Tabooo.id: Regional – Banjir yang melanda Kabupaten Kudus kembali memakan korban jiwa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus sungai yang meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak akhir pekan lalu.
Korban ditemukan di lokasi berbeda, namun keduanya sama-sama menjadi korban derasnya arus sungai yang tak terbendung.
Bocah Lima Tahun Hanyut Saat Bermain di Genangan Sungai
Salah satu korban adalah Ismi Najiba Ulya (5), anak perempuan asal Kayuapu Wetan, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus. Ismi dilaporkan hanyut bersama dua saudaranya saat bermain sepeda di genangan limpasan Sungai Perak, Desa Karangbener.
Kapolsek Bae Iptu Madiyono menjelaskan, peristiwa bermula ketika tiga kakak beradik itu bermain di sekitar genangan air yang licin. Tanpa disadari, mereka terjatuh ke sungai dan langsung terseret arus sejauh kurang lebih 100 meter.
Warga yang berada tidak jauh dari lokasi berhasil menyelamatkan dua anak lainnya. Namun, Ismi yang merupakan anak bungsu tak sempat tertolong dan hilang terbawa arus.
Setelah dilakukan pencarian, jasad Ismi akhirnya ditemukan pada Senin (12/1/2026) pagi sekitar pukul 10.25 WIB di Sungai Perak, sisi timur Jembatan Karangbener. Tim Inafis dan tenaga medis memastikan korban meninggal dunia akibat tenggelam, tanpa ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Jenazah Ismi kemudian dimakamkan di Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan.
Warga Dewasa Ditemukan Tewas di Sungai Tempur
Selain korban anak, banjir Kudus juga merenggut nyawa seorang warga dewasa berinisial AW (27). Korban sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Gembel, Desa Bacin, Kecamatan Bae, pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Tim SAR gabungan langsung melakukan penyisiran menyusuri aliran sungai. Setelah hampir lima jam pencarian, jasad AW ditemukan pada pukul 19.50 WIB di Sungai Tempur, Desa Pedawang.
Petugas medis dan tim Inafis menyatakan korban telah meninggal dunia sekitar empat jam sebelum ditemukan. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan.
Warga Paling Terdampak: Anak-anak dan Aktivitas Harian
Peristiwa ini menegaskan bahwa anak-anak dan warga yang beraktivitas di sekitar sungai menjadi kelompok paling rentan saat banjir melanda. Genangan air yang terlihat dangkal sering kali menyimpan arus kuat yang sulit diprediksi.
Di tengah banjir dan longsor yang berdampak pada lebih dari 14 ribu warga Kudus, risiko keselamatan meningkat, terutama di permukiman padat dan wilayah dekat aliran sungai.
Bupati Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak. Ia meminta warga tidak membiarkan anak bermain di sekitar sungai atau genangan banjir.
Menurutnya, cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi membuat kondisi sungai sangat berbahaya, bahkan ketika air tampak tenang di permukaan.
Banjir kali ini kembali mengingatkan bahwa di tengah rutinitas dan genangan yang terlihat sepele, sungai bisa berubah menjadi ancaman mematikan. Air yang meluap tak hanya membawa lumpur dan sampah, tetapi juga duka yang datang tanpa peringatan. @dimas







