• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Check

Gunung Lawu Dilelang? Hoaksnya Lebih Panas dari Geotermalnya

Desember 7, 2025
in Check
A A
Gunung Lawu Dilelang? Hoaksnya Lebih Panas dari Geotermalnya

Ilustrasi undangan Facebook palsu yang mengklaim Gunung Lawu dilelang contoh bagaimana satu postingan bisa memicu kepanikan tanpa verifikasi. (Foto ilustrasi Dimas P Tabooo.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Sebuah undangan di Facebook langsung membuat banyak orang ngegas. Undangan itu menuduh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sedang melelang Gunung Lawu untuk proyek listrik tenaga panas bumi. Narasinya begitu meyakinkan, sampai-sampai orang bisa membayangkan beli gunung seolah beli sepeda bekas di marketplace.

Padahal, semua itu cuma cerita ngadi-ngadi.

Fakta dari Kementerian ESDM

Kementerian ESDM sudah menjelaskan semuanya secara terang. Gunung Lawu tidak masuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). Pemerintah tidak membuka lelang dan tidak menjalankan eksplorasi apa pun di kawasan itu.

Rencana WKP Lawu yang muncul pada 2018 pun gugur pada 2023 setelah evaluasi menyeluruh. Tahun 2024, pemerintah menggelar audiensi bersama Pemkab Karanganyar dan akademisi UNS. Mereka kemudian mengusulkan lokasi alternatif jauh di Kecamatan Jenawi area yang tidak bersinggungan dengan situs budaya, jalur spiritual, atau kawasan sakral Gunung Lawu.

Dengan kata lain, tidak ada aktivitas yang menjual-belikan gunung. Klaim itu sama absurdnya dengan ide “pajak awan per liter”.

Kenapa Hoaksnya Gampang Laku?

Hoaks ini laris karena pakai trik lama yang selalu berhasil. Pertama, judulnya ngotot seperti poster diskon besar-besaran, padahal isinya fiksi. Kedua, desain undangan yang tampil formal membuat orang mudah percaya. Banyak yang tidak mengecek ulang padahal strukturnya sudah janggal sejak awal. Ketiga, Facebook tetap menjadi ruang favorit untuk menyebarkan kabar yang belum tentu benar cepat, luas, dan jarang dibaca tuntas.

Yang paling kocak, banyak warganet langsung marah sebelum sempat membuka Google. Mereka memperlakukan hoaks ini seperti thriller, bukan informasi publik yang perlu diverifikasi.

Visualisasi Meme yang Lebih Masuk Akal

Bayangkan sebuah foto Gunung Lawu dengan label harga besar bertuliskan:
“Tidak untuk dijual. Ini gunung, bukan dagangan.”

Atau meme petugas keamanan mall yang memeriksa tas sambil berkata:
“Maaf Pak, Gunung Lawu tidak bisa dilelang.”

RelatedPosts

Hoaks Pemakaman Netanyahu Viral, Foto Ternyata Rekayasa AI

Cek Fakta: Viral Aturan Takbiran Hanya Sampai Jam 21.00 Tanpa Sound System

Setidaknya, meme itu lebih jujur daripada undangan palsu yang beredar.

Akhir Kata: Rem yang Paling Penting Ada di Jempol Kita

Hoaks seperti ini hadir karena imajinasi netizen kadang lebih panas daripada energi geotermal itu sendiri. Karena itu, kita perlu menahan diri sebelum ikut menyebarkan. Jangan biarkan drama liar tampil seperti fakta.

Di era semua orang mudah menekan tombol “bagikan”, kendali terakhir ada di jempol kita.
Sebelum share, cek dulu biar nggak ikut dosa digital. @dimas

Tags: Anti HoaksArtikel CheckCek FaktaFakta PublikGunung LawuHoaks Facebooktabooo id
Next Post
HUJAN, TANAH, KOIN-KOIN MENGAJARKAN KITA MEMBACA WAKTU

Hujan, Tanah, Koin-Koin Mengajarkan Kita Membaca Waktu

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.