Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Empat Warga Bengkulu Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja

by dimas
Januari 25, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Empat warga Kota Bengkulu terlantar di Kamboja setelah terjerat tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Mereka berangkat ke luar negeri dengan harapan bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Namun, di negeri orang, janji kerja itu berubah menjadi mimpi buruk.

Keempat korban bernama Ardi, Deni Febriansyah, Imron, dan Engga. Mereka kini berlindung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh setelah melarikan diri dari tempat kerja yang memaksa mereka menjadi operator scam dan judi online.

Ketua DPD Garda Relawan Indonesia Semesta (GARIS) Provinsi Bengkulu, Iman SP Noya, mengungkapkan kondisi para korban. Ia menegaskan bahwa para korban mengalami tekanan fisik dan mental selama bekerja secara paksa di Kamboja.

“Mereka dipaksa bekerja scam judi online. Kalau tidak bekerja, mereka disiksa dan disetrum,” ujar Iman saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (24/1/2026).

Dari Janji Kerja Legal hingga Perdagangan Orang

Iman menjelaskan, keempat korban awalnya menerima tawaran kerja ke luar negeri dengan jalur yang tampak legal. Perekrut menjanjikan pekerjaan di Malaysia, Singapura, hingga Taiwan. Namun, perjalanan tersebut justru berakhir di Kamboja.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Para perekrut bahkan memfasilitasi pembuatan paspor secara gratis di Bekasi. Setelah itu, mereka memberangkatkan para korban secara bertahap hingga akhirnya tiba di Kamboja.

Di lokasi kerja, para korban dipaksa menjalankan aktivitas penipuan daring. Masalah muncul ketika mereka tidak memiliki kemampuan komputer yang memadai. Alih-alih mendapat pelatihan, mereka justru menerima hukuman.

“Makan hanya sekali sehari. Mereka disiksa dan disetrum karena dianggap tidak mencapai target,” tambahnya.

Melarikan Diri demi Keselamatan

Tidak tahan dengan kekerasan yang mereka alami, keempat warga Bengkulu itu nekat melarikan diri. Mereka meninggalkan tempat kerja dan mencari perlindungan ke KBRI Kamboja.

Langkah tersebut menyelamatkan nyawa mereka. Saat ini, keempat korban berada dalam perlindungan pihak KBRI Phnom Penh sambil menunggu proses pemulangan ke Indonesia.

Kasus ini kembali membuka tabir gelap perdagangan orang berkedok pekerjaan migran. Modus serupa terus berulang, terutama menyasar warga daerah dengan kondisi ekonomi terbatas dan minim akses informasi.

Harapan Pulang dan Peran Pemerintah Daerah

Iman menyampaikan permohonan resmi kepada Pemerintah Daerah Bengkulu. Ia meminta Gubernur, Wakil Gubernur, dan Wali Kota Bengkulu turun tangan membantu pemulangan para korban.

“Kami bersama keluarga korban memohon bantuan Bapak Gubernur Bengkulu, Wakil Gubernur, dan Wali Kota untuk memulangkan empat warga Kota Bengkulu yang saat ini berada di KBRI Phnom Penh,” pungkasnya.

Bagi keluarga korban, kepulangan menjadi satu-satunya harapan setelah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian. Mereka berharap negara hadir, tidak hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelindung warganya.

Sebab selama janji kerja ke luar negeri masih lebih menggoda daripada lapangan kerja di dalam negeri, cerita tentang scam, penyiksaan, dan perdagangan orang tampaknya akan terus menemukan korban berikutnya. @dimas

Tags: kambojaKejahatanmigranNasionalpekerjaPerdagangan OrangPerlindunganScam

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Pemerintah Tegaskan Haji 2026 Ramah Perempuan dan Lansia

Pemerintah Tegaskan Haji 2026 Ramah Perempuan dan Lansia

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id