Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Investasi Rp90 Triliun Jadi Hasil Utama Lawatan Prabowo ke Eropa

by dimas
Januari 25, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air pada Sabtu (24/1/2026) setelah menuntaskan kunjungan kerja selama lima hari ke Inggris, Swiss, dan Prancis. Pesawat Garuda Indonesia yang membawa Kepala Negara mendarat menjelang malam. Sejumlah pejabat tinggi negara langsung menyambut kedatangannya, mulai dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan lawatan tersebut melampaui agenda seremonial. Menurutnya, Presiden membawa pulang sejumlah capaian strategis yang menyentuh sektor ekonomi, ketenagakerjaan, dan posisi diplomasi Indonesia di panggung global. Pemerintah ingin memastikan hasil kunjungan itu berdampak langsung bagi kepentingan nasional.

Investasi Maritim dan Taruhan Lapangan Kerja

Dari Inggris, pemerintah mengamankan salah satu hasil paling konkret. Indonesia dan Inggris sepakat menjalin kerja sama investasi maritim senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 90 triliun. Kesepakatan itu mencakup pembangunan 1.582 kapal ikan yang seluruh proses produksinya akan berlangsung di dalam negeri.

Pemerintah memproyeksikan proyek ini mampu menyerap hingga 600.000 tenaga kerja. Bagi sektor kelautan dan perikanan, kerja sama tersebut membuka ruang penguatan industri hulu sekaligus mengurangi ketergantungan pada armada impor. Di tengah tekanan ekonomi global, proyek ini menjadi harapan baru bagi kawasan pesisir dan pekerja sektor maritim.

Pendidikan dan Sains sebagai Investasi Masa Depan

Selain investasi fisik, Prabowo mendorong penguatan kerja sama pendidikan dengan Inggris. Indonesia menjalin kemitraan dengan 24 universitas terbaik di Inggris Raya, khususnya di bidang kedokteran serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Langkah ini menunjukkan orientasi jangka panjang pemerintah. Negara tidak hanya mengejar angka investasi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Generasi muda dan perguruan tinggi dalam negeri diproyeksikan menjadi pihak yang paling merasakan dampak melalui akses riset, inovasi, dan transfer pengetahuan global.

Dari Davos ke Diplomasi Perdamaian

Di Swiss, Prabowo tampil di World Economic Forum (WEF) Davos. Di hadapan elite ekonomi dunia, ia memperkenalkan konsep ekonomi nasional bertajuk Prabowonomics. Konsep tersebut menekankan peran negara dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan kemandirian nasional.

Dalam rangkaian agenda yang sama, Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Teddy menilai langkah ini memperkuat posisi Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik global, termasuk isu Gaza dan Palestina. Ia menyebut peran Indonesia mulai menunjukkan perkembangan signifikan dalam upaya pemulihan konflik.

Prancis dan Penguatan Kerja Sama Strategis

Lawatan Presiden Prabowo berakhir di Prancis. Di negara ini, pemerintah memperkuat kerja sama bilateral di sejumlah sektor strategis. Meski pemerintah belum membuka seluruh detail kesepakatan, hubungan Indonesia-Prancis kini bergerak menuju kemitraan yang lebih konkret dan saling menguntungkan.

Pemerintah menilai pendekatan ini penting untuk memperluas jejaring strategis Indonesia di Eropa, sekaligus memperkuat posisi tawar nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Antara Harapan dan Ujian di Dalam Negeri

Bagi publik di dalam negeri, hasil kunjungan ini menghadirkan harapan sekaligus ujian. Investasi maritim dan kerja sama pendidikan menjanjikan lapangan kerja serta peningkatan kualitas SDM. Namun, masyarakat menunggu pembuktian di lapangan.

Di tengah sorotan forum global dan diplomasi tingkat tinggi, pertanyaannya tetap sederhana sejauh mana capaian internasional itu menjawab kebutuhan rakyat di rumah sendiri? Karena pada akhirnya, keberhasilan lawatan luar negeri tidak diukur dari tepuk tangan di Davos, melainkan dari dampaknya di dapur-dapur Indonesia. @dimas

Tags: DavosdiplomasiEkonomi IndonesiaInternasionalInvestasiKerja SamaMaritimNasionalPendidikanPolitik IndonesiaPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

by dimas
Juni 9, 2026

Sosialisme pernah menjadi bagian penting dari sejarah pergerakan Indonesia. Namun kekuasaan mengubahnya menjadi kata terlarang yang terus dibayangi stigma, ketakutan,...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Next Post
Honda Prelude Comeback, Nostalgia Dijual Mahal

Honda Prelude Comeback, Nostalgia Dijual Mahal

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id