Senin, Juni 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Diplomasi Singkat Prabowo di Paris Fokuskan Isu Strategis Global

by dimas
Januari 25, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Prabowo Subianto menyisihkan waktu kurang dari lima jam di Paris untuk satu agenda utama, yakni pertemuan tertutup dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Jumat (23/1/2026). Di dalam istana bersejarah tersebut, kedua kepala negara berdialog selama sekitar 2,5 jam. Mereka mengawali pertemuan dengan jamuan makan malam.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan isi pertemuan melalui keterangan resmi Sekretariat Kabinet. Ia menjelaskan bahwa Prabowo dan Macron menggelar pertemuan tertutup dengan fokus pada penguatan kemitraan strategis Indonesia-Prancis di berbagai sektor.

“Presiden Prabowo mengunjungi Paris kurang dari lima jam untuk melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan berlangsung sekitar 2,5 jam dan diawali makan malam,” ujar Teddy, Sabtu (24/1/2026).

Kemitraan Strategis dan Isu Global

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Macron membahas lebih dari sekadar hubungan bilateral. Keduanya juga menyelaraskan pandangan terkait berbagai isu global dan internasional yang tengah berkembang.

Teddy menjelaskan bahwa pembicaraan turut menyentuh peran Prancis sebagai tuan rumah pertemuan negara-negara G7. Melalui kepemimpinan Prabowo, Indonesia berupaya memosisikan diri sebagai mitra strategis yang relevan di tengah dinamika geopolitik dunia.

Ini Belum Selesai

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Langkah ini menunjukkan upaya Indonesia memperluas pengaruh diplomatik. Pemerintah tidak hanya menargetkan kawasan Asia Tenggara, tetapi juga jejaring negara-negara ekonomi dan politik utama dunia.

Siapa yang Hadir di Balik Meja Diplomasi

Dalam pertemuan tertutup tersebut, Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto. Sementara itu, Presiden Macron hadir bersama Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Vincent Giraud, Penasihat Luar Negeri Emmanuel Bonne, serta Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone.

Kehadiran para pejabat kunci ini menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak bersifat seremonial. Kedua negara membahas agenda strategis yang berpotensi berdampak jangka panjang.

Lawatan Singkat dengan Agenda Padat

Paris menjadi penutup rangkaian lawatan kerja Prabowo ke Eropa. Sebelumnya, Presiden mengunjungi Inggris untuk bertemu Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III. Setelah itu, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Swiss.

Di Swiss, Prabowo menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos. Dalam forum tersebut, ia menandatangani piagam keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Langkah ini menempatkan Indonesia dalam forum strategis yang membahas isu perdamaian global.

Usai menyelesaikan agenda di Prancis, Prabowo kembali ke Indonesia pada Sabtu (24/1/2026) sore. Pesawat yang membawa Presiden mendarat sekitar pukul 17.25 WIB, sebagaimana ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dampak bagi Publik di Dalam Negeri

Bagi masyarakat Indonesia, rangkaian diplomasi ini berpotensi membawa dampak langsung. Penguatan hubungan dengan Prancis membuka peluang kerja sama di bidang ekonomi, pertahanan, dan teknologi. Dampak lanjutan dari kerja sama tersebut dapat dirasakan pada sektor industri dan penciptaan lapangan kerja.

Namun, diplomasi tingkat tinggi juga memunculkan pertanyaan publik. Sejauh mana pertemuan tertutup di istana-istana Eropa benar-benar memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat di dalam negeri?

Pada akhirnya, jamuan makan malam di Élysée dan pertemuan elite di Davos akan selalu diukur dengan satu ukuran sederhana: apakah hasilnya benar-benar sampai ke meja makan warga Indonesia, atau justru berhenti di meja diplomasi. @dimas

Tags: diplomasiEmmanuel MacronGlobalHubunganInternasionalIsuKerja SamaLuar NegeriNasionalPolitik IndonesiaPrabowo SubiantoPrancis

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

by teguh
Juni 20, 2026

Ribuan mahasiswa mendatangi Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/06/2026). Mereka membawa satu kegelisahan yang kini makin keras terdengar karena...

Next Post
Empat Warga Bengkulu Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja

Empat Warga Bengkulu Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id