah memasuki malam ketiga pada Sabtu (10/1/2026). Aksi protes ini meletus sejak 28 Desember 2025 dan dengan cepat menyebar ke berbagai kota.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS mencatat, sedikitnya 116 orang tewas dalam unjuk rasa tersebut. Sebagian besar korban dilaporkan terkena peluru tajam atau tembakan senapan angin aparat keamanan.

Selain korban jiwa, aparat juga menangkap 2.638 orang. Di antara mereka terdapat tenaga medis serta tujuh anak di bawah usia 18 tahun. Angka-angka ini menempatkan krisis Iran bukan lagi sebagai isu ekonomi semata, melainkan darurat kemanusiaan.

Pahlavi Bicara, Trump Merespons

Situasi semakin panas setelah Reza Pahlavi, putra mahkota Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi 1979, menyerukan pengambilalihan pusat-pusat kota dan tekanan terhadap sektor-sektor vital negara. Seruan ini memberi dimensi politik baru pada demonstrasi yang awalnya berangkat dari soal dapur dan nilai tukar.

Di Washington, Donald Trump tak tinggal diam. Ia kembali memperingatkan rezim Iran agar tidak menindak demonstran dengan kekerasan.

“Amerika Serikat siap membantu,” ujar Trump dalam pernyataan terbarunya pada Sabtu malam.

Namun, di balik pernyataan itu, New York Times melaporkan bahwa Trump telah menerima paparan berbagai opsi serangan militer baru terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir. Informasi ini datang dari sumber pejabat Pemerintah AS, memperkuat kesan bahwa ancaman bukan sekadar gertakan.

Tel Aviv Siaga, Teheran Menuding

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Washington dan Tel Aviv sebagai dalang di balik kerusuhan domestik. Ia melontarkan peringatan keras terhadap kemungkinan tindakan militer terhadap Teheran.

“Satu-satunya aspek ‘khayalan’ dari situasi ini adalah keyakinan bahwa api tidak akan membakar orang yang menyalakannya,” ujar Araghchi.

Sementara itu, Reuters melaporkan Israel kini berada dalam status siaga tinggi, menyusul kemungkinan intervensi militer AS yang dikaitkan dengan eskalasi di Iran.

Rakyat di Tengah Tarik-Menarik Global

Di tengah saling ancam elite politik, warga Iran tetap menjadi pihak paling terdampak. Krisis ekonomi menghantam penghasilan, demonstrasi menelan korban, dan bayang-bayang perang menggantung di atas kepala mereka.

Ketika Teheran dan Washington saling mengunci rahang, publik Iran justru terjepit di antara harga kebutuhan yang melonjak dan peluru yang tak memilih sasaran. Dunia boleh menyebutnya geopolitik, tetapi bagi rakyat di jalanan, ini soal bertahan hidup sementara para pemimpin tampaknya masih sibuk mengukur siapa yang lebih siap menekan tombol lebih dulu. @dimas

Tags: DemonstrasiEkonomi IndonesiaGeopolitikGlobalKeamanan NegaraKeteganganKonflik DuniaKrisis GlobalMiliterPerang IranPolitik IndonesiaTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

by Tabooo
Agustus 20, 2026

Sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI, mahasiswa turun ke jalan membawa delapan tuntutan. Di sana, makna kemerdekaan kembali dipertanyakan lewat...

Next Post
Rapat Paripurna Perdana 2026 Digelar, Separuh Anggota DPR Absen

Rapat Paripurna Perdana 2026 Digelar, Separuh Anggota DPR Absen

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id